Surabaya,JatimUPdate.id – Anggota Komisi D DPRD Surabaya, Zuhrotul Mar'ah buka suara terkait alokasi anggaran pendidikan Surabaya dalam RAPBD 2027 yang mencapai 22,5 persen.
Zuhro menekankan, kenaikan anggaran harus diikuti peningkatan kualitas pendidikan, dan perbaikan sarana dan prasarana (sarpras) sekolah.
Baca juga: Reses di Wonokromo, Cahyo Terima Aduan Desil dan Beasiswa
“Kalau anggaran pendidikan mandatori memang 20 persen. Pemerintah Kota Surabaya itu sudah memberikan speed sampai 22,5 persen,” kata Zuhro, Jum'at (2/10).
Menurut Zuhro, pendidikan merupakan hak masyarakat yang harus dipenuhi pemerintah.
Ia menekankan pendidikan dasar dan menengah harus gratis namu tetap menjaga kualitasnya.
“Kita berfokus bahwasannya pendidikan itu hak masyarakat, hak rakyat itu harus gratis. Kita harus memberikan pelayanan pendidikan dasar dan menengah itu gratis, tapi tetap mempunyai kualitas yang bagus,” ujarnya.
Zuhro mengingatkan, peningkatan kualitas pendidikan tidak cuma tenaga pendidik.
Namun kata Zuhro juga meningkatkan kondisi infrastruktur sekolah.
Baca juga: DPRD Minta Perketat Pengawasan Perusahaan Penyalur ART dan Pembinaan Calon Pekerja
“Sehingga harus infrastrukturnya, kemudian sumber daya manusianya dalam hal ini tenaga kependidikan, gurunya itu kualitasnya harus ditingkatkan,” katanya.
Zuhro meminta besarnya anggaran pendidikan juga harus memastikan sarpras sekolah di dalam kondisi layak.
Sebab dari sudut pandangnya masih banyak fasilitas sekolah yang perlu mendapat perhatian.
Misalnya toilet yang tidak berfungsi, tempat ibadah kurang representatif hingga plafon ruang kelas yang berpotensi runtuh.
Baca juga: Hari Kesaktian Pancasila, Baktiono Minta Sejarah G30S Dikaji Kembali: Ada yang Belum Terurai
“Itu jangan sampai terjadi karena sudah ada anggarannya. Nah, dalam hal pemanfaatan anggaran itu harus benar-benar dilakukan pengawasan dalam pelaksanaan pekerjaannya,” bebernya.
Zuhro meminta rehabilitasi gedung sekolah tidak mengurangi spesifikasi pekerjaan yang telah ditentukan.
Pasalnya sebut Zuhro, kondisi bangunan sekolah berkaitan dengan keselamatan siswa.
“Sarpras sekolah harus bagus, karena anggarannya sudah ada,” demikian Zuhrotul Mar'ah. (Roy/Yh)
Editor : Yuris. T. Hidayat