Paiton, Probolinggo, JatimUPdate.id – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia di Pondok Pesantren Nurul Jadid (PPNJ) berlangsung meriah. Ribuan santri memadati halaman Universitas Nurul Jadid, Paiton, Probolinggo, Ahad (17/8/2025).
Baca juga: Tol Prosiwangi Segmen Gending-Paiton Resmi Dibuka Gratis 14 Hari, Pengguna Tetap Wajib Tap e-Toll
Selain upacara bendera yang khidmat, acara ini juga diramaikan dengan penampilan atraksi pencak silat dari Persatuan Bela Diri Nurul Jadid (PBDNJ).
Dalam atraksi tersebut, para pesilat muda menampilkan kebolehan memecahkan batako menggunakan tangan kosong dan kepala. Aksi itu memukau ribuan penonton yang hadir.
Ribuan santri yang menyaksikan tampak terhipnotis oleh keberanian dan kekuatan para pesilat. Tepuk tangan dan sorakan menggema setiap kali batako berhasil dipecahkan.
Pesilat yang tampil mengenakan seragam silat berwarna hitam dengan sabuk hijau dan biru, menandakan tingkatan yang berbeda dalam pencak silat.
Sebelum melakukan atraksi, mereka tampak berdiri dengan sikap hormat, melakukan doa, dan memusatkan konsentrasi. Hal itu menunjukkan bahwa bela diri tidak hanya mengandalkan kekuatan, tetapi juga membutuhkan ketenangan dan fokus.
Atraksi ini menjadi salah satu puncak acara yang paling ditunggu. Penonton terlihat antusias mengikuti setiap gerakan yang ditampilkan.
Baca juga: Cegah Karhutla, Polres Probolinggo Intensifkan Patroli di Kawasan Wisata Gunung Bromo
Persatuan Bela Diri Nurul Jadid (PBDNJ) merupakan organisasi resmi yang dimiliki pesantren. Organisasi ini mewadahi santri untuk belajar dan berlatih seni bela diri secara terstruktur.
PBDNJ tidak hanya mengajarkan teknik bertarung, tetapi juga menanamkan nilai sportivitas, keberanian, dan kepribadian yang tangguh sesuai dengan karakter santri.
Atraksi bela diri yang ditampilkan pada momentum kemerdekaan ini menjadi simbol keteguhan santri dalam menjaga nilai perjuangan dan semangat nasionalisme.
Pondok Pesantren Nurul Jadid sendiri dikenal sebagai pesantren besar di Tapal Kuda, Jawa Timur, yang tidak hanya mengajarkan ilmu agama melalui kitab kuning, tetapi juga membekali santrinya dengan berbagai keterampilan.
Baca juga: Partai Gelora Probolinggo Komit Tuntaskan Administrasi Kepengurusan
Selain pencak silat, PPNJ juga memiliki banyak unit kegiatan santri yang mendukung pengembangan potensi, baik dalam bidang seni, olahraga, maupun keterampilan lain.
Hal ini menunjukkan komitmen pesantren dalam membentuk santri yang tidak hanya alim dalam ilmu agama, tetapi juga siap menghadapi tantangan zaman dengan keterampilan hidup yang mumpuni.
Atraksi PBDNJ pada peringatan 17 Agustus ini sekaligus menjadi pesan bahwa santri Nurul Jadid siap menjaga tradisi keilmuan, kebangsaan, dan keterampilan demi mengisi kemerdekaan. (pm/roy)
Editor : Ibrahim