Surabaya,JatimUPdate.id – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memastikan Pemerintah Kota bersama aparat keamanan terus memperketat pengawasan di kawasan Moroseneng yang kembali disorot karena dugaan praktik prostitusi.
"Penjagaan di kawasan tersebut sudah dilakukan selama dua pekan terakhir. Pos pengamanan ditempatkan di titik tengah lokasi, melibatkan Polrestabes Surabaya dan TNI." tutur Eri, Selasa (14/10).
Baca juga: DPRD Surabaya Minta Pemkot dan BPS Sinkronkan Data Desil Kemiskinan
Ia menjelaskan pos pengamanan untuk mencegah adanya aktivitas mencurigakan di dalam area tertutup itu.
Menurut Eri, langkah ini merupakan tindak lanjut dari koordinasi bersama Kapolrestabes dan Dandim Surabaya.
“Tempatnya tertutup dan dikunci dari dalam. Kalau dilihat dari luar seolah tidak ada kegiatan, makanya kita tempatkan penjagaan di tengah-tengah bersama TNI dan Polri,” jelasnya.
Baca juga: DPRD Gugatan Rp25 Miliar Bukan Bentuk Perlawanan Warga terhadap Eri-Armuji
Ia juga menegaskan, bangunan di kawasan Moroseneng tetap akan dijaga agar tidak lagi dimanfaatkan untuk aktivitas terlarang.
Selain itu, Pemkot Surabaya menyiapkan langkah pemberdayaan bagi warga sekitar. Rumah yang telah dibeli pemerintah rencananya akan dialihfungsikan menjadi pusat kegiatan karang taruna dan pembinaan sosial.
“Yang kita lakukan bukan hanya penjagaan, tapi juga penggerakan warga. Rumah yang sudah kita beli nanti jadi pusat karang taruna dan kegiatan sosial lainnya,” kata Eri.
Baca juga: Menjaga Napas Dunia Usaha dari Beban Acara Seremonial
Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, aparat, dan masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan.
“Ayo sama-sama lah, warga ini jaga semuanya. Tidak bisa dibebankan dalam satu saja. Wartawan juga ikut jaga ya,” demikian Eri Cahyadi. (Roy)
Editor : Miftahul Rachman