Goyang Isu Kader Loncat Pagar di Kandang Banteng Surabaya

Reporter : Redaksi
Ilustrasi, Jatimupdate.id

Catatan Redaksi - Beredarnya foto Wakil Sekretaris DPC PDIP Surabaya Eusebius Purwadi dan Achmad Hidayat memamerkan KTA PSI memicu spekulasi politik tajam. 

Sebagai salah satu basis utama PDIP, rumor eksodus pengurus internal ini bukan cuma riak kecil. Tapi ujian terbuka bagi soliditas mesin partai berlambang banteng di Kota Pahlawan.

Baca juga: Achmad Hidayat dan Purwadi Merapat, PSI Surabaya Semakin Pede Songsong Pemilu 2029

Namun, dalam logika politik, kehilangan figur tokoh tidak otomatis berarti kehilangan suara pemilih. Ada batas yang memisahkan antara hengkangnya seorang individu, pergeseran jaringan taktis, dan runtuhnya basis massa elektoral. 

Ketiga elemen ini tidak selalu berjalan linier. Selama akar rumput tidak ikut bergerak, struktur partai di atas kertas sebenarnya masih bisa diselamatkan.

Kendati begitu, PDIP Surabaya tidak bisa menganggap enteng efek domino ini. Jabatan Wakil Sekretaris Bidang Internal merupakan posisi strategis yang mengelola dapur organisasi, ritme komunikasi, dan taktik lapangan. 

Baca juga: Pipa PDAM Putus Imbas Proyek Jembatan di Kawasan Hotel Patra, 6 Wilayah Surabaya Terdampak

Pengalaman dan pemahaman instan seperti ini tidak mudah digantikan, sekaligus membutuhkan waktu lama bagi partai baru untuk mereplikasinya. 

Jika jaringan bawah tanah ikut terseret, barulah PDIP akan menghadapi ancaman kehilangan kekuatan taktisnya.

Isu ini sedianya jadi alarm bagi PDIP Surabaya segera merapatkan barisan dan melakukan audit loyalitas. 

Baca juga: Menjaga Integritas BUMD Surabaya Melalui Meritokrasi Murni

Sebab kekuatan partai politik modern tidak cuma bersandar pada segelintir figur, melainkan pada soliditas struktur kolektif dari tingkat kota hingga kelurahan. 

Namun dampak manuver ini tergantung sejauh mana jaringan taktis di akar rumput ikut menyeberang ke PSI.

Editor : Redaksi

Politik Dan Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru