Sidoarjo, JatimUPdate.id - Bupati Sidoarjo Subandi melakukan inspeksi mendadak (sidak) proyek peningkatan Jalan Betonisasi Ruas Kebonagung-Kemasan, Kecamatan Krian, Selasa (6/10/2026).
Baca juga: Pembangunan Jembatan Candinegoro Dikebut 24 Jam, Kejar Deviasi Minus 9,94 Persen
Sidak dilakukan untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai spesifikasi sekaligus mengejar target penyelesaian proyek.
Proyek betonisasi tersebut memiliki panjang sekitar 1.050 meter dengan lebar 6 meter. Saat sidak, Subandi mengecek langsung kesiapan pekerjaan, mulai dari proses pembesian hingga persiapan pengecoran beton.
Subandi mengatakan, proyek tersebut sebelumnya menghadapi kendala keberadaan tiang listrik bertegangan tinggi di lokasi. Kondisi itu disebut menjadi salah satu faktor yang memengaruhi progres pekerjaan.
Karena itu, dia meminta Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) meningkatkan pengawasan dan segera mengomunikasikan setiap persoalan yang berpotensi memicu keterlambatan.
"Kalau ada deviasi, harus segera diketahui persoalannya apa. Apakah tenaga kerja atau material. PPK harus terus melakukan pengawasan. Kalau memang ada deviasi, setiap minggu harus dikomunikasikan dan dicari solusinya," kata Subandi.
Baca juga: Peringati Hari Kesaktian Pancasila, SMPN 1 Sidoarjo Putar Film Sejarah G30S/PKI
Menurutnya, pemantauan progres tidak boleh hanya dilakukan menjelang proyek selesai. Pemetaan perkembangan pekerjaan harus dilakukan secara berkala agar setiap potensi keterlambatan dapat segera diantisipasi.
Dalam sidaknya, Subandi juga memeriksa detail pembesian yang digunakan untuk pekerjaan betonisasi. Berdasarkan penjelasan pelaksana, pembesian menggunakan besi ulir berdiameter 16 milimeter dengan jarak pemasangan sesuai ketentuan teknis.
Subandi meminta data konstruksi dan rincian spesifikasi pekerjaan disiapkan secara detail. Data tersebut diperlukan untuk memastikan kesesuaian antara pekerjaan di lapangan, Rencana Anggaran Biaya (RAB), dan ketentuan teknis.
"Data konstruksinya harus detail. Pembesiannya seperti apa, jaraknya berapa, kemudian spesifikasi betonnya juga harus jelas. Dengan begitu, kita bisa melihat kesesuaiannya dengan RAB dan pekerjaan di lapangan," tegasnya.
Baca juga: Sidoarjo Perkuat Penanggulangan TBC, 3.849 Kasus Ditemukan hingga September 2026
Setelah pembesian dinyatakan siap, pekerjaan betonisasi mulai dilakukan. Tahapan ini diharapkan dapat mempercepat progres proyek yang saat ini masih mengalami deviasi sekitar 9 persen.
Subandi mengatakan target penyelesaian proyek ditetapkan pada Desember 2026, sementara masa kontrak berakhir pada 16 Desember.
"Targetnya Desember, kontraknya sampai tanggal 16. Ini masih bulan Oktober. Mudah-mudahan deviasi 9 persen ini bisa kita kejar. Kuncinya PPK harus aktif. Kalau ada deviasi segera dikomunikasikan dan dicari penyelesaiannya," pungkasnya.(ih/yh)
Editor : Yuris. T. Hidayat