Surabaya,JatimUPdate.id - Legislator senior PDI Perjuangan Baktiono menegaskan Hari Kesaktian Pancasila tidak lepas dari peristiwa gerakan 30 September (G30S/PKI).
Ia mengajak publik menganalisa kembali huruf S dalam peristiwa tersebut, murni bulan September atau ada sesuatu yang belum terurai?
Baca juga: Fraksi PKS Soroti Isu Wali Kota Surabaya Mendatang dari Kalangan Santri
"Ya, karena data CIA sekarang sudah dibuka 60%," kata Baktiono, Kamis (1/10).
Berdasarkan data tersebut Baktiono meyakini gerakan 30 September merupakan kudeta yang dilakukan oleh Orde Baru.
Kudeta tersebut tambah Baktiono untuk menjatuhkan Presiden Republik Indonesia yang sah, Soekarno.
"Jadi kalau kita ngomong Gerakan 30 September, sekarang gaungnya kurang. Karena itu rekayasa, kudeta Orde Baru terhadap presiden yang sah, yaitu Ir. Soekarno," beber Baktiono.
Baca juga: Kudeta Merangkak
Maka dari itu, Baktiono menekankan lahirnya Pancasila harus diluruskan kembali utamanya bagi lulusan sebelum tahun 1990.
Sebab berdasarkan cetakan buku masa Orde Baru Pancasila memang lahir pada 1 Juni.
"Saat itu Soekarno menyampaikan ideologi atau dasar negara Pancasila," kata Baktiono.
Baca juga: Gempar Jatim Demo di Citraland, Soroti Pengelolaan Air Perumahan
Baktiono menjelaskan, Soekarno menyampaikan gagasan tersebut saat berlangsungnya rapat BPUPKI.
Dalam forum tersebut, kata Anggota Komisi B DPRD Surabaya itu, gagasan ideologi Pancasila diterima semua pihak.
"Dan dasar Pancasila yang lewat buku sejarah atau fakta yang ada, yaitu Pancasila 1 Juni yang disampaikan oleh Bung Karno yang bisa diterima sampai sekarang," demikian Baktiono. (Roy/Yh)
Editor : Yuris. T. Hidayat