Jakarta, JatimUPdate.id - Menurut Prof. Dr. Juanda, S.H., M.H, Penasihat Ahli Kapolri bidang Hukum Tata Negara dan Guru Besar Hukum Tata Negara Esa menyatakan bahwa apa yang dilakukan oleh Kapolri yang baru dengan melakukan gebrakan yang tegas, cepat dan tergolong berani dalam memberantas Narkoba dan premanisme merupakan bentuk konkrit Polisi benar benar bersama dan melindungi kepentingan masyarakat.
Baca juga: Polri Resmikan Logo dan Posko Polisi Bersama Masyarakat, Perkuat Arah Pelayanan Publik
Gebrakan dan tindakan tersebut salah satu program kerja Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto sebagaimana yang beliau sampaikan di depan Komisi III DPR RI beberapa hari yang lalu.
Berikut adalah beberapa bentuk ketegasan dan komitmen yang ditunjukkan oleh Kapolri baru:
1. Menghapus Fenomena "No Viral No Justice"
Jenderal Suyudi secara tegas menginstruksikan seluruh jajarannya untuk mengubah logika lama di mana laporan masyarakat baru ditangani setelah viral di media sosial.
Beliau menegaskan bahwa laporan warga harus segera diverifikasi, ditangani, dan diberi pembaruan perkembangan kasus secara transparan tanpa menunggu menjadi viral terlebih dahulu.
Slogan baru "Polisi Bersama Masyarakat" pun diperkenalkan untuk mendekatkan instansi dengan publik.
2. Pemberantasan Narkoba Tanpa Kompromi
Baca juga: Saat Kapolri Jadi Khatib Sholat Jum'at: "Mengapa kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan?"
Sebagai mantan Kepala BNN, Jenderal Suyudi mengambil tindakan hukum yang sangat keras terhadap peredaran gelap narkotika.
Dalam operasi awal kepemimpinannya, ratusan orang terkait jaringan narkoba langsung diamankan di mana para pengedar diseret ke jalur hukum tanpa kompromi, sementara pengguna diarahkan pada rehabilitasi humanis.
3. Komitmen Rekrutmen dan SDM Berbasis Meritokrasi
Dalam hal pembinaan internal, Kapolri baru menegaskan bahwa proses pembinaan Sumber Daya Manusia (SDM) di Polri wajib didasarkan pada meritokrasi dan rekam jejak integritas.
Beliau menyatakan tidak akan memberi ruang bagi praktik-praktik kecurangan atau jalan pintas tidak sehat dalam sistem promosi maupun rekrutmen Polri.
Baca juga: Polisi Bersama Rakyat : Prioritas Program Kerja 100 hari Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto.
4. Pemberantasan Premanisme dan Pemerasan
Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto secara terbuka juga berkomitmen untuk menindak tegas segala bentuk aksi premanisme, pemerasan, serta kejahatan jalanan yang meresahkan masyarakat demi menjaga stabilitas keamanan.
Selain Itu Kapolri menegaskan bahwa Anggota Polri harus humanis, menghormati HAM, dan profesional," katanya. Ia menambahkan, polisi juga harus berhenti bersikap arogan.
Intruksi dan komitmen Kapolri tersebut sinyal kuat keperpihakan Polisi terhadap kepentingan masyarakat, oleh sebab itu program dan kebijakan tersebut tidak bisa ditunda tunda lagi dan harus segera dijabarkan secara nyata oleh Kapolda, Kapolres dan Kapolsek serta seluruh anggota Polisi dilevel manapun. Oleh karena itu masyarakat luas patut berbahagia dengan Program dan Kabijakan Bapak Kapolri ini dan Prof Juanda mengingatkan agar Program dan kebijakan Bapak Kapolri tersebut harus kita dukung sebagai bentuk kontribusi warga masyarakat dalam menciptakan kamtibmas yang kondusif, aman dan nyaman. (rilis/red)
Editor : Redaksi