Surabaya,JatimUPdate.id - Jagal Mitra RPH Pegirian, Abdullah Blak-blakan tentang janji Pemkot Surabaya (Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, red) saat kampanye pada Pilkada Serentak 2024.
Ia menuturkan, saat itu berjanji tidak akan memindahkan RPH Pegirian ke RPH Osowilangun (TOW).
Baca juga: WFH, DPRD Yakin Layanan Pemkot Optimal, Pengalaman Sejak Pandemi Covid-19
"Alasan kami (menolak) tentu pertama itu kita menagih janji politiknya Pemkot Surabaya (Eri Cahyadi, red), dulu mungkin kita terbuai begitu ya, mengatakan Pemkot tidak memindahkan RPH itu kepada tempat yang baru. Itu janji ya, di pertengahan kampanye," beber Abdullah di kawasan Yos Sudarso, Kamis (25/9).
Abdullah menambahkan, relokasi RPH Pegirian ke TOW tidak urgensi sebab segala perizinannya sudah lengkap.
Selain itu, pihaknya juga menyesalkan Pemkot yang belum pernah melakukan koordinasi terkait rencana relokasi.
Baca juga: Gerindra Sambangi Eri Cahyadi, Alif: Murni Silaturahmi Tak Ada Agenda Khusus
"Terkait masalah perpindahan RPH Pegirian, berbicara urgensi tidak ada urgensinya, kepentingan apapun tidak ada sama sekali, tentang administratif perizinannya itu sudah lengkap semua. Kebijakan itu tidak aspiratif, masyarakat di bawah itu harus disampaikan atau ditanyakan dulu," urai Abdullah.
Ia menduga, kebijakan memindahkan RPH Pegirian ke TOW cuma untuk kepentingan elit belaka.
Baca juga: Respons Sidak Eri, Alif Iman Waluyo: Wali Kota Bisa Evaluasi Kinerja OPD
Sehingga para jagal bersikeras menolak rencana relokasi karena bukan bentuk aspiratif dan dianggap tidak urgensi.
"Ini tidak aspiratif, tidak melibatkan masyarakat di bawah, juga tidak urgensi, urgensinya apa coba memindahkan. Kita secara pembangunan perekonomian di juga sudah mulai membaik, artinya sudah bagus sekal. RW di sana juga tidak ada keberatan." demikian Abdullah. (Roy)
Editor : Yuris. T. Hidayat