Luas Tanam Tembakau Jombang Capai 6.508 Hektare, Pemkab Perkuat Dukungan untuk Petani

Reporter : Imam Hambali
Panen Raya Tembakau dengan Bupati Jombang Warsubi

 

Jombang, JatimUPdate.id -  Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang terus mendorong pengembangan sektor perkebunan, khususnya tembakau yang menjadi salah satu komoditas andalan ekonomi daerah.

Baca juga: Pemkab Bener Meriah Bersama Forkopimda Lakukan Panen Raya Jagung Di Kecamatan Bukit

Dukungan diberikan melalui bantuan sarana produksi, peningkatan keterampilan petani, hingga penguatan kemitraan dengan pembeli.

Bupati Jombang Warsubi menyampaikan komitmen tersebut saat menghadiri panen raya tembakau bersama petani dan pemangku kepentingan setempat, Rabu (7/10/2026).

Berdasarkan data hingga 30 September 2026, luas tanam tembakau di Kabupaten Jombang mencapai 6.508,7 hektare. Produktivitas daun tembakau basah berkisar 15–17 ton per hektare.

Warsubi mengatakan, tembakau telah menjadi bagian penting dari kehidupan ekonomi masyarakat Jombang, terutama di wilayah utara Sungai Brantas yang meliputi Kecamatan Ploso, Kudu, Plandaan, Ngusikan, dan Kabuh.

Di kawasan tersebut, tembakau menjadi pilihan utama petani setelah musim tanam padi. Tradisi ini bahkan diwariskan dari generasi ke generasi melalui semangat “Mati Urip Nandur Mbako” atau hidup dan mati untuk menanam tembakau.

“Angka ini menunjukkan bahwa tembakau merupakan komoditas yang telah lama dibudidayakan masyarakat dan memiliki peluang ekonomi yang besar apabila dikelola dengan baik, mulai dari budidaya, pengolahan, hingga pemasaran,” ujar Warsubi.

Pemkab Jombang Salurkan Bantuan Pertanian

Untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil panen, Pemkab Jombang mengalokasikan anggaran melalui APBD 2026.

Bantuan yang disalurkan meliputi 19 unit mesin rajang tembakau, 350.000 kilogram pupuk NPK khusus tembakau, serta hand tractor rotary.

Selain bantuan sarana produksi, pemerintah daerah memanfaatkan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dan kualitas tanaman.

Baca juga: Jelang Musim Panen 2026, PPR Sumenep Minta Pabrikan Rokok Dahulukan Tembakau Petani Lokal 

Program tersebut mencakup pelatihan budidaya hingga pascapanen, pembuatan demplot pembenihan dan pengembangan varietas unggul, penguatan kemitraan, serta pembinaan penangkar benih bersertifikat di Jombang.

Langkah ini diarahkan untuk memperkuat kemampuan petani dalam menghasilkan tembakau berkualitas sekaligus meningkatkan nilai tambah komoditas tersebut.

Kemitraan Petani dan Pembeli Jadi Perhatian

Di sisi pemasaran, Warsubi menekankan pentingnya membangun kemitraan yang sehat dan transparan antara petani dengan pembeli maupun perusahaan pengolah tembakau.

Menurut dia, petani membutuhkan kepastian harga yang wajar agar usaha tani tetap memberikan keuntungan. Sementara itu, pembeli membutuhkan jaminan mutu dan ketersediaan pasokan.

Keseimbangan kepentingan kedua pihak dinilai penting agar rantai usaha tembakau dapat berjalan berkelanjutan dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Baca juga: Panglima TNI : Produksi Tebu Sumbang 45 Persen Target Nasional

Ke depan, Pemkab Jombang juga menargetkan pengembangan sektor tembakau menuju agribisnis dan agroindustri modern. Salah satu fokusnya adalah mendorong regenerasi petani dengan melibatkan generasi muda dan petani milenial.

Upaya tersebut diharapkan dapat menjaga keberlanjutan usaha perkebunan tembakau sekaligus membuka peluang pengembangan usaha berbasis pertanian yang lebih modern.

“Panen raya hari ini diharapkan menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk memperkuat komoditas tembakau Jombang. Saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada para petani, penyuluh, serta pelaku usaha yang terus mendukung perkembangan sektor ini,” tutur Warsubi.

Dengan luas tanam mencapai lebih dari 6.500 hektare, tembakau masih menjadi salah satu komoditas strategis bagi perekonomian Jombang.

Tantangan berikutnya adalah memastikan dukungan pemerintah, kualitas produksi, kepastian pemasaran, dan kemitraan yang adil dapat berjalan beriringan sehingga manfaat ekonominya benar-benar dirasakan petani.(ih/yh)

Editor : Yuris. T. Hidayat

Politik Dan Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru