Kades Gelaman Sanrawi Titip Pesan Penting untuk Gubernur Khofifah

Reporter : Ponirin Mika
Kepala Desa Gelaman, Kecamatan Arjasa, Pulau Kangean, Kabupaten Sumenep, Sanrawi,


Kangean, Sumenep, JatimUPdate.id - Kepala Desa Gelaman, Sanrawi, memanfaatkan kunjungan monitoring dan evaluasi peserta KKN Universitas Ibrahimy Sukorejo 2025 oleh Nyai Hj. Juwairiyah Fawaid ke Desa Gelaman, Kepulauan Kangean untuk menyampaikan aspirasi warganya kepada Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.

Dalam kesempatan tersebut, Sanrawi menitipkan pesan khusus terkait kondisi infrastruktur jalan yang menghubungkan Arjasa, Gelaman, dan Pajennanger.

Baca juga: Kajari Padang Lawas Diduga Pungli Kepala Desa, Jamintel Reda Manthovani Beri Peringatan Tegas

Menurut Kades Gelaman, jalan tersebut kini dalam kondisi sangat rusak dan tidak layak dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.

“Kami memohon kepada Ibu Nyai Juwairiyah untuk menyampaikan kondisi jalan Arjasa-Gelaman-Pajennanger kepada Ibu Gubernur,” ujar Sanrawi secara langsung kepada Nyai Juwairiyah saat kunjungan, sebagaimana dikutip Redaksi JatimUPdate.id dari rilis Pemuda Dan Mahasiswa Kangean, Selasa (12/08/2025).

Sanrawi berharap melalui kedekatan emosional antara Nyai Juwairiyah dan Gubernur Khofifah, aspirasi masyarakat Gelaman bisa sampai dan mendapat perhatian serius.

“Desa Gelaman menjadi tumpangan bagi 19 desa lainnya yang berada di sekitarnya. Jalan ini merupakan jalur vital bagi mobilitas masyarakat dan distribusi logistik serta barang,” jelasnya.

Kerusakan jalan yang sudah berlangsung lama ini menyebabkan aktivitas ekonomi warga terganggu.

Apalagi, akses jalan yang buruk membuat biaya angkut barang meningkat sehingga menekan daya beli masyarakat.

Warga desa Gelaman pun selama ini harus menanggung beban tambahan akibat infrastruktur yang belum memadai.

Baca juga: Lonjakan Kasus Korupsi Aparatur Desa, Kejagung Luncurkan Aplikasi Jaga Desa untuk Zero Korupsi

Sanrawi menilai, perbaikan jalan sangat mendesak agar roda perekonomian bisa kembali bergerak lancar.

Melalui pesan yang disampaikan kepada Nyai Juwairiyah, Sanrawi berharap Gubernur Khofifah bisa memperhatikan dan memasukkan perbaikan jalan ini ke dalam program pembangunan daerah.

“Kami yakin jika jalan diperbaiki, maka tidak hanya Gelaman yang akan terbantu, tapi juga desa-desa lain yang selama ini bergantung pada jalur tersebut,” tambahnya.

Kondisi jalan yang rusak parah juga berpotensi membahayakan keselamatan pengendara, terutama saat musim hujan atau malam hari.

Selain itu, akses pendidikan dan kesehatan warga juga sangat terganggu karena sulitnya transportasi akibat kondisi jalan.

Baca juga: Jatim Bersinar: 265 Desa di Jawa Timur Perkuat Aksi Nyata Anti-Narkoba

“Kami terus berupaya menyuarakan kondisi ini, termasuk memanfaatkan kunjungan para tokoh seperti Nyai Juwairiyah untuk menyampaikan langsung kepada pihak berwenang,” jelasnya.

Nyai Hj. Juwairiyah sendiri menyatakan kesiapannya untuk meneruskan aspirasi warga Gelaman kepada Gubernur Khofifah, mengingat pentingnya perbaikan infrastruktur untuk kesejahteraan masyarakat.

“Kami berharap perhatian pemerintah terus mengalir, sehingga pembangunan di wilayah kepulauan ini bisa merata dan berkelanjutan,” ungkap Nyai Juwairiyah.

Kunjungan monitoring dan evaluasi KKN Universitas Ibrahimy Sukorejo di Desa Gelaman Kepulauan Kangean ini sekaligus menjadi momentum penting bagi masyarakat untuk menimba ilmu dari istri alm. KHR. Ahmad Fawaid As’ad Syamsul Arifin Pondok Pesantren Salafiiyah Sukorejo, Situbondo. (pm/mmt)

Editor : Miftahul Rachman

Politik Dan Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru