Surabaya,JatimIPdate.id - Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi mengatakan kontrak payung tidak memiliki korelasi dengan proyek pembangunan.
Hal itu disampaikan Eri untuk menepis anggapan kontrak payung menghambat proyek pembangunan yang hingga September 2026 baru mencapai 30 persen.
Baca juga: Menepis Polarisasi Mengawal Digitalisasi Adminduk
"Nggak, kalau yang pekerjaan itu, kontrak payung tuh nggak ada hubungannya," kata Eri, Selasa (29/9).
Eri menyebut kontrak payung itu harganya sudah ditentukan sebelum proyek pembangunan dijalankan
Semua harga material, tambah Eri sudah dikalkulasi sejak awal agar proyek berjalan tanpa ada hambatan.
"Kontrak payung itu kontrak yang harganya ditentukan di depan untuk semuanya," tutur Eri.
Baca juga: RAPBD Surabaya 2027 Diproyeksikan Rp12,8 Triliun di Tengah Tekanan Fiskal
Saat dicecar terkait suplay material yang menyulitkan kontraktor, Eri malah menjawab tidak terdapat masalah apapun.
Eri justru mempertanyakan kapan kontraktor memesan material itu, serta jadwal pelelangannya.
"Silihat. Jadi dilihat dulu siapa yang pesannya di di hari apa. Ya?" sergah Eri Cahyadi.
Baca juga: Baktiono: Direksi BUMD Harus Kompeten Bukan Hasil Deal Politik
Sebelumnya, Anggota Komisi C DPRD Surabaya, Buchori Imron mengatakan penerapan kontrak payung dalam proyek pembangunan di kota Pahlawan berdampak terhadap lambannya pengerjaan.
Bahkan papar dia, progres pembangunan hingga September 2026 baru sekitar 30 persen.
“Pekerjaan sekarang sudah bulan 9,” kata Buchori, Minggu (27/9). (Roy/mmt)
Editor : Miftahul Rachman