Tokoh Ulama Jember Kirim Surat Cinta Untuk Bupati Desak Hentikan Sound Horeg

Reporter : Miftahul Rachman
Keterangan Gambar: Tokoh Ulama Jember saat membacakan surat cinta untuk Bupati Jember, terkait sound horeg

Jember, JatimUpdate.id - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Jember menggelar Focus Group Discussion (FGD), yang diikuti oleh para Ulama, Tokoh Masyarakat dan Aktivis, membahas Sound Horeg, di Aula Kementrian Agama Kabupaten Jember, pada Kamis (08/10/2026).

Hasil FGD dituangkan dalam bentuk Surat Cinta untuk Bupati Jember, Muhammad Fawait, yang meminta agar mengambil kebijakan tegas dalam menertibkan Sound Horeg.

Surat cinta itu dibacakan  oleh K H Sadid Jauhari, pengasuh Pondok Pesantren Assuniyah Kencong.

Kegiatan Sound Horeg selama ini, dinilai telah mengabaikan  Surat edaran (SE) Bersama 
Gubernur Jawa Timur, Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur, dan Panglima Komando 
Daerah Militer V/Brawijaya tentang Penggunaan Sound System/Pengeras Suara di 
Wilayah Jawa Timur Surat Edaran Bersama Nomor 300.1/6902/209.5/2025, MUI Kab. 

Kegiatan FGD itu juga dilakukan merespon masukan, terkait dengan kegiatan sound horeg, yang telah dikeluhkan oleh kelompok rentan, lansisa, ibu hamil, bayi dan masyarakat pada umumnya.

"Baik yang dilakukan murni kegiatan Sound Horeg, atau yang menumpang pada kegiatan karnaval masyarakat atau yang lainnya," ujarnya.

Bukan semata suara sound horeg yang nyaring, diatas ketentuan, tidak mengindahkan surat edaran bersama, tetapi juga pelaksanaan kegiatannya yang tanpa mengenal batas waktu, tempat ibadah, puskesmas dan tempat pendidikan.

"Akan tetapi juga, suara sound horeg yang diatas ketentuan telah menimbulkan kerusakan fisik, mempengaruhi kesehatan, hingga menyebabkan meninggal dunia," katanya.

Soun Horeg juga berpengaruh terhadap kecerdasan generasi muda, sehingga dapat menggagalkan target membangun Indonesia Emas 2035.

"Selain itu, sound horeg telah meningkatkan kegiatan amoral, pornografi, pornoaksi, penggunaan minuman beralkohol dan narkoba, yang dapat menghancurkan negara dan pertahanan negara," katanya.

Karenanya, para tokoh masyarakat dan ulama meminta kepada Bupati Jember, untuk membuat kebijakan yang dapat menghentikan kegiatan sound horeg.

"Bupati yang dicintai rakyat, adalah Bupati yang dapat membuat kebijakan, yang menyelamatkan rakyat, dari kegiatan sound horeg," tegasnya. 

Sebagai tambahan, KH Sadid Jauhari menegaskan bahwa para tokoh dan ulama tetap berada dibelakang Bupati Jember Muhammad Fawait.

"Asalkan permohonan ini dikabulkan," tandasnya. (#)

Editor : Redaksi

Politik Dan Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru