Surabaya,JatimUPdate.id - Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Surabaya, Masduki Toha, menegaskan peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 momentum meneguhkan kembali kontribusi santri dan ulama dalam menjaga keutuhan bangsa.
Melalui 18 agenda pada 8–31 Oktober 2026, PCNU Surabaya ingin menghidupkan nilai-nilai Resolusi Jihad sekaligus memperkuat tradisi pesantren agar tetap relevan menghadapi perkembangan zaman.
Baca juga: PKL Embong Blimbing Temui Fraksi PDIP Surabaya, Berharap Tetap Bisa Berjualan
“Hari Santri harus menjadi momentum untuk meneguhkan kembali kontribusi santri dan ulama dalam menjaga keutuhan bangsa. Semangat Resolusi Jihad perlu terus diaktualisasikan melalui penguatan nasionalisme, kecintaan terhadap tanah air, penguasaan ilmu pengetahuan, dan ketakwaan. Santri harus mampu menjaga tradisi sekaligus menjawab tantangan zaman,” kata Masduki, Rabu (21/10).
Menurutnya, Hari Santri tidak hanya peringatan bagi kalangan pesantren, tetapi juga bagian dari sejarah perjuangan bangsa.
Momentum tersebut kata dia, berkaitan dengan Resolusi Jihad yang diserukan para ulama pada 22 Oktober 1945 di gedung Hoofdbestuur Nahdlatoel Oelama (HBNO), PCNU Kota Surabaya.
"Resolusi Jihad menjadi salah satu momentum penting yang membangkitkan semangat perjuangan santri dan masyarakat dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia," papar Masduki.
Masduki menjabarkan semangat itu turut mewarnai perjuangan rakyat Surabaya yang berpuncak pada peristiwa 10 November 1945.
Baca juga: Wong Cilik Jangan Mengais Rezeki di Kota Pahlawan
Dengan mengusung tema “Menguatkan Akar Tradisi, Menjaga Keutuhan Negeri”, rangkaian HSN 2026 mencakup kegiatan keagamaan, pendidikan, pembinaan generasi muda, penguatan kapasitas pesantren, hingga pelatihan digital.
Sejumlah agenda di antaranya Bahtsul Masail, Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ), Lomba Kitab Kuning, Lomba Nadhom Aqidatul Awam, Business Plan Competition, serta pelatihan 99 Santri Melek Digital.
PCNU Surabaya juga menggelar ziarah ke makam para muassis dan penggerak Nahdlatul Ulama di Surabaya pada Selasa (20/10).
Baca juga: Miris! Delapan Bulan Dilarang Jualan PKL Waduk Unesa Jual Tossa hingga Rumah
Dua agenda lainnya Mujahadah Kubro untuk Kemanusiaan dan Palestina pada Kamis (22/10) serta Fun Walk 5.000 Santri pada Minggu (25/10).
Masduki berharap, melalui rangkaian tersebut nilai perjuangan ulama dapat diteruskan melalui penguatan ilmu, akhlak, kepedulian terhadap sesama.
"Dan komitmen menjaga persatuan bangsa," demikian Masduki Toha. (Roy/mmt).
Editor : Miftahul Rachman