Surabaya, JatimUPdate.id – Anggota Komisi C DPRD Surabaya, Buchori Imron, mengaku menerima sejumlah aspirasi warga saat menggelar reses di sejumlah titik, pada 1-8 Oktober 2026.
Aspirasi yang diterima Buchori mulai dari pembangunan drainase yang belum terealisasi, perubahan fungsi taman, hingga kebutuhan bak sampah dan perlengkapan pemulasaraan jenazah.
Baca juga: Baktiono Minta Tim Independen Audit Pasar Keputran Selatan, Soroti SLF
Buchori mengatakan, aspirasi yang disampaikan masyarakat masih berkaitan dengan kebutuhan dasar lingkungan dan persoalan yang belum terselesaikan selama beberapa tahun.
“Yang namanya reses untuk menjaring aspirasi masyarakat pasti banyak. Terutama masalah pembangunan di Kota Surabaya, sampah, permohonan masyarakat yang belum terpecahkan, drainase, dan taman,” kata Buchori, Jum'at (16/10).
Ia mencontohkan usulan perbaikan drainase di kawasan Wonosari yang telah diajukan warga berulang kali. Bahkan, lokasi tersebut sudah beberapa kali diukur, tetapi hingga kini pengerjaannya belum terealisasi.
Selain drainase, warga juga menyoroti taman yang sebelumnya tersedia, tetapi kini telah berubah fungsi.
Buchori mengaku belum mengetahui penyebab belum terealisasinya usulan drainase tersebut.
Ia menyebut, pihaknya masih menyusun laporan pertanggungjawaban (LPJ) hasil reses sebelum menelusuri persoalan itu ke Pemerintah Kota Surabaya.
“Sudah diajukan permohonan berkali-kali, sudah diukur berkali-kali, tetapi sampai saat ini belum terealisasi. Apa alasannya, ini belum kami telusuri ke pemerintah kota karena kami masih membuat laporan LPJ reses,” katanya.
Aspirasi lainnya disampaikan warga Bulak Banteng Bandarejo yang berkaitan dengan persoalan lahan. Menurut Buchori, persoalan tersebut masih membutuhkan solusi.
Baca juga: Kongres Nasional ke-42 Syarikat Islam Digelar di Surabaya, Dakwah Ekonomi Jadi Fokus Utama
Sementara itu, warga Lebakrejo III mengusulkan penambahan bak sampah serta bantuan perlengkapan jenazah, seperti kain kafan dan keranda.
Buchori menjelaskan, permintaan kain kafan muncul karena persediaan yang disiapkan keluarga warga meninggal terkadang tidak mencukupi kebutuhan.
Kondisi itu membuat warga membutuhkan dukungan persediaan kain kafan agar dapat digunakan ketika ada warga yang meninggal dunia.
“Warga juga meminta bagaimana supaya persediaan kain kafan bisa tersedia. Selain itu, ada permintaan keranda jenazah dan tambahan bak sampah,” jelasnya.
Terkait bak sampah, Buchori menyebut usulan yang disampaikan dalam reses kali ini menambah daftar kebutuhan yang belum terpenuhi.
Baca juga: Kepuasan Pelanggan Capai 93,3 Persen, TPS Dapat Apresiasi Penanganan Klaim
Pada reses sebelumnya, ia telah mengusulkan sebanyak 1.200 bak sampah. Namun, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surabaya baru merealisasikan 177 unit.
Dengan demikian, masih ada 1.023 unit dari usulan sebelumnya yang belum terealisasi.
“Dari reses yang lalu saja saya sudah mengusulkan sebanyak 1.200 bak sampah. Tapi oleh DLH baru direalisasikan 177. Sekarang banyak lagi yang meminta, setelah dihitung tidak kurang dari 300 sampai 400 bak sampah,” ungkapnya.
Buchori berharap kekurangan bak sampah tersebut dapat dipenuhi melalui penganggaran Perubahan Anggaran Keuangan (PAK), sehingga kebutuhan masyarakat terhadap fasilitas kebersihan bisa segera terpenuhi. (Roy/mmt)
Editor : Miftahul Rachman