'Terkait Tayangan Acara Xpose Uncensored di Trans7 yang Melecehkan Kiai dan Guru Kami'

Reporter : Syafiq Maulana
Logo Forsana

 

Malang, JatimUPdate.id - Redaksi JatimUPdate.id pada Selasa, Malam mendapatkan rilis penyataan sikap dari Forum Santri Nasional (FORSANA) dalam menyikapi tayangan Trans7 yang meresahkan kalangan santri dan melecehkan Kyai dan Guru para Santri.

Baca juga: Hari Santri Nasional, Muhammad Saifuddin: Santri Harus Melek Digital Tapi Tetap Berakhlak

Lebih jauh pernyataan sikap Forsana sebagai berikut : 

Assalamualaikum wr. wb
Bismillhirrahmnirrahm

Segala puji bagi Allah Subhnahu wa Ta‘l, Shalawat serta salam semoga tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad Shallallhu ‘alaihi wasallam, suri teladan bagi seluruh umat manusia.

Kami, para santri di seluruh Indonesia, dengan ini menyampaikan pernyataan sikap atas tayangan acara Xpose Uncensored di Trans7 yang telah menayangkan konten berisi ujaran dan visual yang melecehkan martabat para kiai, guru, dan ulama, yang selama ini menjadi panutan umat, sumber ilmu, dan cahaya kehidupan bangsa.

Sebagai santri, kami dididik untuk menghormati ilmu dan pemilik ilmu. Bagi kami, kehormatan seorang guru adalah adab lebih mulia dari apapun. Maka, tindakan yang menistakan ulama berarti juga menodai nilai-nilai keilmuan, keadaban, dan kebangsaan yang menjadi fondasi negeri ini.

Dengan penuh tanggung jawab moral dan rasa cinta terhadap negeri serta adab keilmuan, kami menyatakan:

Baca juga: Tradisi yang Disalahpahami: Antara Cinta Santri dan Bias Cara Pandang Modern

1. Menolak keras dan mengecam tayangan Xpose Uncensored di Trans7 yang memuat konten tidak pantas, provokatif, dan melecehkan kehormatan para ulama serta kiai.

2. Menuntut pihak Trans7 untuk segera meminta maaf secara terbuka kepada seluruh umat Islam, khususnya kalangan pesantren dan keluarga besar santri Indonesia.

3. Meminta kepada Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) dan pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk segera meninjau ulang dan mencabut izin siar Trans7 apabila terbukti melakukan pelanggaran etika dan moral penyiaran nasional.

4. Menegaskan bahwa kami akan senantiasa membela kehormatan ulama dan guru kami dengan cara yang bermartabat, dan beradab.

Baca juga: Santri Melawan Dua Arus: Tambang Serakah di Kangean dan Framing Trans7 yang Menyakiti Pesantren

Kami berharap kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi seluruh insan media agar lebih berhati-hati dalam berkarya dan menghormati nilai-nilai agama, budaya, serta moral bangsa.

Demikian pernyataan sikap ini kami sampaikan sebagai bentuk tanggung jawab moral santri kepada guru, ulama', dan negeri tercinta.

Wallhu al-Muwaffiq il Aqwamith-Tharq.
Wassalmu‘alaikum Warahmatullhi Wabaraktuh.

Tertanda,
Forum Santri Nasional (FORSANA)
Atas Keluarga Besar Santri Se-Nusantara. (fiq/mmt)

Editor : Miftahul Rachman

Politik Dan Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru