Buronan 7 Tahun, Pelaku Pembunuhan Dukun Santet di Jember Diringkus di Rumahnya

jatimupdate.id
Imam warga Desa Gelang, Kecamatan Sumberbaru, Jember. Diringkus Anggota Polsek Sumberbaru

Jember (Jatimupdate.id) -Imam warga Desa Gelang, Kecamatan Sumberbaru, Jember. Diringkus Anggota Polsek Sumberbaru di rumahnya.

Pria berumur 50 tahun itu diringkus polisi, setelah sejak tahun 2015 buron terkait kasus pembunuhan dengan menuding Sawi tetangganya sebagai dukun santet.

Baca juga: Sinergi Pesantren - Perguruan Tinggi, KKN Inovasi Pesantren UPNVJT Gelar Sosialisasi Karir di Ponpes Ahlul Irfan Jember

Pelaku buron selama kurang lebih 7 tahun di Bali. Diringkus polisi di rumahnya, karena pelaku mengaku rindu dengan keluarganya di Jember.

Kapolsek Sumberbaru AKP fachturrahman saat dikonfirmasi, menangkap pelaku saat mengetahui keberadaanya di Jember. Saat ditangkap, pelaku mengaku dengan tindakan pembunuhan yang dilakukan.

“Saat ditangkap pelaku mengaku. Motifnya geram gegara gosip adanya tetangga pelaku (korban) Sawi yang memiliki ilmu santet,” kata Fachturrahman saat dikonfirmasi sejumlah wartawan, Jumat (30/9/2022).

Baca juga: Salah Tata Kelola, Lahirnya Sistem Drive Thru di Pasar Tanjung Jember

Fachturrahman menjelaskan, tindak pembunuhan yang dilakukan tersangka. Korban diseret dari rumahnya.

“Kemudian di bawah ke tengah jalanan desa yang sepi. Di jalanan itu korban dihabisi dengan celurit. Korban seketika tewas dengan luka di bagian kepala, perut, dan paha,” jelasnya.

Dari keterangan tersangka, lanjutnya, pelaku mengakui perbuatannya, dan kabur ke Bali. Kasus pembunuhan itu, kata Fachturrahman, karena isu santet yang terjadi sekitar tahun 2015 lalu.

Baca juga: Penyaluran Kredit BPR/BPRS Wilayah Sekarkijang mencapai Rp2,17 triliun atau tumbuh 4,28 persen. 

Atas perbuatannya, Fachturrahman mengatakan, pelaku terancam dengan Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana.

“Dengan ancaman 20 tahun penjara. Adapun pelaku pembunuhan tersebut berjumlah total 3 orang. Dua pelaku lain, Hamid dan Buradi telah ditangkap dan tengah menjalani hukuman masing-masing 10 tahun dan tujuh tahun penjara,” pungkasnya.

Editor : Redaksi

Politik Dan Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru