Satu Rumah Satu Pohon Buah, Yayasan NCI dan Antam Perkuat Ketahanan Pangan Warga Puger

avatar Redaksi
  • URL berhasil dicopy
Keterangan Gambar: Yayasan Nobel Cendekia Indonesia (NCI) bersama PT Antam Tbk membagikan paket sembako kepada 50 kepala keluarga (KK) dan menandai dimulainya penanaman bibit buah untuk 100 KK di Dusu
Keterangan Gambar: Yayasan Nobel Cendekia Indonesia (NCI) bersama PT Antam Tbk membagikan paket sembako kepada 50 kepala keluarga (KK) dan menandai dimulainya penanaman bibit buah untuk 100 KK di Dusu

Jember, JatimUpdate.id — Semarak kemerdekaan di Desa Kasiyan Timur, Kecamatan Puger, tidak hanya diisi lomba rakyat. Yayasan Nobel Cendekia Indonesia (NCI) bersama PT Antam Tbk membagikan paket sembako kepada 50 kepala keluarga (KK) dan menandai dimulainya penanaman bibit buah untuk 100 KK di Dusun Krajan 1, Kamis (15/10/2026).

Kegiatan itu bertajuk "Festival Lomba Rakyat, Aksi Sosial dan Penanaman Pohon, dalam Rangka Semarak Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81".

Ketua Yayasan NCI Fathur Rosi mengatakan, sembako diperuntukkan bagi kaum duafa dan fakir miskin. Menurutnya, aksi sosial itu lahir dari kepedulian yang sama antara yayasan dan perusahaan.

"Kami bersama PT Antam memiliki komitmen dan visi misi yang sama, yaitu kami memiliki kepedulian yang sama terhadap kaum duafa," kata Fathur.

Satu KK, Satu Bibit Buah

Selain sembako, yayasan menyiapkan bibit buah bagi 100 KK. Setiap KK menerima satu bibit dari tiga jenis yang disediakan, yakni manggis, mangga, dan alpukat. Penanaman di Kasiyan Timur pada Kamis dilakukan secara simbolis. Pembagian bibit berlanjut hari ini, Jumat (16/10/2026), di Desa Gambirono-Petung dan sekitar Kecamatan Bangsalsari sebagai lokasi penerima.

Fathur menjelaskan, tema penanaman pohon tahun ini adalah ketahanan pangan keluarga.

"Jadi kami ingin menjadi bagian dari cita-cita Presiden Prabowo Subianto, yaitu bagaimana ketahanan pangan menjaga gizi anak dan keluarga. Itu merupakan cita-cita Bapak Presiden," ujarnya.

Kontribusi itu, kata dia, diwujudkan lewat konsep "satu rumah satu pohon buah". Harapannya, setiap rumah memiliki sumber pangan sendiri.

"Bagaimana rumah itu tidak ketergantungan terhadap pasar. Tidak bergantung lagi terhadap naik turunnya harga di pasar," tuturnya.

"Ingin makan buah, buahnya sudah ada di halamannya sendiri," tambahnya.

Fathur menyebut yayasan berencana melanjutkan program ini pada tahun-tahun berikutnya. Menurutnya, yayasan tidak hanya ingin menanam pohon, tetapi juga memberikan bantuan ternak unggas per kepala keluarga agar masyarakat tidak perlu membeli telur dan daging.

"Target jangka panjangnya sekitar 1.000 pohon dan terbentuknya desa binaan, yaitu satu desa yang tiap rumahnya memiliki buah dan unggas penghasil telur," ujarnya.

Pemerintah Desa Apresiasi Kegiatan

Kepala Seksi Pelayanan Pemerintah Desa Kasiyan Timur, Achmad Bahri, menyatakan pemerintah desa mengapresiasi kegiatan tersebut. Ia menilai bantuan bibit buah bermanfaat karena hasilnya langsung dinikmati warga. Menurutnya, Kasiyan Timur pernah menerima bantuan serupa dan warga sangat terbantu.

Bahri menyebut bantuan pemerintah, seperti BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai), BLT Kesra (Bantuan Langsung Tunai Kesejahteraan Rakyat), dan PKH (Program Keluarga Harapan), belum mampu menjangkau seluruh warga yang membutuhkan.

Pemerintah mengategorikan warga per KK ke dalam desil 1 sampai 4 sebagai kelompok yang wajib dibantu. Di Kasiyan Timur, warga miskin menurut kategori itu sekitar 3.000-an, sehingga bantuan yang ada tidak sampai kepada semuanya. Kondisi tersebut, kata Bahri, rawan memunculkan kecemburuan sosial.

Karena itu, Bahri menilai sembako dan bibit dari penyelenggara membantu menutup kekurangan tersebut. Desanya berpenduduk sekitar 13.500 jiwa dengan lebih dari 7.000 KK. Ia berharap kegiatan serupa berlanjut dengan cakupan lebih luas.

"Kegiatan ini bermanfaat langsung, makanya kita siap kolaborasi dengan siapa pun, organisasi apa pun yang positif," katanya.

Warga Berterima Kasih

Ucapan terima kasih juga datang dari Hasan, warga Dusun Krajan 1, Desa Kasiyan Timur, yang menerima bibit manggis dan alpukat. Ia berterima kasih kepada Yayasan NCI dan PT Antam atas bantuan tersebut. Menurutnya, penanaman bibit sangat membantu penghijauan di desanya, dan ia berharap kegiatan ini berkesinambungan.

Hasan berjanji menjaga bibit yang diterimanya. "Insyaallah akan terus merawat, terus menjaga amanah ini sampai bibit ini berbuah," katanya. Ia berharap buahnya kelak bermanfaat bagi warga sekitar.

Profil Yayasan Nobel Cendekia Indonesia

Yayasan Nobel Cendekia Indonesia berdiri pada 2026. Fokus kegiatannya mencakup pendidikan nonformal, lingkungan, dan pendampingan UMKM.

Di bidang pendidikan, yayasan telah mengelola PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat) Nobel School di Desa Gambirono, Kecamatan Bangsalsari. PKBM ini menyelenggarakan pendidikan kesetaraan Paket A, B, dan C bagi warga putus sekolah, dengan 17 murid saat ini.

Yayasan juga mengelola LKP (Lembaga Kursus dan Pelatihan) serta lembaga keaksaraan bagi warga buta huruf di segala usia. Lulusannya memperoleh Sukma (surat keterangan melek aksara).

Di bidang lingkungan, Fathur, yang menyelesaikan S2 ekonomi hijau di Universitas Trisakti Jakarta dan kembali ke Jember pada 2024, mengatakan Yayasan NCI mengusung gagasan ekonomi hijau. Menurutnya, pelaku ekonomi perlu menjaga keberlanjutan.

"Boleh ekonominya berkembang, tapi jangan sampai abai terhadap dampak ekonomi itu yang dapat merusak lingkungan," ujarnya.

Ia menilai Puger dan Jember, yang kini banyak berdiri industri, membutuhkan kelompok masyarakat yang peduli pada dampak pembangunan ekonomi. Karena itu, kata dia, yayasan ingin ikut mengambil peran.

"Silakan investor, industri berkembang di Jember, tetapi jangan lupa dampak dari itu lingkungannya harus dijaga," tuturnya.

Fathur juga berpesan agar warga tidak menunggu menjadi pejabat untuk berbuat bagi masyarakat.

"Jadi, apa yang bisa kita berikan yang penting berdampak meskipun hanya kepada satu orang, lakukan saja," tutupnya. (#)