Surabaya,JatimUPdate.id – Lagu "Dara Pusaka" yang dirilis pada tahun 1989 ini kembali menjadi sorotan berkat pesan patriotik dan nilai budaya yang kuat.
Dari segi lirik, lagu ini mengemas kata-kata bernilai tinggi dengan diksi yang puitis dan penuh makna.
Baca juga: Mahkota Para Bayangan (Bagian X)
Dalam bait pertama, kita langsung disuguhi kata-kata pilihan seperti "sobat muda taruna" dan "tembang elok Ibu Pertiwi" yang memberi kesan kuat terhadap ikatan emosional anak muda dengan negeri.
Imaji "membelah raga, membelah jiwa" pun tak hanya menggambarkan pembelahan fisik, tetapi juga batin yang mengusik rasa dan semangat.
Lirik lagu ini juga menghadirkan kata-kata kongkret seperti "laut", "sungai", dan "darah" yang membumi dan membuat pendengar mudah terhubung dengan visual dan rasa cinta tanah air.
Gaya bahasa yang digunakan pun penuh dengan personifikasi dan metafora menarik, seperti Ibu Pertiwi yang “bertembang” dan kata "dara pusaka" yang menyiratkan warisan murni bangsa.
Baca juga: Analisis Lirik “Untukmu” U’Camp: Cinta Terjebak Janji, Cemburu, dan Seribu Maaf
Tak hanya dari sisi kata saja, pengulangan frasa “Ini lagu dara pusaka” menjadi ciri khas yang menguatkan pesan sekaligus menambah ritme lagu yang mantap dan mengalun harmonis.
Ritme ini memberikan ruang bagi pendengar untuk meresapi nilai-nilai kebangsaan yang dibangkitkan dalam setiap lirik.
Karakteristik tipografi lirik sejalan dengan penyampaian pesan, di mana baris-baris pendek dan pengulangan membuat lagu ini seperti panggilan yang terus bergema bagi generasi muda untuk bangkit menjaga dan membanggakan karya serta budaya negeri.
Baca juga: Analisis Lirik “Lentera Cinta”: Ketika Cinta Menjadi Cahaya di Tengah Jalan yang Samar
Tema besar yang diusung jelas: cinta tanah air, kebangkitan bangsa, dan semangat patriotisme.
"Dara Pusaka" merupakan seruan untuk tetap menjaga warisan dan menjadikan karya sebagai bentuk pengabdian kepada negeri.
Dengan pesan kuat dan diksi yang sarat makna, lagu ini tetap relevan untuk didengarkan dan dihayati, utamanya bagi generasi muda yang menjadi penerus bangsa. (Roy/yh)
Editor : Yuris. T. Hidayat