Menakar Kekuatan Akar Rumput Pemimpin Santri Surabaya

Reporter : Redaksi
Ilustrasi, jatimupdate.id

Catatan Redaksi - Modal terbesar dari kepemimpinan santri juga terletak pada kemampuan komunikasinya yang organis di tingkat akar rumput. 

Sejarah mencatat betapa solidnya barisan pejuang yang digerakkan oleh fatwa keagamaan saat itu, merupakan bukti instruksi kepemimpinan berbasis kultur santri mampu menembus sekat birokrasi yang kaku. 

Baca juga: Melunasi Utang Sejarah Kepemimpinan Surabaya

Di tengah kompleksitas Surabaya modern, kepemimpinan yang berjarak dengan rakyat hanya akan melahirkan kebijakan yang hambar. 

Seorang santri, dengan latar belakang komunalnya, memiliki instink alami untuk merangkul masyarakat bawah, menerjemahkan regulasi kota yang rumit menjadi bahasa umat yang membumi, dan menciptakan stabilitas sosial melalui pendekatan kemaslahatan bersama.

Baca juga: Disorot Ketinggalan Pembangunan, Komisi C: Surabaya Sudah Cukup Masif

Kemampuan konsolidasi kultural ini yang menjadikan kepemimpinan santri sangat relevan bagi masa depan Surabaya. 

Menyerahkan mandat kota kepada seorang santri bukan cuma romantisasi atas heroisme masa lalu. 

Baca juga: Menagih Bukti Riil di Balik Tameng Pembangunan Surabaya

Ini pilihan rasional untuk menjemput arah baru Surabaya, kota metropolitan yang melaju kencang di jalur modernitas. 

Namun tetap dikemudikan oleh nakhoda yang memiliki integritas personal, keadilan sosial, dan jangkar etika yang kokoh

Editor : Redaksi

Politik Dan Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru