Bondowoso, JatimUpdate.id, – Sabtu sore itu, Saiful (30) tengah bersiap berbuka puasa bersama istri dan anaknya yang masih berusia dua tahun.
Baca juga: Guru SD se-Grujugan Basah Kuyup Ikuti Lomba Estafet Air Sambut HGN dan HUT PGRI ke-81
Namun, hujan deras yang mengguyur sejak siang berubah menjadi bencana yang tak terduga.
Sekitar pukul 17.00 WIB, suara gemuruh terdengar dari belakang rumahnya di Dusun Gunungsari, Desa Gunosari, Kecamatan Tlogosari.
Dalam hitungan detik, tanah longsor menghantam dapur dan kamar mandi rumahnya.
"Saya kaget, tiba-tiba dinding belakang roboh. Saya langsung refleks menarik istri dan anak saya keluar," kata Saiful, mengenang detik-detik mencekam tersebut.
Akibat longsor itu, dapur dan kamar mandi rumahnya mengalami kerusakan cukup parah.
Saiful dan istrinya mengalami luka-luka, sementara anak mereka yang masih balita selamat tanpa cedera.
Upaya Cepat Pemerintah dan Warga
Mendengar kabar bencana, warga sekitar segera bergerak membantu membersihkan material longsor.
Pemerintah desa dan kecamatan juga turun tangan untuk mengevakuasi korban.
Baca juga: BMKG Ungkap Potensi Gempa Magnitudo 6,8 dari Sesar Waru, Warga Sidoarjo Diminta Siaga
Camat Tlogosari, Rian Hidayat, menyatakan bahwa pihaknya langsung berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bondowoso untuk menyalurkan bantuan.
"Alhamdulillah, hari ini bantuan logistik sudah bisa kami berikan kepada korban," ujarnya pada Minggu (16/3/2025).
Bantuan tersebut diserahkan oleh Kepala Bidang Logistik, Rehabilitasi, dan Konstruksi BPBD Bondowoso, Tugas Riski Bahana, kepada Saiful dan keluarganya.
Selain memberikan bantuan logistik, pihak kecamatan juga berencana menggalang dana guna membantu perbaikan rumah Saiful yang rusak parah.
Ancaman Longsor di Tlogosari
Baca juga: Tiga Tahun Mengontrak, Griya Cinta Al-Qur’an Bondowoso Galang Wakaf Rp400 Juta untuk Rumah Tahfiz
Peristiwa ini bukan pertama kalinya terjadi di Dusun Gunungsari. Beberapa warga setempat mengaku khawatir karena kondisi tanah di sekitar pemukiman memang rawan longsor, terutama saat musim hujan.
"Sebelumnya memang pernah ada longsor kecil, tapi tidak separah ini. Kami berharap ada solusi dari pemerintah agar tidak terjadi lagi," ujar salah satu warga.
Menurut data BPBD, hujan dengan intensitas tinggi menjadi faktor utama penyebab longsor.
Minimnya vegetasi penahan tanah di sekitar area sawah juga diduga memperparah kondisi.
Dengan kejadian ini, pemerintah diharapkan tidak hanya memberikan bantuan tanggap darurat, tetapi juga merancang langkah mitigasi jangka panjang agar bencana serupa tidak terus berulang. (ries/yh)
Editor : Yuris. T. Hidayat