Sidoarjo, JatimUPdate.id - Tim SAR gabungan terus berupaya mengevakuasi korban reruntuhan bangunan Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Khoziny, Buduran, Sidoarjo, Selasa (30/9/2025). Hingga siang ini, tercatat 11 korban berhasil dievakuasi pada hari kedua operasi pencarian.
Kepala Kantor SAR Surabaya, Nanang Sigit, menyebut total korban yang sudah dievakuasi mencapai 102 orang. Dari jumlah itu, 91 korban selamat masih menjalani perawatan di rumah sakit, 10 korban telah dipulangkan ke keluarga, dan 1 korban meninggal dunia saat evakuasi.
"Hari ini ada 11 yang terevakuasi dari reruntuhan bangunan. Secara keseluruhan, korban yang berhasil dievakuasi ada 102 orang," kata Nanang di lokasi.
Meski demikian, Nanang menambahkan, tim SAR masih memperkirakan ada sekitar 38 korban yang kemungkinan masih tertimbun reruntuhan.
"Kami belum bisa memastikan jumlahnya, tetapi berdasarkan data dari ponpes, ada 140 korban. Diperkirakan masih 38 korban yang belum dievakuasi," ujarnya.
Tiga Korban Terdampak Ambruknya Musholla Meninggal
Hingga saat ini, terdapat tiga korban jiwa yang sudah teridentifikasi. Dua korban meninggal dunia saat dirawat di RSUD Sidoarjo, yakni Mochammad Mashudulhaq (14), asal Dukuh Pakis, Surabaya, dan Muhammad Soleh (22), asal Bangka Belitung. Keduanya sempat mendapatkan perawatan intensif, namun nyawa mereka tidak tertolong.
Sementara satu korban lainnya, Maulana Alfan Abrahimafic (15), meninggal dunia di RSI Siti Hajar. Maulana merupakan warga Jalan Kalianyar Kulon, Gang 9, Kelurahan Pebean, Kecamatan Pabean Cantikan, Surabaya.
Baca juga: SMA Al Muslim Dorong Kesadaran Lingkungan Lewat Brand Audit Sampah Plastik
RSUD Sidoarjo menangani sedikitnya 40 pasien dengan rincian 7 luka berat, 4 luka sedang, 28 luka ringan. Dari jumlah tersebut, 29 pasien sudah dipulangkan, 9 masih dirawat, 1 dalam observasi, 1 pasien atas permintaan sendiri (APS), dan 1 meninggal dunia.
Sementara di RSI Siti Hajar, tercatat 52 santri dirawat dengan berbagai tingkat luka, termasuk satu korban meninggal dunia.
Tim SAR masih berusaha membuka akses untuk menjangkau para korban yang diperkirakan masih terjebak di bawah reruntuhan. Proses evakuasi dilakukan secara hati-hati karena kondisi bangunan yang tidak stabil.
Sementara itu Tim SAR merilis data yang diterima Redaksi JatimUPdate.id pada Selasa siang (30/09/2025) yaitu :
Perkembangan Kejadian pada hari Selasa, 30 September 2025 pukul 11.00 WIB.
Baca juga: Sidak RTLH di Sedati, Bupati Sidoarjo Pastikan Rumah Warga Segera Diperbaiki
Perkembangan:
Pada Hari Senin, 29 September 2025 telah terjadi robohnya Masjid Ponpes Al-Khoziny. Penyebab terjadi robohnya diakibatkan oleh struktur atap bangunan yang terbuat dari kayu dan masih dalam proses pengecoran yang tidak mampu menahan pondasi bangunan.
Proses evakuasi korban hingga saat ini masih terus berlangsung.
Korban: (Data masih berkembang)
A. Korban Meninggal Dunia
1) Maulana Alfan Ibrahimavic
Alamat: Manyar kulon IX/5, Kel. Bongkaran, Kec. Pabean Cantikan, Kota Surabaya
2) Mochammad Mashudulhaq
Alamat: Dkh. Kalikendal, Kec. Dukuh Pakis, Kota Surabaya
3) Muhammad Soleh
Alamat: Jl. Madura 13/04, Tanjung Pandan, Bangka Belitung
B. Jumlah Korban: 100 Orang
- Pasien Rawat Inap: 26 orang
- Pasien KRS: 70 orang
- Meninggal: 3 orang
- Pasien Dirujuk: 1 orang dari RS Siti Hajjar ke RSI Sakinah Mojokerto
Dalam Pencarian: kurang lebih 91 orang. (ih/yh)
Editor : Yuris. T. Hidayat