DPRD Surabaya Sidak ke SMPN 1 Tak Ada Pungutan Wisuda dari Sekolah

Reporter : Ibrahim
DPRD sidak ke SMPN 1 Surabaya

Surabaya,JatimUPdate.id – Anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya, Abdul Ghoni Mukhlas Ni'am sidak ke SMPN 1 Surabaya terkait dugaan pungutan liar dalam pelaksanaan wisuda siswa.

Abdul Ghoni menjelaskan, hasil sidak tidak ditemukan pungutan liar sepeser pun dari pihak sekolah.

Baca juga: Komisi C Desak Kontrak Payung Dievaluasi

“Sekolah tidak memungut biaya apa pun. Kegiatan wisuda ini murni inisiatif dan swadaya wali murid,” tegas Ghoni, kepada wartawan, Rabu (30/4).

Ghoni menyebut, temuan itu diperkuat hasil dialog dengan kepala sekolah serta perwakilan Dewan Pendidikan Jawa Timur. 

Menurutnya, pelaksanaan wisuda dilakukan secara gotong royong tanpa unsur paksaan.

“Ini bentuk keguyuban yang positif. Tapi harus tetap dijaga agar transparan dan tidak jadi tekanan sosial,” ujarnya.

Ia mengingatkan, pihak sekolah perlu aktif memberi pemahaman kontribusi itu bersifat sukarela. 

Baca juga: Komisi B Desak Pemkot Surabaya Tertibkan Spa dan Sauna Plus-Plus, Jangan Cuma Diskotek

Dengan begitu, ia meyakini siswa dari keluarga kurang mampu tidak merasa terbebani.

“Jangan sampai semangat apresiasi berubah jadi beban psikologis,” tandasnya.

Ali Yusa Dewan Pendidikan Jatim, menekankan pentingnya komunikasi tiga arah antara sekolah, komite, dan wali murid.

“Wisuda boleh saja, tapi harus disesuaikan dengan kemampuan semua pihak. Jangan sampai nilai gotong royong ini malah bergeser jadi ajang gengsi,” katanya.

Baca juga: Fathoni Lemahnya Pengawasan Perusahaan Penyalur ART Relasi Industrial Akan Rusak

Ali mengungkap, informasi yang beredar menyebut biaya kegiatan mencapai Rp1.150.000 per siswa. 

Ia menilai angka itu cukup tinggi jika tidak dikomunikasikan secara terbuka sejak awal.

“Wisuda semestinya sederhana, bermakna, dan tidak menjurus ke gaya hidup konsumtif,” demikian Ali Yusa

Editor : Miftahul Rachman

Politik Dan Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru