<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
            xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
            xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
            xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
            xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
            xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"><channel>
                <title>jatimupdate.id - Informasi Berita Jawa Timur</title>
                <atom:link href="https://jatimupdate.id/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
                <link>https://jatimupdate.id/</link>
                <description>Update Informasi berita peristiwa terkini daerah Jawa Timur dan sekitarnya</description>
                <lastBuildDate>Thu, 30 Jul 2026 20:00:00 +0700</lastBuildDate>
                <language>id-ID</language>
                <generator>https://jatimupdate.id/</generator>
                <image>
                    <url>https://jatimupdate.id/content/uploads/logo/logo.png</url>
                    <title>jatimupdate.id - Informasi Berita Jawa Timur</title>
                    <link>https://jatimupdate.id/</link>
                </image><item>
                    <title><![CDATA[Festival Kopi dan Ekraf Hidupkan Kota Lama Surabaya, UMKM Sebut Promosi Lebih Penting dari Omzet]]></title>
                    <link>https://jatimupdate.id/baca-18472-festival-kopi-dan-ekraf-hidupkan-kota-lama-surabaya-umkm-sebut-promosi-lebih-penting-dari-omzet</link>
                    <guid isPermaLink="false">https://jatimupdate.id/baca-18472-festival-kopi-dan-ekraf-hidupkan-kota-lama-surabaya-umkm-sebut-promosi-lebih-penting-dari-omzet</guid>
                    <pubDate>Thu, 30 Jul 2026 20:00:00 +0700</pubDate>
                    <description><![CDATA[Surabaya, JatimUPdate.id – Halaman Gedung Internatio di kawasan Kota Lama Surabaya berubah menjadi pusat pertemuan pelaku usaha, penikmat kopi, dan masyarakat, ]]></description>
                    <content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 1.1rem;"><strong>Surabaya, JatimUPdate.id</strong> &ndash; Halaman Gedung Internatio di kawasan Kota Lama Surabaya berubah menjadi pusat pertemuan pelaku usaha, penikmat kopi, dan masyarakat, Kamis (30/7). Ratusan orang silih berganti memenuhi area Festival Inovasi Produk Daya Tarik Wisata dalam rangka Pameran Kopi dan Ekonomi Kreatif 2026 Sesi VII, sebuah agenda yang bukan hanya menghadirkan suasana wisata, tetapi juga menjadi panggung bagi pelaku UMKM untuk memperluas pasar.</span></p>
<p>Selama dua hari, 30-31 Juli 2026, sebanyak 20 pelaku UMKM dari Surabaya, Gresik, dan Sidoarjo memamerkan berbagai produk unggulan. Mulai dari kopi khas Nusantara, teh, cokelat, makanan olahan, kebab, hingga aneka camilan memenuhi setiap stan yang ramai diserbu pengunjung.</p>
<p><img src="https://jatimupdate.id/content/uploads/202607/1002329476.jpg" alt="" width="100%" height="auto" /></p>
<p>Di sela alunan musik dari Bring in Band, para pengunjung tampak menikmati secangkir kopi sambil berbincang langsung dengan pelaku usaha. Tidak sedikit yang penasaran dengan proses pengolahan produk, asal bahan baku, hingga cerita di balik lahirnya setiap merek lokal yang dipasarkan.</p>
<p>Festival yang didukung Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur bersama DPRD Provinsi Jawa Timur itu memang dirancang bukan sekadar menjadi pameran. Pemerintah ingin menjadikan kegiatan tersebut sebagai ruang bertemunya pelaku usaha, pemerintah, komunitas, akademisi, investor, dan masyarakat dalam membangun ekosistem ekonomi kreatif yang berkelanjutan.</p>
<p>Mewakili Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur, Tim Bidang Pemasaran dan Kelembagaan Ekonomi Kreatif, Ibnu Purwantama, mengatakan Jawa Timur memiliki potensi besar yang harus terus didorong agar mampu menjadi kekuatan ekonomi daerah.</p>
<p>"Festival ini merupakan salah satu upaya Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk memperkuat promosi dan pengembangan produk unggulan daerah yang berkaitan erat dengan sektor pariwisata. Jawa Timur memiliki kopi berkualitas dunia serta beragam produk ekonomi kreatif yang lahir dari kreativitas masyarakat. Potensi ini harus terus dikembangkan agar mampu memberikan nilai tambah ekonomi, membuka peluang usaha, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan daya saing daerah," ujarnya.</p>
<p>Menurut Ibnu, festival tersebut juga menjadi wadah mempertemukan berbagai pihak untuk memperluas jejaring dan membuka peluang kerja sama.</p>
<p>"Kami ingin menghadirkan ruang kolaborasi yang mempertemukan pelaku usaha, komunitas, akademisi, pemerintah, investor, dan masyarakat. Tidak hanya sebagai ajang promosi, tetapi juga tempat bertukar ide, membangun jaringan, serta menciptakan kemitraan yang berkelanjutan," katanya.</p>
<p>Ia menegaskan keberhasilan sebuah festival tidak semata-mata diukur dari ramainya pengunjung. Yang lebih penting adalah dampak ekonomi yang dihasilkan bagi para pelaku usaha.</p>
<p>"Peningkatan transaksi, lahirnya peluang kemitraan baru, semakin luasnya promosi produk lokal, hingga meningkatnya kunjungan wisata menjadi indikator keberhasilan yang ingin kami capai," tuturnya.</p>
<p>Harapan itu diamini para pelaku UMKM yang merasakan langsung manfaat mengikuti pameran.</p>
<p>Bayu Febrianto, pemilik Playground Coffee, mengaku sudah beberapa kali mengikuti kegiatan serupa. Baginya, festival seperti ini jauh lebih bernilai sebagai media membangun pelanggan dibanding sekadar mengejar penjualan sesaat.</p>
<p>"Kalau menurut saya, acara seperti ini sangat worth it buat UMKM, terutama pemilik kedai kopi. Yang dicari bukan hanya omzet, tapi pelanggan baru dan kesempatan mengenalkan kopi-kopi Indonesia yang kualitasnya luar biasa," kata Bayu.</p>
<p>Di stan miliknya, Bayu menyajikan kopi dengan metode manual brew menggunakan biji Arabika pilihan dari berbagai daerah di Indonesia. Ia mengaku banyak pengunjung yang baru pertama kali mengenal teknik seduh tersebut.</p>
<p>"Mayoritas masyarakat tahunya kopi tubruk. Di sini kami sekalian mengedukasi bagaimana kopi filter dibuat, mulai dari ukuran gilingan, rasio kopi, sampai suhu air yang semuanya menentukan cita rasa," jelasnya.</p>
<p>Pengalaman mengikuti festival sebelumnya juga memberikan hasil positif. Bayu mengaku omzet penjualan pada kegiatan pekan lalu mencapai lebih dari Rp1,5 juta. Namun, menurutnya, nilai terbesar justru datang dari bertambahnya pelanggan baru yang kemudian mengenal produk dan kedainya.</p>
<p>"Kalau untuk memperkenalkan produk kepada masyarakat, acara seperti ini benar-benar membantu," ujarnya.</p>
<p>Cerita serupa datang dari Aprilia, pemilik Olive Canteen di kawasan Mulyosari, Surabaya. Ia mengaku rutin mengikuti pameran yang difasilitasi Disbudpar Jatim sejak tahun lalu.</p>
<p>Menurutnya, keberadaan pameran sangat membantu pelaku usaha yang lokasi tokonya tidak berada di jalan utama sehingga membutuhkan media promosi agar lebih dikenal masyarakat.</p>
<p>"Olive Canteen berada di dalam Apartemen Grand Dharmahusada Lagoon, jadi memang tidak semua orang tahu lokasi kami. Lewat pameran ini banyak pengunjung yang akhirnya bertanya tempat kami di mana dan ingin datang langsung," ujarnya.</p>
<p>Aprilia mengatakan peningkatan omzet memang bergantung pada waktu pelaksanaan. Saat akhir pekan penjualan biasanya lebih tinggi dibanding hari kerja. Namun, baginya, manfaat terbesar justru datang dari promosi yang diperoleh secara gratis.</p>
<p>"Kalau omzet itu nomor dua. Yang paling penting orang jadi tahu produk kami dan tahu lokasi usaha kami. Itu yang paling terasa manfaatnya," katanya.</p>
<p>Festival Kopi dan Ekonomi Kreatif 2026 menjadi gambaran bagaimana kawasan Kota Lama Surabaya kini berkembang bukan hanya sebagai destinasi wisata sejarah, tetapi juga sebagai pusat aktivitas ekonomi kreatif. Melalui kolaborasi pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat, ruang-ruang publik dihidupkan kembali sekaligus menjadi etalase bagi produk-produk lokal Jawa Timur untuk menjangkau pasar yang lebih luas.(<span style="font-size: 1.1rem;">DPR)</span></p>]]></content:encoded>
                    <media:content url="https://jatimupdate.id/content/uploads/202607/1002329286.jpg" medium="image">
                    <media:title type="html"><![CDATA[Festival Inovasi Produk Daya Tarik Wisata dalam rangka Pameran Kopi dan Ekonomi Kreatif 2026 Sesi VII]]></media:title></media:content>
                    <dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator><category><![CDATA[Peristiwa]]></category></item><item>
                    <title><![CDATA[Hetifah: Putusan MK Perkuat Fokus Anggaran Pendidikan Demi Mutu Sekolah Nasional]]></title>
                    <link>https://jatimupdate.id/baca-18471-hetifah-putusan-mk-perkuat-fokus-anggaran-pendidikan-demi-mutu-sekolah-nasional</link>
                    <guid isPermaLink="false">https://jatimupdate.id/baca-18471-hetifah-putusan-mk-perkuat-fokus-anggaran-pendidikan-demi-mutu-sekolah-nasional</guid>
                    <pubDate>Thu, 30 Jul 2026 19:58:00 +0700</pubDate>
                    <description><![CDATA[Jakarta, JatimUPdate.id – Ketua Komisi X DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Hetifah Sjaifudian, menilai putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang mewajibkan p]]></description>
                    <content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, JatimUPdate.id </strong>&ndash; Ketua Komisi X DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Hetifah Sjaifudian, menilai putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang mewajibkan pemisahan anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari anggaran pendidikan menjadi momentum penting untuk mengembalikan fokus belanja negara pada peningkatan mutu pendidikan nasional.</p>
<p>Menurut Hetifah, putusan MK tidak hanya memberikan kepastian hukum, tetapi juga memperkuat arah pembangunan sumber daya manusia melalui optimalisasi anggaran pendidikan sesuai amanat konstitusi.</p>
<p>"Putusan ini memberikan kepastian konstitusional bahwa anggaran pendidikan harus benar-benar digunakan untuk mendukung penyelenggaraan pendidikan secara langsung dan tidak boleh mengurangi pemenuhan hak warga negara atas pendidikan," ujar Hetifah, Kamis (30/7/2026).<br />Ia menegaskan, kebutuhan sektor pendidikan saat ini masih sangat besar, mulai dari peningkatan kualitas guru, pembangunan dan revitalisasi sarana-prasarana sekolah, pemerataan akses pendidikan, hingga penguatan riset, inovasi, dan pendidikan vokasi.</p>
<p>Menurutnya, seluruh kebutuhan tersebut membutuhkan dukungan anggaran yang memadai agar kualitas pendidikan Indonesia terus meningkat.</p>
<p>"Anggaran pendidikan merupakan investasi jangka panjang bagi kemajuan bangsa. Karena itu, setiap rupiah yang dialokasikan harus benar-benar memberikan manfaat bagi peningkatan kualitas pendidikan nasional," tegasnya.</p>
<p>Hetifah juga berpandangan bahwa pemisahan anggaran MBG justru akan membuat dua program strategis pemerintah berjalan lebih optimal. Program MBG tetap dapat dilaksanakan melalui skema pendanaan tersendiri, sementara anggaran pendidikan tetap difokuskan pada peningkatan layanan pendidikan.</p>
<p>Ia menilai pertimbangan hukum MK sejalan dengan aspirasi berbagai kalangan yang selama ini menginginkan agar integritas anggaran pendidikan tetap dijaga dan tidak bergeser dari tujuan utamanya.</p>
<p>Sebagai Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah berharap pemerintah segera menyesuaikan pengelolaan APBN sesuai putusan MK serta memastikan seluruh program prioritas nasional berjalan efektif tanpa mengurangi kualitas layanan pendidikan.</p>
<p>"Komisi X DPR RI akan terus menjalankan fungsi pengawasan agar amanat konstitusi mengenai anggaran pendidikan dilaksanakan secara konsisten, akuntabel, dan benar-benar berpihak pada peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia," pungkasnya (*)<br />&nbsp;<br />&nbsp;</p>]]></content:encoded>
                    <media:content url="https://jatimupdate.id/content/uploads/202506/ketua_komisi_x_dpr_ri__hetifah_sjaifudian__foto__dok_vel20250326105208.jpg" medium="image">
                    <media:title type="html"><![CDATA[Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian]]></media:title></media:content>
                    <dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator><category><![CDATA[Politik dan Pemerintahan]]></category></item><item>
                    <title><![CDATA[Night Ride Forkopimda: Syaifuddin Gaungkan Semangat Jogo Suroboyo, Hidupkan Kota Lama]]></title>
                    <link>https://jatimupdate.id/baca-18470-night-ride-forkopimda-syaifuddin-gaungkan-semangat-jogo-suroboyo-hidupkan-kota-lama</link>
                    <guid isPermaLink="false">https://jatimupdate.id/baca-18470-night-ride-forkopimda-syaifuddin-gaungkan-semangat-jogo-suroboyo-hidupkan-kota-lama</guid>
                    <pubDate>Thu, 30 Jul 2026 19:27:00 +0700</pubDate>
                    <description><![CDATA[Surabaya,JatimUPdate.id – Ketua DPRD Surabaya, Syaifuddin Zuhri, bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menggelar Night Ride mengendarai ]]></description>
                    <content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 1.1rem;"><strong>Surabaya,JatimUPdate.id</strong> &ndash; Ketua DPRD Surabaya, Syaifuddin Zuhri, bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menggelar Night Ride mengendarai sepeda motor RX King mengelilingi sejumlah ruas jalan di Surabaya, Rabu (29/7) malam.</span></p>
<p>Rombongan memulai perjalanan dari Rumah Dinas Ketua DPRD Surabaya di Jalan Porong, kemudian melintasi kawasan Kota Lama hingga Jalan Tunjungan.&nbsp;</p>
<p>Selain menikmati suasana malam, kegiatan itu juga menjadi sarana memantau aktivitas masyarakat sekaligus menyampaikan pesan menjaga keamanan dan kondusivitas Kota Pahlawan.</p>
<p>Syaifuddin mengatakan, Night Ride menjadi simbol kekompakan Forkopimda dalam menjaga Surabaya.</p>
<p>"Yang terus kita lakukan adalah kebersamaan agar masyarakat tenang dan optimistis. Ekonomi juga bisa berjalan. Inilah contoh arek-arek Suroboyo," ujarnya.</p>
<p>Ia menegaskan, meski memiliki kewenangan berbeda, seluruh unsur Forkopimda tetap bersatu menjaga Kota Surabaya.</p>
<p>"Apa pun jabatannya, semuanya tetap tidak menghilangkan gaya arek Suroboyo. Jogo Suroboyo adalah tekad arek-arek Suroboyo," tegasnya.</p>
<p>Syaifuddin juga menyoroti perkembangan kawasan Kota Lama yang dinilai semakin ramai dikunjungi masyarakat.&nbsp;</p>
<p>Menurutnya, kawasan tersebut memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata sejarah sekaligus pusat ekonomi kreatif.</p>
<p>Ia berharap pemilik bangunan cagar budaya ikut menghidupkan kawasan tersebut, termasuk mendorong pelaku UMKM dan pedagang kaki lima menyesuaikan konsep usahanya dengan nuansa Kota Lama.</p>
<p>"Tujuannya agar bangunan cagar budaya memiliki nilai ekonomi tanpa menghilangkan nilai sejarahnya. Seperti pesan Bung Karno, Jas Merah, jangan sekali-kali melupakan sejarah. Surabaya boleh menjadi kota metropolitan, tetapi tidak boleh meninggalkan semangat arek-arek Suroboyo," katanya.</p>
<p>Komandan Sastrol Kodaeral V, Moch. Anton Maulana, mengajak komunitas otomotif ikut berkontribusi menjaga keamanan kota.</p>
<p>"Satu aspal, satu hobi, tetap Jogo Suroboyo," ucapnya.</p>
<p>Dandim 0830/Surabaya, Kolonel Inf. Bambang Raditya, mengatakan kegiatan tersebut menjadi ajakan kepada masyarakat, khususnya generasi muda, untuk menjaga Surabaya dari berbagai aktivitas negatif.</p>
<p>"Kalau bukan kita yang jaga siapa lagi. Banyak isu-isu negatif, banyak anak-anak keluar malam melakukan hal-hal negatif. Ayo sama-sama orang asli Surabaya harus jaga Surabaya," katanya.</p>
<p>Sementara itu, Kajari Tanjung Perak, Tri Anggoro Mukti, menilai Night Ride menjadi bukti solidnya sinergi Forkopimda dalam menjaga keamanan dan ketertiban di Kota Pahlawan.</p>
<p>"Kegiatan ini menandakan bahwa Forkopimda Surabaya tetap guyub, kompak, dan bersama-sama menjaga keamanan serta kondusivitas Kota Surabaya," pungkasnya. (Roy/Yh)</p>]]></content:encoded>
                    <media:content url="https://jatimupdate.id/content/uploads/202607/night-ride-forkopimda-surabaya.jpg" medium="image">
                    <media:title type="html"><![CDATA[Night Ride Forkopimda, dok Jatimupdate.id/bmb]]></media:title></media:content>
                    <dc:creator><![CDATA[Yuris. T. Hidayat]]></dc:creator><category><![CDATA[Peristiwa]]></category></item><item>
                    <title><![CDATA[Komisi D DPRD Surabaya Kawal Tunjangan Guru PAI, Abdul Ghoni: Jangan Sampai Terlambat Lagi]]></title>
                    <link>https://jatimupdate.id/baca-18469-komisi-d-dprd-surabaya-kawal-tunjangan-guru-pai-abdul-ghoni-jangan-sampai-terlambat-lagi</link>
                    <guid isPermaLink="false">https://jatimupdate.id/baca-18469-komisi-d-dprd-surabaya-kawal-tunjangan-guru-pai-abdul-ghoni-jangan-sampai-terlambat-lagi</guid>
                    <pubDate>Thu, 30 Jul 2026 19:09:00 +0700</pubDate>
                    <description><![CDATA[Surabaya,JatimUPdate.id – Komisi D DPRD Surabaya meminta keterlambatan pencairan tunjangan profesi Guru Pendidikan Agama Islam (GPAI) tidak kembali t]]></description>
                    <content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 1.1rem;"><strong>Surabaya,JatimUPdate.id</strong> &ndash; Komisi D DPRD Surabaya meminta keterlambatan pencairan tunjangan profesi Guru Pendidikan Agama Islam (GPAI) tidak kembali terulang.&nbsp;</span></p>
<p>Hal itu mencuat dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama Forum GPAI PPPK Surabaya, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Surabaya, dan Dinas Pendidikan (Dispendik) Surabaya, Kamis (30/7).</p>
<p>RDP mengurai penyebab keterlambatan pencairan tunjangan profesi guru sekaligus memastikan langkah konkret persoalan serupa tidak kembali terjadi.</p>
<p>Perwakilan Forum GPAI PPPK Surabaya, I.I. Purnomo, mengatakan pihaknya lebih dulu melakukan klarifikasi kepada Kemenag sebelum diadukann ke Komisi D DPRD Surabaya.</p>
<p>"Alhamdulillah pada intinya mengenai keterlambatan tunjangan profesi guru. Kami sudah berupaya tabayun ke Kemenag sehingga di-ACC. Sudah terlanjur masuk surat di Komisi D dan akhirnya semua dipanggil," tuturnya.</p>
<p>Purnomo menjelaskan, tunjangan yang seharusnya diterima pada awal tahun mengalami keterlambatan hingga beberapa bulan.</p>
<p>Ia menambahkan, Forum GPAI bersama Komisi D akan terus mengawal penyelesaian persoalan tersebut agar tidak kembali terjadi.</p>
<p>"Kan kita menerima awal itu Januari sampai Februari dan paling terlambat Maret, April, Mei, Juni," katanya.</p>
<p>Kepala Kantor Kemenag Kota Surabaya, M. Muslim, memastikan seluruh tunggakan tunjangan profesi guru telah dicairkan pada 24 Juli 2026.</p>
<p>"Alhamdulillah tanggal 24 kemarin sudah cair semua, jadi tidak ada masalah. Forum ini tadi mendiskusikan agar ke depan tidak terjadi lagi hal-hal seperti ini," jelasnya.</p>
<p>Menurut Muslim, Kemenag bersama pihak terkait akan berupaya mempercepat proses penyaluran anggaran dari pemerintah pusat agar pencairan tunjangan tidak lagi terlambat.</p>
<p>Ia juga mengungkapkan Kemenag menerima tambahan anggaran sekitar Rp14 miliar yang seluruhnya diprioritaskan untuk pembayaran tunjangan profesi guru agama.</p>
<p>"Dana tambahan kurang lebih Rp14 miliar itu sudah diprioritaskan seluruhnya untuk tunjangan profesi guru agama," ungkapnya.</p>
<p>Anggota Komisi D DPRD Surabaya, Abdul Ghoni Muklas Niam, mengingatkan agar penyelesaian persoalan tetap mengacu pada ketentuan pengelolaan anggaran karena dana tunjangan profesi guru merupakan kewenangan pemerintah pusat.</p>
<p>"Maka dari itu kita dorong agar bisa mencari solusi. Kalau pos anggarannya berbeda, khawatir nanti menjadi temuan BPK dan justru menimbulkan persoalan hukum," katanya.</p>
<p>Politisi PDI Perjuangan itu berharap keterlambatan pencairan tunjangan profesi guru tidak lagi terjadi sehingga para guru dapat menjalankan tugasnya dengan tenang.</p>
<p>"Mudah-mudahan permasalahan ini tidak terjadi berulang kembali. Kita berharap bukan siswanya saja yang sehat, tapi gurunya pun juga harus sehat," pungkasnya. (Roy/mmt)</p>]]></content:encoded>
                    <media:content url="https://jatimupdate.id/content/uploads/202607/rdp-guru-pai-di-komisi-d-dprd-surabaya.jpg" medium="image">
                    <media:title type="html"><![CDATA[RDP Forum GPAI PPPK di Komisi D DPRD Surabaya,dok Jatimupdate.id/trs]]></media:title></media:content>
                    <dc:creator><![CDATA[Miftahul Rachman]]></dc:creator><category><![CDATA[Pendidikan]]></category></item><item>
                    <title><![CDATA[Tempo Umumkan Pemimpin Redaksi Baru]]></title>
                    <link>https://jatimupdate.id/baca-18468-tempo-umumkan-pemimpin-redaksi-baru</link>
                    <guid isPermaLink="false">https://jatimupdate.id/baca-18468-tempo-umumkan-pemimpin-redaksi-baru</guid>
                    <pubDate>Thu, 30 Jul 2026 14:18:00 +0700</pubDate>
                    <description><![CDATA[ 
 
Bagja Hidayat diangkat menjadi pemimpin redaksi, menggantikan Setri Yasra yang diberi tanggung jawab mengelola unit bisnis baru di Tempo.
Jakarta, J]]></description>
                    <content:encoded><![CDATA[<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em><strong>Bagja Hidayat diangkat menjadi pemimpin redaksi, menggantikan Setri Yasra yang diberi tanggung jawab mengelola unit bisnis baru di Tempo.</strong></em></p>
<p><strong>Jakarta, JatimUPdate.id </strong>&ndash; PT Tempo Inti Media Tbk. mengumumkan penggantian Pemimpin Redaksi Tempo dari Setri Yasra kepada Bagja Hidayat, yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Pemimpin Redaksi.</p>
<p>Serah terima jabatan berlangsung pada Rabu, (29/07/2026) dalam rangka regenerasi dan memenuhi kebutuhan organisasi.&nbsp;</p>
<p>Bagja bergabung dengan Tempo pada 2001 sebagai reporter desk Hukum dan Kriminal, lalu Ekonomi dan Bisnis, Politik, sebelum akhirnya bergabung dan memimpin desk Investigasi (2005-2015). &nbsp;</p>
<p>Pria kelahiran Kuningan, 15 Maret 1978 tersebut menyelesaikan studi di Fakultas Kehutanan IPB University pada 2000 dan melanjutkan studi ke Binus Business School pada 2016.&nbsp;</p>
<p>Ia kerap meraih berbagai penghargaan jurnalistik, dua di antaranya adalah penghargaan Jurnalis Jakarta Award dan Mochtar Loebis Award untuk liputan-liputan investigasi. Bagja juga telah meluncurkan satu buku yang terbit pada 2014 yang berjudul #kelaSelasa: Jurnalisme, Media, dan Teknik Menulis Berita. Bagja menjabat Wakil Pemimpin Redaksi sejak 2023.</p>
<p>Adapun Setri, yang mendapat tanggung jawab baru sebagai pemimpin unit bisnis di Tempo, mengawali karier sebagai wartawan desk Ekonomi dan Bisnis pada 2001. Selanjutnya, pria kelahiran Padang, 30 Juli 1974 ini menduduki berbagai posisi, seperti Redaktur Pelaksana desk Ekonomi dan Bisnis (2010), Redaktur Pelaksana desk Nasional (2014), dan Kepala desk Investigasi (2016), Redaktur Eksekutif koran Tempo (2017), dan Redaktur Eksekutif majalah Tempo (2018). &nbsp;</p>
<p>Alumnus Fakultas Ekonomi Universitas Riau dan magister Komunikasi dari Universitas Paramadina itu lantas diangkat menjadi Pemimpin Redaksi Tempo.co periode Oktober 2019-12 Juli 2021, dilanjutkan Pemimpin Redaksi majalah Tempo dan Tempo (setelah integrasi single brand) periode 12 Juli 2021-29 Juli 2026.&nbsp;</p>
<p>Direktur Utama PT Tempo Inti Media, Tbk. Arif Zulkifli menyebutkan, pergantian Pemimpin Redaksi merupakan bagian dari penyegaran dan kaderisasi di dalam organisasi yang berjalan secara reguler. &ldquo;Setiap Pemimpin Redaksi memiliki tantangan tersendiri. Sebagai Pemimpin Redaksi periode 2021-2026, Setri konsisten menjaga sikap editorial Tempo di tengah turbulensi politik yang tak mudah selama Pemilu 2024,&rdquo; ucapnya.&nbsp;</p>
<p><br />Menurut Arif, duet Setri dan Bagja di redaksi sukses mengimplementasikan transformasi digital di lingkungan Grup Tempo Media, &nbsp;termasuk di dalamnya adalah mengembangkan program siniar (podcast) seperti Bocor Alus Politik, Jelasin, dong!, Tukang Kupas Perkara, dan siniar-siniar lainnya. Mereka juga &nbsp;mengawal integrasi dan transformasi newsroom dengan baik.</p>
<p>Bagja sebagai pemimpin redaksi yang baru, ujar Arif, juga bakal menghadapi tantangan yang tidak mudah. &ldquo;Tapi, dengan perjalanan dia sejauh ini, kami yakin Bagja bisa membawa Tempo lebih maju lagi,&rdquo; kata Arif yang menjabat pemimpin redaksi Tempo periode 2013-2019.&nbsp;</p>
<p>Di masa kepemimpinannya, Setri dan Bagja melahirkan banyak inovasi keredaksian. Salah satunya adalah peluncuran platform berita tunggal, yang diistilahkan sebagai single brand, pada 17 November 2024. &nbsp;Disebut single brand karena sejak hari itu Tempo mengintegrasikan situs web koran.tempo.co dan majalah.tempo.co ke dalam tempo.co. Dengan penyatuan ini, Tempo digital menyajikan tiga jenis berita: gratis, freemium (gratis namun harus mendaftar), dan berbayar.</p>
<p>Redaksi Tempo mengembangkan penyebarluasan berita Tempo ke ranah multimedia lewat berbagai ngsiniar, seperti Bocor Alus Politik, Jelasin Dong!, dan Tukang Kupas Perkara. &nbsp;Inovasi-inovasi tersebut yaberhasil meningkatkan jumlah pelanggan dan pendapatan dari pembaca 2025 sebesar 44,89 persen secara tahunan. Tempo mencatat jumlah pengguna yang mengakses Tempo.co mencapai 11 juta pengguna per bulan. &nbsp;</p>
<p>Terobosan ini membawa Tempo meraih penghargaan Best Reader Revenue Strategy dalam ajang Digital Media Awards (Asia-Pacific) 2026 yang diselenggarakan oleh World Association of News Publishers (WAN-IFRA) atau Asosiasi Dunia Surat Kabar dan Penerbit Berita. Dalam kategori tersebut, Tempo menyabet peringkat Gold. Penghargaan tersebut diberikan dalam acara yang berlangsung di Manila, Filipina, 28 April 2026.</p>
<p>Penganugerahan penghargaan ini menjadi bukti bahwa sikap editorial Tempo yang independen serta liputan investigasi bisa meningkatkan kepercayaan pembaca, dan kepercayaan itu bisa dikonversi menjadi dukungan lewat berlangganan. Tempo berharap penghargaan ini bisa meningkatkan motivasi tim redaksi untuk menghasilkan liputan-liputan investigatif, serta mendorong tim pemasaran untuk lebih kreatif dalam menggalang dukungan pembaca.</p>
<p>Redaksi juga berperan penting dalam penerapan praktik-praktik keberlanjutan (sustainability) Tempo. &nbsp;Di aspek tata kelola (governance), Tempo terus memperkuat tata kelola perusahaan. Pemisahan antara fungsi editorial dan komersial -- sesuatu yang makin sulit ditemukan di banyak media karena tekanan bisnis -- dipertegas. &nbsp;</p>
<p>Sementara itu, di aspek sosial, redaksi Tempo banyak menjalankan inisiatif yang berhubungan dengan penguatan literasi publik, pendidikan jurnalistik untuk mahasiswa maupun aktivis masyarakat sipil, penguatan kapasitas media lokal, penajaman riset berbasis data melalui kerja sama dengan berbagai lembaga studi dan universitas, dan produksi berbagai informasi yang kredibel secara regular, yang pada akhirnya akan menunjang identifikasi dan solusi berbagai persoalan sosial di masyarakat.</p>
<p>Kerja keras redaksi secara langsung berperan meningkatkan performa bisnis Perseroan. Di tahun 2025, Perseroan mencatatkan laba komprehensif sebesar Rp 2,57 miliar; tumbuh 17,7 persen dari laba komprehensif tahun sebelumnya yang sebesar Rp 2,19 miliar.</p>]]></content:encoded>
                    <media:content url="https://jatimupdate.id/content/uploads/202607/img-20260729-wa0968.jpg" medium="image">
                    <media:title type="html"><![CDATA[Serah terima jabatan Pemimpin Redaksi Tempo dari Setri Yasra (kanan) kepada Bagja Hidayat di Gedung Tempo, Palmerah Barat, Jakarta, 29 Juli 2026. (Foto: Tempo/Nita Dian).]]></media:title></media:content>
                    <dc:creator><![CDATA[Yuris. T. Hidayat]]></dc:creator><category><![CDATA[Peristiwa]]></category><category><![CDATA[Politik dan Pemerintahan]]></category></item><item>
                    <title><![CDATA[Aktivis HAM Moch Taufik Siap Advokasi Pedagang Rokok Lokal, Minta Penindakan Dihentikan]]></title>
                    <link>https://jatimupdate.id/baca-18466-aktivis-ham-moch-taufik-siap-advokasi-pedagang-rokok-lokal-minta-penindakan-dihentikan</link>
                    <guid isPermaLink="false">https://jatimupdate.id/baca-18466-aktivis-ham-moch-taufik-siap-advokasi-pedagang-rokok-lokal-minta-penindakan-dihentikan</guid>
                    <pubDate>Thu, 30 Jul 2026 12:25:00 +0700</pubDate>
                    <description><![CDATA[Surabaya,JatimUpdate.id – Aktivis HAM Moch Taufik mengajak pedagang rokok lokal di berbagai daerah bersatu menyuarakan aspirasi terkait penindakan yang d]]></description>
                    <content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 1.1rem;"><strong>Surabaya,JatimUpdate.id</strong> &ndash; Aktivis HAM Moch Taufik mengajak pedagang rokok lokal di berbagai daerah bersatu menyuarakan aspirasi terkait penindakan yang dianggap merugikan masyarakat kecil.</span></p>
<p>Melalui video yang diunggah di akun pribadinya dan diizinkan untuk dikutip JatimUpdate.id, Kamis (30/7), Taufik mengaku siap memberikan pendampingan hukum kepada pedagang yang mengalami penyitaan barang dagangan tanpa kejelasan proses hukum.</p>
<p>Menurutnya, banyak pedagang rokok lokal hanya berupaya mencari nafkah memenuhi kebutuhan keluarga.</p>
<p>Sehingga, ia menilai pendekatan penegakan hukum lebih mengedepankan solusi daripada tindakan represif.</p>
<p>"Anda dilakukan penindakan kemudian disita tanpa ada kepastian hukum. Ini sesuatu yang sangat-sangat bertentangan dengan hukum. Anda hanya mencari seribu dua ribu untuk memberikan nafkah kepada keluarganya," kata Taufik.</p>
<p>Taufik mengajak pedagang rokok lokal, pelaku UMKM, hingga pemilik warung Madura untuk membangun komunikasi melalui grup yang akan dibentuknya.&nbsp;</p>
<p>Ia menyatakan siap mengadvokasi pedagang di seluruh Indonesia.</p>
<p>Selain itu, ia meminta pemerintah daerah dan aparat Bea Cukai memberikan pendampingan kepada produsen rokok lokal agar memenuhi kewajiban cukai sesuai ketentuan yang berlaku.</p>
<p>Menurutnya, produsen rokok skala kecil menghadapi kesulitan memenuhi persyaratan administrasi dan perizinan sehingga membutuhkan pembinaan, bukan semata penindakan.</p>
<p>"Kepada gubernur, bupati dan kawan-kawan Bea Cukai, ayo berikan pendampingan para pengusaha, para produsen untuk bisa membayar cukai. Karena memang secara aturan sulit, rokok lokal itu sangat-sangat sulit bisa membayar pita cukai," katanya.</p>
<p>Taufik menilai penegakan hukum harus kembali pada tujuan utamanya, yakni menghadirkan keadilan, kepastian hukum, dan kemanfaatan bagi masyarakat.</p>
<p>Ia mempertanyakan manfaat penertiban apabila masyarakat yang kesulitan memperoleh pekerjaan justru kehilangan sumber penghasilan tanpa kejelasan mekanisme penyelesaian atas barang yang disita.</p>
<p>"Apakah adil kepada masyarakat kecil? Apakah manfaat dalam penegakan itu? Ketika disita, ke mana dia harus mengurusnya? Kita harus kembali kepada tujuan hukum, yaitu keadilan, kepastian, dan kemanfaatan," tegasnya.</p>
<p>Taufik kembali mengajak para pedagang rokok lokal di seluruh Indonesia untuk bersatu dan tidak takut memperjuangkan hak mereka memperoleh penghidupan yang layak.</p>
<p>"Warung-warung Madura yang jualan rokok lokal, jangan takut. Saya siap mengadvokasi seluruh Indonesia. Kita ingin mencari nafkah karena negara belum mampu menyediakan lapangan pekerjaan," beber Moch Taufik. (Roy/yh)</p>]]></content:encoded>
                    <media:content url="https://jatimupdate.id/content/uploads/202607/aktivis-ham-moch-taufik.png" medium="image">
                    <media:title type="html"><![CDATA[Aktivis HAM, Moch Taufik, tangkapan layar]]></media:title></media:content>
                    <dc:creator><![CDATA[Yuris. T. Hidayat]]></dc:creator><category><![CDATA[Hukum dan Kriminal]]></category></item><item>
                    <title><![CDATA[Polsek Metro Tamansari Amankan Pengguna Tembakau Sintetis Saat Razia Kejahatan Jalanan]]></title>
                    <link>https://jatimupdate.id/baca-18465-polsek-metro-tamansari-amankan-pengguna-tembakau-sintetis-saat-razia-kejahatan-jalanan</link>
                    <guid isPermaLink="false">https://jatimupdate.id/baca-18465-polsek-metro-tamansari-amankan-pengguna-tembakau-sintetis-saat-razia-kejahatan-jalanan</guid>
                    <pubDate>Thu, 30 Jul 2026 11:01:00 +0700</pubDate>
                    <description><![CDATA[Jakarta Barat, JatimUPdate.id – Kegiatan Razia Kejahatan Jalanan yang digelar Polsek Metro Tamansari Polres Metro Jakarta Barat pada Selasa (28/7/2026) dini h]]></description>
                    <content:encoded><![CDATA[<p><strong style="font-size: 1.1rem;">Jakarta Barat, JatimUPdate.id</strong><span style="font-size: 1.1rem;"> &ndash; Kegiatan Razia Kejahatan Jalanan yang digelar Polsek Metro Tamansari Polres Metro Jakarta Barat pada Selasa (28/7/2026) dini hari tidak hanya menyasar pelaku curas, curat, dan curanmor, tetapi juga berhasil mengungkap kasus penyalahgunaan narkotika jenis tembakau sintetis (sinte).&nbsp;</span></p>
<p>Dalam operasi tersebut, petugas mengamankan seorang pria berinisial TA setelah kedapatan membawa satu paket kecil yang diduga berisi tembakau gorilla saat melintas di Jalan Pangeran Jayakarta, Kelurahan Pinangsia, Kecamatan Tamansari, Jakarta Barat.</p>
<p>Kapolsek Metro Tamansari Polres Metro Jakarta Barat Kompol Bobby M Zulfikar mengatakan, bahwa pengungkapan kasus tersebut berawal dari kegiatan razia yang menyasar pelaku kejahatan jalanan dan penyalahgunaan narkotika di wilayah hukum Polsek Metro Tamansari.</p>
<p>"Saat pelaksanaan operasi, anggota mencurigai dua orang yang berboncengan menggunakan sepeda motor. Setelah dilakukan pemeriksaan dan penggeledahan, petugas menemukan satu paket kecil yang diduga berisi tembakau sintetis di saku celana pelaku berinisial TA," ujar Bobby M Zulfikar saat dikonfirmasi, Rabu, (29/7/2026).&nbsp;</p>
<p>Lanjut Bobby menjelaskan, Dari hasil pemeriksaan, pelaku mengaku memperoleh tembakau sintetis tersebut dari seseorang berinisial D yang kini telah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).&nbsp;</p>
<p>Barang tersebut dibeli secara tunai seharga Rp50.000 untuk digunakan sendiri.</p>
<p>Selain mengamankan pelaku, polisi turut menyita barang bukti berupa satu plastik klip berisi tembakau sintetis dengan berat bruto 0,36 gram, satu unit telepon seluler milik pelaku, serta satu unit sepeda motor yang digunakan saat diamankan.</p>
<p>Atas perbuatannya, pelaku dipersangkakan melanggar Pasal 114 ayat (1) subsider Pasal 112 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. (rilis/sof/yh)</p>
<p>&nbsp;</p>]]></content:encoded>
                    <media:content url="https://jatimupdate.id/content/uploads/202607/img-20260730-wa0354.jpg" medium="image">
                    <media:title type="html"><![CDATA[Tersangka]]></media:title></media:content>
                    <dc:creator><![CDATA[Yuris. T. Hidayat]]></dc:creator><category><![CDATA[Hukum dan Kriminal]]></category></item><item>
                    <title><![CDATA[Dedikasi Tanpa Batas Esensi Etika Seorang Pendidik]]></title>
                    <link>https://jatimupdate.id/baca-18467-dedikasi-tanpa-batas-esensi-etika-seorang-pendidik</link>
                    <guid isPermaLink="false">https://jatimupdate.id/baca-18467-dedikasi-tanpa-batas-esensi-etika-seorang-pendidik</guid>
                    <pubDate>Thu, 30 Jul 2026 10:30:00 +0700</pubDate>
                    <description><![CDATA[ 
Oleh : Nonot SukrasmonoSeniman, Pendidik dan Praktisi Budaya.
 
 
Sidoarjo, JatimUPdate.id - Menjadi seorang pendidik bukan sekadar tentang menjalankan pr]]></description>
                    <content:encoded><![CDATA[<p>&nbsp;</p>
<p>Oleh : <strong>Nonot Sukrasmono</strong><br /><em><strong>Seniman, Pendidik dan Praktisi Budaya.</strong></em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Sidoarjo, JatimUPdate.id</strong> - <strong>Menjadi seorang pendidik </strong>bukan sekadar tentang menjalankan profesi atau menyampaikan materi kurikulum di dalam kelas.</p>
<p>Lebih dari itu, pendidik adalah sebuah kompas moral, figur yang perilakunya ditiru, dan perekat sosial di mana pun ia berada. Etika seorang pendidik adalah fondasi utama yang menentukan keberhasilan transformasi karakter generasi masa depan, baik di dalam lingkungan sekolah maupun di tengah masyarakat.&nbsp;</p>
<p><strong>Jembatan Kasih Hubungan Guru dengan Siswa</strong></p>
<p>Di dalam ruang kelas, etika pendidik tercermin lewat tatapan mata yang penuh penerimaan dan ketulusan. Seorang guru yang beretika memahami bahwa setiap siswa membawa cerita, latar belakang, dan kecepatan belajar yang berbeda.</p>
<p>Etika profesional menuntut guru untuk memperlakukan semua siswa secara adil, tanpa memandang status sosial, suku, agama, maupun kemampuan akademik.</p>
<p>Guru tidak mengajar dengan ancaman atau intimidasi, melainkan dengan pendekatan yang memanusiakan manusia. Ia menjaga batasan profesional yang sehat, namun tetap hadir sebagai pendengar yang aman saat siswa menghadapi kesulitan.</p>
<p>Ketika seorang pendidik menegur dengan kasih, memuji dengan jujur, dan memberikan ruang bagi siswa untuk salah lalu belajar lagi, di situlah etika sedang menanamkan benih karakter unggul.&nbsp;</p>
<p>Di dalam lingkungan sekolah, siswa adalah amanah utama. Etika seorang pendidik tercermin dari cara ia memperlakukan setiap anak didik. Pendidik yang beretika tidak akan membeda-bedakan siswa berdasarkan latar belakang sosial, ekonomi, atau kemampuan akademik. Mereka mendengarkan dengan penuh empati, menegur tanpa merendahkan, dan memotivasi tanpa menghakimi.</p>
<p>Bagi siswa, guru adalah teladan hidup. Ketika seorang guru menunjukkan ketepatan waktu, kejujuran, dan tutur kata yang santun, siswa akan menyerap nilai-nilai tersebut secara alami. Hubungan ini dibangun di atas rasa hormat yang saling menguntungkan, menciptakan ruang kelas yang aman untuk belajar dan bertumbuh.&nbsp;</p>
<p><strong>Sinergi dan Ruang TumbuhHubungan Guru dengan Kolega.&nbsp;</strong></p>
<p>Sekolah adalah sebuah ekosistem. Keberhasilan pendidikan tidak bisa dicapai oleh satu orang guru yang hebat sendirian, melainkan melalui kerja sama tim yang solid. Dalam hubungan antar kolega sesama pendidk, etika berwujud rasa saling menghormati dan mendukung.</p>
<p>Guru yang beretika tidak akan menjatuhkan rekan sejawat di depan siswa atau orang tua. Sebaliknya, mereka membangun budaya kolaborasi, saling berbagi metode pembelajaran yang efektif, dan memberikan kritik membangun secara privat demi kemajuan bersama. Senior membimbing yang junior dengan kesabaran, sementara yang junior menghormati pengalaman senior sambil membawa inovasi baru.</p>
<p>Lingkungan kerja yang sehat dan penuh rasa hormat ini secara tidak langsung menciptakan atmosfer sekolah yang positif, yang energinya akan dirasakan langsung oleh para siswa.</p>
<p>Ruang guru adalah refleksi dari kerja tim sebuah lembaga pendidikan. Di lingkungan ini, etika pendidik diuji melalui profesionalisme dan solidaritas antar kolega. Pendidik yang beretika selalu menjaga komunikasi yang sehat, menghargai perbedaan pendapat, dan menjauhkan diri dari perilaku bergunjing (gossip).</p>
<p>Mereka tidak segan berbagi metode pembelajaran yang efektif dan siap mengulurkan tangan saat rekan kerja mengalami kesulitan. Tidak ada ruang bagi persaingan yang tidak sehat; yang ada adalah kolaborasi demi meningkatkan mutu pendidikan. Hubungan yang harmonis antar guru ini menciptakan atmosfer sekolah yang positif, yang secara tidak langsung berdampak pada kenyamanan siswa dalam belajar.&nbsp;</p>
<p><strong>Menjadi Mata Air Keteladanan: Hubungan Guru dengan Masyarakat</strong></p>
<p>Saat melangkah keluar dari gerbang sekolah dan melepas seragamnya, seorang pendidik tidak lantas berhenti menjadi guru. Di mata masyarakat, melekat predikat "digugu dan ditiru" (dipercaya dan dicontoh). Oleh karena itu, etika pendidik di lingkungan masyarakat menuntut integritas moral yang tinggi.</p>
<p>Pendidik yang beretika senantiasa menjaga tutur kata dan perilakunya di ruang publik maupun media sosial. Mereka memposisikan diri sebagai mitra strategis bagi orang tua siswa untuk memantau perkembangan anak.</p>
<p>Pendidik juga aktif berkontribusi dalam kegiatan sosial, menjadi penengah saat terjadi konflik, dan menjadi motor penggerak literasi serta nilai-nilai positif di lingkungan tempat tinggalnya.</p>
<p>Ia menghormati adat istiadat setempat dan menunjukkan bahwa pendidikan yang ia miliki berdampak nyata bagi kesejahteraan komunitas.&nbsp;</p>
<p>Etika pendidik bukanlah sederet aturan kaku yang tertulis di atas kertas kode etik profesi. Etika adalah denyut nadi dari setiap tindakan, ucapan, dan keputusan yang diambil oleh seorang guru.</p>
<p>Ketika seorang pendidik mampu menyelaraskan hubungannya dengan siswa penuh kasih, dengan kolega penuh hormat, dan dengan masyarakat penuh integritas, ia tidak hanya sedang mengajar.</p>
<p>Ia sedang membangun peradaban.baik profesi melalui tutur kata yang santun dan perilaku yang bersahaja. Pendidik aktif menjalin komunikasi yang setara dan suportif dengan orang tua siswa, memosisikan mereka sebagai mitra utama dalam membentuk karakter anak. Lebih dari itu, guru yang beretika bersedia membagikan ilmunya untuk kemajuan lingkungan sekitar, menjadi penengah dalam konflik, serta menjadi penggerak kegiatan-kegiatan positif.<br />Peran sebagai pendidik tidak serta-merta tanggal. Di tengah masyarakat, guru dipandang sebagai tokoh moral dan rujukan sosial. Oleh karena itu, etika pendidik menuntut mereka untuk menjaga integratitas diri dalam kehidupan sehari-hari.</p>
<p>Pendidik yang beretika aktif membaur dengan masyarakat, menghormati norma dan adat istiadat setempat, serta menjadi penengah yang bijak jika terjadi konflik.</p>
<p>Selain itu, mereka menjadi jembatan komunikasi yang efektif antara pihak sekolah dan orang tua murid. Mereka mendengarkan masukan dari masyarakat dengan terbuka dan menjelaskan kebijakan sekolah dengan bahasa yang santun dan persuasif.</p>
<p>Pada akhirnya, etika pendidik di sekolah maupun di masyarakat adalah satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Integritas adalah kuncinya&mdash;menjadi orang yang sama, dengan nilai-nilai kebajikan yang sama, baik saat berdiri di depan papan tulis maupun saat berbaur dalam kerja bakti di desa.</p>
<p>Dengan menjaga etika ini secara konsisten, seorang pendidik tidak hanya sedang mentransfer ilmu pengetahuan, tetapi sedang mengukir peradaban dan menanamkan benih-benih kebaikan yang akan terus tumbuh pada generasi masa depan.&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>]]></content:encoded>
                    <media:content url="https://jatimupdate.id/content/uploads/202607/img-20260730-wa0302.jpg" medium="image">
                    <media:title type="html"><![CDATA[Nonot Sukrasmono
Seniman, Pendidik dan Praktisi Budaya.]]></media:title></media:content>
                    <dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator><category><![CDATA[Opini]]></category><category><![CDATA[Pendidikan]]></category></item><item>
                    <title><![CDATA[Mengenal Kopi]]></title>
                    <link>https://jatimupdate.id/baca-18464-mengenal-kopi</link>
                    <guid isPermaLink="false">https://jatimupdate.id/baca-18464-mengenal-kopi</guid>
                    <pubDate>Thu, 30 Jul 2026 09:48:00 +0700</pubDate>
                    <description><![CDATA[Oleh: Fahmi Faqih, esais, tinggal di Jakarta
JatimUPdate.id - Pembicaraan ilmiah mengenai asal-usul kata ‘kopi’ baru dimulai pada Symposium on The Etymology of]]></description>
                    <content:encoded><![CDATA[<p><em>Oleh: Fahmi Faqih, esais, tinggal di Jakarta</em></p>
<p><strong>JatimUPdate.id</strong> - Pembicaraan ilmiah mengenai asal-usul kata &lsquo;kopi&rsquo; baru dimulai pada Symposium on The Etymology of The Word Coffee di tahun 1909.</p>
<p>Para ahli sejarah yang berpendapat bahwa kata &lsquo;kopi&rsquo; diadaptasi dari bahasa Arab, qahwa, dibantah oleh sebagian lainnya.</p>
<p>Mereka yang membantah, mengatakan kata &lsquo;kopi&rsquo; tidak diambil dari istilah Arab, qahwa, melainkan dari kata kaffa, nama sebuah kota di daerah Shoa, di Selatan Barat Daya Abyssinia.</p>
<p>Akan tetapi bantahan ini tidak dapat diterima karena ternyata di kota itu, kopi dikenal dengan nama lain yaitu bun.</p>
<p>Catatan-catatan Arab juga menyebut bun untuk biji kopi. Hal ini dikuatkan dengan dua risalah medis yang diyakini sebagai sumber tertua yang menyinggung tentang kopi; risalah yang ditulis oleh Al-Imam Fakhruddin Al-Razi (850-922) di abad ke-9, dan Ibnu Sina (980-1037 ) di abad ke-11.</p>
<p>Dalam risalah tersebut Al-Razi memasukkan kata bun dengan bunchum sebagai zat yang diyakini menyembuhkan berbagai penyakit. Adapun Ibnu Sina, menyebut bunchum sebagai senyawa aktif yang baik untuk kesehatan.</p>
<p>Dalam kehidupan masyarakat Arab, istilah qahwa hanya diperuntukkan kepada kopi sebagai minuman, bukan kepada yang lain.</p>
<p>Kopi awalnya dikonsumsi dengan memakan buah kopi yang telah dilapisi lemak binatang.</p>
<p>Bangsa Arablah yang pertama kali menemukan cara pembuatan kopi dengan cara dipanggang, dihaluskan, lalu diseduh menjadi minuman seperti kita kenal sekarang.</p>
<p>Menurut sejarawan William H Uker dalam magnum opus-nya, All About Coffee (1922), kata &lsquo;kopi&rsquo; mulai masuk ke dalam bahasa-bahasa Eropa sekitar tahun 1600-an.</p>
<p>Kata tersebut diadaptasi dari bahasa Arab, qahwa, melalui lisan Turki, kahveh. Dari sinilah lantas lahir kata koffie dalam bahasa Belanda, caf&eacute; dalam bahasa Perancis, caff&egrave; dalam bahasa Italia, coffee dalam bahasa Inggris, kia-fey dalam bahasa Cina, kehi dalam bahasa Jepang, dan kawa dalam bahasa melayu.</p>
<p>Di Indonesia, besar kemungkinan kata &lsquo;kopi&rsquo; diadaptasi dari bahasa Arab melalui bahasa Belanda koffie, lantaran pihak Belanda yang mula-mula membuka perkebunan kopi di Indonesia atau, bisa jadi kata &lsquo;kopi&rsquo; diadaptasi langsung dari bahasa Arab atau Turki, mengingat di masa lalu banyak kalangan di Nusantara yang memiliki hubungan langsung dengan bangsa Arab dan Turki, bahkan jauh sebelum kedatangan orang-orang Eropa.</p>
<p>Walhasil , hampir semua istilah untuk kopi di berbagai bahasa memiliki kesamaan bunyi dengan istilah Arab.</p>
<p><strong>Penemu Biji Kopi dan Pembuat Minuman Kopi</strong></p>
<p>Budaya minum kopi telah menyebar ke seluruh dunia. Akan tetapi kaum sufi sebagai pemilik awal tradisi ini, jarang sekali kita dengar penuturannya.</p>
<p>Kalau pun ada, riwayat yang sampai kepada kita hanyalah riwayat dari &lsquo;pena kedua&rsquo;, hasil dari analisa dan tafsiran yang seringkali sarat dengan muatan kepentingan.</p>
<p>Menghadirkan riwayat kopi berdasarkan risalah-risalah yang mereka tulis adalah keniscayaan bagi siapapun yang menginginkan gambaran tentang bagaimana kopi diperlakukan dalam kehidupan mereka.</p>
<p>Adalah Sayyid Abdul Rahman bin Muhammad Al-Aydrus (1070&ndash;1113 H), dalam kitabnya Linash us-Shafwah bi Anfas il-Qahwah, menulis; &ldquo;Biji kopi baru ditemukan pada akhir abad ke-8 di Yaman oleh Al-Imam Abu Hasan Ali Asy-Syadzili bin Umar bin Ibrahim bin Abi Hudaimah Muhammad bin Abdullan bin Al-Faqih Muhammad Disa&rsquo;in, yang nasabnya bersambung hingga kepada sahabat bernama Khalid bin Asad bin Abil Ish bin Umayyah Al-Akbar bin Abdi Syams bin Abdi Manaf bin Qushay&rdquo;.</p>
<p>Yaman sebagai tempat ditemukannya biji kopi seperti yang dikatakan Sayyid Abdul Rahman bin Muhammad Al-Aydrus di atas, juga disebut Ibnu Sina dalam risalah Al-Qanūn fī al-Tibb ketika menjelaskan dampak positif kopi bagi tubuh; &ldquo;&hellip; bahan yang berasal dari Yaman, yang dihasilkan dari akar Aegiptia Thorn yang jatuh karena proses pematangan. Jenis yang lebih baik berwarna kuning. Ringan dan berbau sedap. Sedang yang putih dan berat, adalah yang buruk. Ia menyegarkan, membersihkan kulit, dan memberikan aroma wangi bagi tubuh&rdquo;.</p>
<p>Jika Al-Imam Abu Hasan Ali bin Umar Asy-Syadzili adalah penemu biji kopi, maka orang yang pertama kali mengolah kopi dengan cara dipanggang, dihaluskan, lalu direbus atau diseduh sebagai minuman, adalah Al-Imam Abu Bakar bin Abdullah Al-Aydrus (851&ndash;914 H). Hal ini dicatat oleh sufi sejarawan Al-Allamah Najmuddin Al-Ghazzi dalam karangannya, Al-Kawakib As-Sairah fi A&rsquo;yan Al-Miah Al-A&rsquo;syirah. Al-Imam Abu Bakar bin Abdullah Al-Aydrus bahkan menulis syair sebagai kecintaannya kepada kopi:</p>
<p>&ldquo;Wahai orang-orang yang asyik dalam cinta sejati dengan-Nya, kopi membantuku mengusir kantuk. Dengan pertolongan Allah, kopi menggiatkanku taat beribadah kepada-Nya di kala orang-orang sedang terlelap tidur&rdquo;</p>
<p>Dari Yaman, melalui para pelancong, peziarah, pedagang, dan tentu kaum sufi beserta ajaran Islam, keharuman kopi merebak ke berbagai wilayah di kawasan sekitar, menuju benua biru Eropa, Amerika, ke Indonesia, dan akhirnya mendunia.</p>]]></content:encoded>
                    <media:content url="https://jatimupdate.id/content/uploads/202607/10025804912.jpg" medium="image">
                    <media:title type="html"><![CDATA[Fahmi Faqih]]></media:title></media:content>
                    <dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator><category><![CDATA[Opini]]></category></item><item>
                    <title><![CDATA[Diduga Beri Suap Rp1,5 Miliar, Anggota DPRD Jatim Ditahan KPK]]></title>
                    <link>https://jatimupdate.id/baca-18462-diduga-beri-suap-rp15-miliar-anggota-dprd-jatim-ditahan-kpk</link>
                    <guid isPermaLink="false">https://jatimupdate.id/baca-18462-diduga-beri-suap-rp15-miliar-anggota-dprd-jatim-ditahan-kpk</guid>
                    <pubDate>Thu, 30 Jul 2026 08:27:00 +0700</pubDate>
                    <description><![CDATA["Tersangka MM merupakan pengelola dana hibah Pokmas untuk wilayah Kabupaten Probolinggo, yang kemudian diduga sebagai pihak pemberi suap kepada tersangka AS."]]></description>
                    <content:encoded><![CDATA[<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Jakarta, JatimUPdate.id </strong>&ndash; Satu lagi tersangka yang ditahan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam perkara dugaan suap pengurusan dana hibah untuk Kelompok Masyarakat (Pokmas) yang bersumber dari APBD Pemerintah Provinsi Jawa Timur.&nbsp;</p>
<p>Kali ini, penyidik menahan anggota DPRD Jawa Timur periode 2024-2029 Moch Mahrus alias M Mahrus Ali. Mahrus diduga berperan sebagai pengelola dana hibah Pokmas di Kabupaten Probolinggo sekaligus pihak pemberi suap.</p>
<p>Penahanan terhadap Mahrus dilakukan pada Selasa (28/7/2026) untuk 20 hari pertama, terhitung sejak 28 Juli hingga 16 Agustus 2026.</p>
<p>Mahrus ditahan di Rumah Tahanan Cabang Gedung Merah Putih KPK.&nbsp;</p>
<p>KPK menyebut Mahrus merupakan satu dari 10 tersangka pada klaster pemberi yang diduga memberikan suap kepada Sahat dan Bagus terkait pengurusan dana hibah Pokmas.</p>
<p>Berdasarkan pantauan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Mahrus keluar dari gedung sekitar pukul 17.26 WIB dengan mengenakan rompi oranye tahanan KPK.</p>
<p>Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan, KPK menduga Mahrus memberikan sejumlah fasilitas dan uang kepada mantan Wakil Ketua DPRD Jawa Timur Sahat Tua Simanjuntak (AS) melalui stafnya, Bagus Wahyudiono (BGS), untuk memperoleh alokasi dana hibah Pokmas.</p>
<p>"Tersangka MM merupakan pengelola dana hibah Pokmas untuk wilayah Kabupaten Probolinggo, yang kemudian diduga sebagai pihak pemberi suap kepada tersangka AS dalam pengurusan dana hibah tersebut," kata Budi dalam keterangannya, Selasa (28/7/2026).</p>
<p>Menurut KPK, Mahrus diduga menyerahkan uang sebesar Rp1,5 miliar, emas seberat sekitar 1 kilogram, melunasi pembelian satu unit rumah di Surabaya, serta membiayai pendirian usaha Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPBE) milik AS melalui BGS.&nbsp;</p>
<p>Pemberian tersebut diduga dilakukan untuk mendapatkan alokasi dana hibah Pokmas senilai Rp83,4 miliar. "Tersangka MM diduga memberikan uang sejumlah Rp1,5 miliar, emas dengan berat sekitar 1 kilogram, membayarkan pelunasan satu unit rumah di Surabaya, dan membayarkan pendirian usaha SPBE kepada AS melalui BGS untuk mendapatkan alokasi dana hibah Pokmas sebesar Rp83,4 miliar," jelas Budi.</p>
<p>Para tersangka pemberi suap disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.</p>
<p>KPK juga telah menyita aset milik Sahat dan Bagus dengan nilai sekitar Rp22 miliar. Penyidik masih mendalami aliran dana serta menelusuri aset yang diduga berkaitan dengan perkara tersebut sebagai bagian dari upaya pemulihan aset hasil tindak pidana korupsi.</p>
<p>Sebelumnya, pada 21 Juli 2026, KPK menahan tiga tersangka lain dari klaster yang sama, yakni Achmad Yahya (AY), M Fathullah (MF), dan Ra Wahid Ruslan (RWR). Dalam perkara ini, KPK telah menetapkan 21 tersangka yang terbagi dalam tiga klaster penanganan.</p>
<p>Pewarta Rachmad Hidayatullah (roy/yh)</p>]]></content:encoded>
                    <media:content url="https://jatimupdate.id/content/uploads/202607/kpk-1.jpg" medium="image">
                    <media:title type="html"><![CDATA[Penyidik KPK menahan anggota DPRD Jawa Timur periode 2024-2029 Moch Mahrus alias M Mahrus Ali dalam kasus dugaan suap dan gratifikasi Hibah APBD Jawa Timur.]]></media:title></media:content>
                    <dc:creator><![CDATA[Yuris. T. Hidayat]]></dc:creator><category><![CDATA[Peristiwa]]></category><category><![CDATA[Hukum dan Kriminal]]></category></item></channel></rss>