Lombok Barat, JatimUPdate.id – Kemarahan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memuncak saat menyampaikan pidato di hadapan para pejabat negara.
Dengan nada tinggi, berapi-api, dan penuh kegeraman, Presiden melayangkan peringatan paling keras kepada seluruh birokrat, prajurit TNI, anggota Polri, hingga korps Kejaksaan agar segera melakukan introspeksi diri total dan berhenti mengkhianati amanah masyarakat.
Pernyataan saklek ini disampaikan Presiden saat meresmikan lima bendungan strategis nasional secara serentak yang dipusatkan di Bendungan Meninting, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Presiden Prabowo menegaskan bahwa rakyat sudah muak dengan perilaku koruptif dan pamer kemewahan oknum pejabat di tengah situasi ekonomi masyarakat yang sedang terjepit.
Presiden Prabowo mengingatkan dengan keras bahwa setiap pangkat dan fasilitas yang melekat pada tubuh para pejabat dibiayai langsung oleh cucuran keringat rakyat.
"Masalah bagi bangsa Indonesia, juga masalah bagi kita semua. Saya minta kita introspeksi, terutama para birokrat! Pejabat-pejabat militer dan polisi, introspeksi! Saudara adalah milik rakyat. Bintangmu dari rakyat. Sepatumu dari rakyat. Topimu dari rakyat. Jangan pernah lupa itu! Kejaksaan demikian juga. Anda jaksa ya di sana? Iya. Pakai bintang juga kau? Kau juga milik rakyat!" bentak Presiden Prabowo di hadapan hadirin.
"Koruptor Itu Bajingan!" — Tabuh Genderang Perang Total
Presiden secara blak-blakan meluapkan kemarahan publik terhadap kelompok-kelompok yang terus menjegal dan menyabotase program kesejahteraan pemerintah demi keuntungan pribadi.
Beliau melabeli para pelaku tindak pidana korupsi dengan sebutan "bajingan" karena tega membiarkan rakyat kelaparan demi memperkaya diri sendiri.
"Kita bersyukur prestasi-prestasi yang sudah kita hasilkan dalam waktu singkat ini, walau menghadapi perlawanan banyak dari kelompok-kelompok, terutama koruptor-koruptor bajingan itu! Apapun segelintir elite di Jakarta berpendapat bahwa perut lapar itu tidak penting, saya berbeda. Ada rakyat Indonesia yang lapar, itu penting bagi saya! Tidak ada negara yang berhasil kalau tidak bisa menghasilkan pangan bagi rakyatnya sendiri," cetus Kepala Negara.
Ultimatum Bersih-Bersih dan Sanksi Tegas
Baca juga: Presiden Prabowo Resmikan Lima Bendungan Dari Meninting, Lombok Barat
Kegeraman Presiden ini menjadi sinyal kuat dilakukannya pembersihan total pada instansi birokrasi dan penegak hukum yang selama ini dinilai tumpul.
Pemerintah menegaskan tidak akan memberi ampun atau ruang sedikit pun bagi para pejabat yang bertindak sewenang-wenang dan melupakan asal-usul mereka sebagai pelayan masyarakat.
Pesan penuh amarah ini sengaja ditekankan di sela-sela peresmian lima infrastruktur pengairan raksasa senilai Rp9,79 triliun, yang murni dibangun untuk menyelamatkan hajat hidup orang banyak, meliputi:
Bendungan Meninting (Nusa Tenggara Barat)
Bendungan Keureuto (Aceh)
Bendungan Rukoh (Aceh)
Bendungan Jlantah (Jawa Tengah)
Bendungan Sidan (Bali)
Presiden menutup arahannya dengan menegaskan bahwa seluruh proyek strategis ini wajib diawasi ketat oleh masyarakat dan aparat yang bersih, serta mengharamkan infrastruktur pangan tersebut dijadikan sebagai ladang korupsi baru. (Sumber TVRI/rio/yh)
Editor : Yuris. T. Hidayat