Paiton, Probolinggo, JatimUPdate.id – Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid, KH. Moh. Zuhri Zaini, menekankan bahwa menuntut ilmu agama tidak cukup hanya mengandalkan kecerdasan intelektual tetapi harus disertai dengan bimbingan seorang guru yang memiliki sanad keilmuan yang jelas.
Pernyataan tersebut beliau sampaikan dalam sambutan acara wisuda Amtsilati ke-XVI dan Imrithi ke-VIII, yang digelar oleh Wilayah Zaid bin Tsabit Putri di Aula I Pesantren, Senin (26/05/25).
Baca juga: Mengapa Pemuda Harus Mengambil Alih Arah Politik Bersama Partai Gelora
“Belajar agama tidak sama seperti belajar ilmu pengetahuan umum. Sebab belajar agama tanpa guru bisa menyebabkan ketidakjelasan sanad. Sedangkan pelajaran umum bisa dilakukan secara otodidak dengan mengandalakan kecerdasan,” ujar Kiai Zuhri di hadapan para santri dan wali santri sebagaimana dikutip oleh Redaksi JatimUPdate.id dari berita.nuruljadid.net pada Jumat (30/05/2025).
Kiai Zuhri juga menyinggung urgensi pembelajaran bahasa Arab sebagai prasyarat untuk memahami teks-teks keislaman klasik. Menurut beliau, bahasa Arab bukan hanya alat komunikasi, tapi juga kunci untuk memahami Al-Qur’an dan khazanah klasik Islam.
“Hukumnya fardhu kifayah. Jika tak ada yang paham bahasa Arab, siapa yang akan menjaga dan mengajarkan ilmu agama yang menggunakan bahasa Arab?” imbuhnya.
Dalam kesempatan itu, beliau turut merekomendasikan penggunaan metode pembelajaran bahasa Arab dan membaca kitab klasik yang efektif seperti Amtsilati, Al-Miftah, dan Nubdatul Bayan.
“Dengan metode-metode tersebut, pembelajaran baahasa Arab atau cara membaca kitab klasik bisa dipercepat,” terang beliau.
Baca juga: Osabar Jadi Gerbang Perubahan, Pesantren Nurul Jadid Paiton Siapkan Santri Jadi Solusi Bangsa
Acara wisuda yang dihadiri ratusan santri dan wali santri ini berlangsung khidmat. Kiai Zuhri menutup sambutannya dengan ajakan reflektif, agar santri tidak hanya tekun belajar, tetapi juga terus menjaga adab dan sanad dalam setiap laku keilmuan.
Berita yang dikutip Redaksi JatimUPdate.id ini ditulis oleh Karisma Najwa Magdalena, dan dieditori oleh Ahmad Zainul Khofi dari berita.nuruljadid.net. (pm/yh)
Editor : Yuris. T. Hidayat