Surabaya,JatimUPdate.id – PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) menyiapkan 15.000 bibit mangrove untuk mendukung rehabilitasi kawasan pesisir Surabaya.
Program pembibitan ini dilakukan bersama Kelompok Petani Mangrove Penggerak Konservasi Mandiri Lestari Sontoh Laut Surabaya.
Baca juga: Armuji Belum Tahu Purwadi Loncat Pagar ke PSI, Pakar Sebut Bisa Jadi Modal Hadapi PDIP
Sekretaris Perusahaan TPS, Erika Asih Palupi, mengatakan pembibitan mangrove menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam menjaga lingkungan pesisir sekaligus mengurangi emisi karbon.
"Sebagai bagian dari Pelindo Group, TPS berkomitmen menghadirkan operasional pelabuhan yang semakin hijau dan berkelanjutan. Upaya elektrifikasi alat bongkar muat serta konservasi mangrove merupakan strategi yang saling mendukung dalam upaya pengurangan emisi karbon," kata Erika, Selasa (13/10).
Ia menjelaskan, sebanyak 15.000 bibit mangrove yang saat ini dibudidayakan di area konservasi TPS diproyeksikan siap ditanam dalam waktu sekitar delapan bulan.
Program konservasi mangrove tersebut telah dijalankan TPS sejak 2010. Selain menjaga ekosistem pesisir, mangrove berfungsi sebagai habitat berbagai flora dan fauna serta membantu melindungi kawasan pantai dari abrasi dan banjir rob.
Baca juga: Pemkot Gencarkan Tagihan Pajak Daerah, Sasar Klaster Perumahan dan Wajib Pajak Investasi
Hasil pengukuran TPS bersama Cempaka Foundation pada 2026 menunjukkan kawasan mangrove TPS mampu menyerap karbon sebesar 623,11 ton per hektare, setara dengan 2.286,8 ton karbon dioksida (CO₂).
Selain manfaat lingkungan, program ini juga melibatkan masyarakat pesisir dalam pengadaan bibit, pemeliharaan, pembesaran hingga penanaman mangrove.
"Keterlibatan tersebut diharapkan dapat membuka sumber pendapatan alternatif bagi masyarakat," tambah Erika.
Baca juga: Goyang Isu Kader Loncat Pagar di Kandang Banteng Surabaya
Menurutnya, setelah siap tanam, bibit mangrove akan didistribusikan kepada berbagai pihak untuk mendukung rehabilitasi kawasan pesisir Surabaya.
"Keberhasilan program konservasi mangrove tidak hanya dilihat dari jumlah bibit yang ditanam, tetapi juga dari dampak yang dihasilkan bagi lingkungan dan masyarakat," tutup Erika. (Yh)
Editor : Yuris. T. Hidayat