Pemprov Jatim Perkuat Pemasaran Produk Unggulan Lewat Festival Kopi dan Ekraf 2026

Reporter : Redaksi
Festival Inovasi Produk Daya Tarik Wisata dalam rangka Pameran Kopi dan Ekonomi Kreatif 2026

Surabaya, JatimUPdate.id – Suasana halaman Gedung Internatio di kawasan Kota Lama Surabaya dipenuhi ratusan pengunjung yang antusias menghadiri Festival Inovasi Produk Daya Tarik Wisata dalam rangka Pameran Kopi dan Ekonomi Kreatif 2026, Kamis (23/7). Kegiatan yang berlangsung hingga 24 Juli 2026 itu menjadi wadah promosi sekaligus pemasaran berbagai produk unggulan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dari berbagai daerah di Jawa Timur.

Sebanyak 20 tenant ikut meramaikan festival dengan menampilkan beragam produk, mulai dari kopi, kuliner, kerajinan tangan, hingga hasil karya ekonomi kreatif lainnya yang memiliki potensi mendukung sektor pariwisata daerah.

Baca juga: Buleks Terima Buku Bung Karno dari Gus Rochmad, Diharapkan Jadi Inspirasi Generasi Muda

Mewakili Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Jawa Timur, Kepala Bidang Pemasaran dan Kelembagaan Ekonomi Kreatif, Ali Afandi, mengatakan festival tersebut merupakan bentuk komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama DPRD Provinsi Jawa Timur dalam memperkuat pengembangan produk unggulan daerah.

Menurutnya, Jawa Timur memiliki kekayaan sumber daya dan kreativitas masyarakat yang sangat besar sehingga perlu terus didorong agar mampu memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas.

"Festival ini merupakan komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang berkolaborasi dengan DPRD Provinsi Jawa Timur untuk memperkuat pengembangan dan pemasaran produk unggulan daerah yang mendukung sektor pariwisata," ujar Ali.

Ia menilai potensi kopi dan produk ekonomi kreatif di Jawa Timur layak menjadi identitas daerah yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

"Jawa Timur memiliki potensi yang sangat luar biasa, mulai dari kopi hingga beragam produk ekonomi kreatif yang lahir dari kreativitas masyarakat. Potensi ini perlu dijaga dan terus dikembangkan agar mampu memberikan nilai tambah ekonomi, membuka lapangan usaha, menciptakan lapangan kerja, sekaligus meningkatkan daya saing daerah," katanya.

Ali berharap festival tersebut tidak sekadar menjadi ajang pameran, tetapi mampu membuka akses pasar yang lebih luas bagi para pelaku UMKM.

"Melalui festival ini, kami berharap produk-produk dari Jawa Timur bisa dikenal oleh masyarakat, khususnya masyarakat Surabaya dan Jawa Timur, bahkan dunia," ujarnya.

Baca juga: Festival Kopi dan Ekonomi Kreatif Jatim Bidik Pasar Menengah Atas, 30 UMKM Tampilkan Produk Unggulan

Ia menambahkan, keberhasilan sebuah festival tidak hanya diukur dari jumlah pengunjung, tetapi juga manfaat ekonomi yang dihasilkan selama penyelenggaraan.

"Kami berharap festival ini mampu mendorong transaksi ekonomi, memperluas peluang kerja sama, memperkenalkan lebih banyak produk unggulan Jawa Timur, serta menarik semakin banyak wisatawan ke Jawa Timur," tuturnya.

Ali juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta, komunitas, mitra, dan berbagai pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.

Salah satu peserta pameran, Wiwit Sarwono, pemilik G'Bean Coffee asal Sepanjang, Sidoarjo, mengaku keikutsertaannya dalam festival menjadi kesempatan berharga untuk memperkenalkan usaha yang baru dirintis sekitar satu tahun terakhir.

Menurutnya, kegiatan seperti ini sangat membantu pelaku usaha kecil dalam memperluas jangkauan promosi, terutama kepada penikmat kopi di Surabaya dan Sidoarjo.

Baca juga: Bea Cukai Jatim I Buka Suara soal Penggeledahan KPPBC Juanda, Tegaskan Hormati Proses Hukum Polri

"Event seperti ini sangat membantu sebagai media promosi kedai kecil seperti G'Bean. Kami masih baru berdiri sekitar setahun dan selama ini lebih dikenal di wilayah Sepanjang. Harapannya lewat festival ini kami bisa semakin dikenal oleh para penikmat kopi," ujarnya.

Di stan miliknya, G'Bean Coffee menghadirkan berbagai pilihan kopi manual brew dengan biji kopi single origin dari sejumlah daerah di Indonesia, seperti Gayo, Manglayang, Papua, hingga Ijen di Jawa Timur. Selain itu, tersedia pula beberapa varian kopi impor, termasuk arabika varietas Pacamara dan Gesha asal Kolombia.

Tidak hanya mengejar penjualan, Wiwit berharap festival tersebut juga menjadi ruang membangun jejaring antarpelaku usaha kopi.

"Harapannya bisa bersinergi dengan tenant lain, saling mengenal sesama pelaku kedai kopi, sekaligus memperluas jaringan agar G'Bean semakin dikenal masyarakat," katanya.

Festival Inovasi Produk Daya Tarik Wisata dalam rangka Pameran Kopi dan Ekonomi Kreatif 2026 diharapkan mampu memperkuat ekosistem ekonomi kreatif Jawa Timur. Melalui kolaborasi pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat, ajang ini diharapkan menjadi pintu bagi lahirnya peluang bisnis baru sekaligus meningkatkan daya tarik wisata berbasis produk lokal.(DPR)

Editor : Redaksi

Politik Dan Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru