Jakarta, JatimUPdate.id - Ketua Fraksi Partai Golkar DPR RI, M Sarmuji, mengungkap banyaknya keluhan dari peternak ayam petelur, khususnya di sentra produksi seperti Blitar, Jawa Timur, akibat anjloknya harga telur di tingkat peternak.
Menurut Sarmuji, harga telur saat ini berada di kisaran Rp21.000 hingga Rp22.000 per kilogram, sementara harga pakan masih tinggi. Kondisi ini dinilai sangat memberatkan peternak dan berpotensi mengancam keberlangsungan usaha mereka.
“Keluhan dari peternak terus berdatangan. Ini menunjukkan masalahnya nyata dan dirasakan langsung oleh pelaku usaha di lapangan,” ujar Sarmuji lewat keterangan yang diterima JatimUPdate, Rabu (08/04).
Ia menilai ketidakseimbangan antara biaya produksi dan harga jual menjadi persoalan utama yang harus segera diatasi oleh pemerintah.
Baca juga: Sarmuji: Golkar Siap Dukung Kembali Prabowo di 2029
Jika tidak segera ditangani, Sarmuji mengingatkan kondisi ini dapat melemahkan sektor peternakan nasional yang selama ini menjadi salah satu penopang ketahanan pangan.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya langkah cepat dari pemerintah untuk menstabilkan harga telur agar peternak tidak terus merugi.
Baca juga: Sarmuji Ingatkan Kader Soal Sejarah dan Orientasi Golkar
Sarmuji menyebut salah satu opsi yang dapat dilakukan adalah meningkatkan penyerapan telur melalui program pemerintah, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), guna mendorong permintaan pasar.
Ia menegaskan Fraksi Partai Golkar DPR RI akan terus mengawal persoalan ini agar pemerintah segera mengambil kebijakan yang responsif dan tepat sasaran demi melindungi peternak rakyat (*)
Editor : Redaksi