Presiden Prabowo Sampaikan Posbankum Telah Terbentuk di 83.960 Desa/Kelurahan di Seluruh Indonesia

Reporter : Shofa
Suasana Rapat Kabinet yang menunjukkan sejumlah menteri tengah mendengarkan arahan Presiden Prabowo Subianto dalam membahas sejumlah agenda penting(Foto Humas Seskab/Fric for JatimUPdate.id)

Jakarta, JatimUPdate.id - Pada Selasa siang, (29/09/2026), Presiden Prabowo Subianto berdiskusi bersama sejumlah menteri dan pimpinan lembaga di Istana Merdeka, Jakarta.

Hadir dalam diskusi tersebut Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Prof. Brian Yuliarto, Wakil Menteri Kesehatan Prof. Dante Saksono Harbuwono, Kepala BRIN Arif Satria, Kepala BNN Komjen Pol. Suyudi Ario Seto, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Baca juga: Presiden Prabowo Subianto Bertakziah Meninggalnya Guruh Soekarnoputra Di Rumah Megawati Soekarnoputri

Sejumlah hal menjadi perhatian dalam diskusi, di antaranya:

1. Penguatan Pusat Bantuan Hukum Kementerian Hukum melalui Pos Bantuan Hukum (Posbankum) yang kini telah terbentuk di sekitar 83.960 desa dan kelurahan di seluruh Indonesia.

Dari sekitar 16.000 aduan yang masuk, sekitar 14.000 kasus dapat diselesaikan melalui mediasi dan pendekatan restorative justice, sehingga tidak perlu berlanjut ke proses peradilan. Mekanisme ini berpotensi menghemat anggaran negara hingga sekitar Rp1,2 triliun.

Baca juga: Pendidikan Gratis dan Relevansinya Mewujudkan Indonesia Emas 2045 

2. Kepedulian terhadap generasi muda, khususnya dalam membangun lingkungan pendidikan, kesehatan, dan sosial yang dapat mendukung mereka tumbuh menjadi generasi yang sehat, produktif, dan berdaya saing.

3. Penguatan rehabilitasi bagi pengguna narkotika, termasuk mereka yang berada di dalam lembaga pemasyarakatan. Pemerintah akan mengoordinasikan langkah bersama untuk merumuskan kebijakan rehabilitasi, sekaligus merespons persoalan kapasitas lembaga pemasyarakatan yang telah mengalami kelebihan penghuni.

Baca juga: Gambut, dari Api ke Air

Presiden juga menekankan pentingnya seluruh kementerian dan lembaga untuk terus melakukan pembenahan dan menjaga pemerintahan yang bersih.

Menjaga generasi muda bukan hanya tentang menyiapkan masa depan, tetapi memastikan masa depan itu memiliki ruang untuk tumbuh dengan sehat, aman, dan produktif. Karena Indonesia yang kuat dimulai dari generasi yang kuat. (rilis Humas seskab/sof/yh)

Editor : Yuris. T. Hidayat

Politik Dan Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru