Surabaya,JatimUPdate.id - Pimpinan DPRD Surabaya, Arif Fathoni buka suara kembali terkait dugaan penyekapan calon tenaga kerja asisten rumah tangga (ART).
Ia menegaskan lemahnya pengawasan berdampak luas terhadap hubungan industrial.
Baca juga: Tak Cuma Ijo Royo-royo, Minun Latif: Warga Makin Sejahtera di Bawah Kepemimpinan Santri
"Ini akan berdampak luas terhadap hubungan industrial," tutur Fathoni, Kamis (8/10).
Fathoni meminta Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Surabaya melakukan pengawasan secara berkala terhadap perusahaan penyalur.
Sebab jika hal itu dibaikan hubungan industrial itu akan berdampak terhadap rusaknya relasi rumah tangga dengan keluarga pengguna jasa.
Baca juga: Ledakan Ruko San Antonio, Komisi C Soroti Penegakan SLF di Surabaya
"Jangan sampai kemudian ketika di Disnakertrans itu abai melakukan pengawasan. Ini juga mempengaruhi persepsi masyarakat terhadap hubungan industrial antara keluarga dengan ART yang ada di Kota Surabaya," katanya.
Dari sudut pandangnya, kasus tersebut memungkinkan adanya persoalan lain yang belum terungkap.
Baca juga: Reses Aning Rahmawati Soroti Pengangguran hingga BPJS Nonaktif
Maka dari itu, ia meminta setiap temuan di lapangan dievaluasi untuk memperkuat fungsi pengawasan pemerintah.
"Temuan itu harus menjadi bahan evaluasi," demikian Arif Fathoni. (Roy/Yh).
Editor : Yuris. T. Hidayat