Paiton, Probolinggo, JatimUPdate – Para santri Pondok Pesantren Nurul Jadid, Paiton, Probolinggo, menunjukkan kemampuan berbicara dan berdiskusi dalam kegiatan Santri Talk.
Acara yang digelar di auditorium I pada Senin (20/10/2026) ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Santri Nasional (HSN) dan berlangsung penuh antusias.
Baca juga: Bupati Jember Buka Hari Santri Nasional 2026: Santri Berhak Memimpin
Penyaji yang tampil merupakan santri Sekolah Lembaga Tingkat Atas (SLTA) yang mewakili setiap lembaga. Mereka memaparkan gagasan di hadapan sesama santri, kemudian membuka ruang diskusi bagi audiens untuk menyampaikan opini masing-masing.
Santri Talk merupakan modifikasi dari Student Talk yang disesuaikan dengan kultur pesantren.
Format ini memungkinkan terjadinya interaksi dua arah antara penyaji dan audiens.
Baca juga: Tol Prosiwangi Segmen Gending-Paiton Resmi Dibuka Gratis 14 Hari, Pengguna Tetap Wajib Tap e-Toll
Steering Committee acara, Ustadz Nurul Iman, menyebut kegiatan ini sebagai wadah kontribusi santri dalam mensukseskan HSN.
“Santri tetap menjadi pelaku utama di Santri Talk. Mulai dari penyaji hingga audiens merupakan santri aktif di pesantren,” tuturnya.
Menurutnya, penampilan para penyaji memperlihatkan potensi dan bakat berbicara di depan umum yang dimiliki santri.
Baca juga: Cegah Karhutla, Polres Probolinggo Intensifkan Patroli di Kawasan Wisata Gunung Bromo
“Santri Talk juga menjadi alat untuk melatih keterampilan dan kemampuan berbicara. Tentunya dengan kemampuan yang dimiliki oleh setiap santri,” jelasnya.
Santri Talk merupakan variasi kegiatan yang baru pertama kali dilaksanakan pesantren dalam peringatan HSN. Kegiatan ini dipilih melalui diskusi dan usulan sejumlah pengurus karena dinilai menarik bagi santri. (pm/yh)
Editor : Yuris. T. Hidayat