Surabaya,JatimUPdate.id - Anggota Komisi C DPRD Surabaya, Eri Irawan mengatakan anggaran pembangunan infrastruktur tahun 2026 belum terserap secara keseluruhan.
"Jadi, sudah berproses, anggaran itu memang belum semuanya terserap," kata Eri beberapa waktu lalu.
Baca juga: Lilik Arijanto: Dua Tahun Lagi, Limbah Surabaya Harus Dikelola Sesuai Aturan
Kendati begitu Eri mengaku pihaknya telah melakukan evakuasi pada semester kedua, hingga triwulan ke tiga.
Eri menyebut dari hasil evaluasi tersebut capaian pembangunan hingga triwulan ketiga bervariasi, 60 hingga 70 persen.
"Ada di bidang jalan, jembatan, gedung itu variatiflah, beberapa ada sudah sampai 70 persen, ada yang masih di bawah 60 persen," beber Eri.
Legislator muda PDI Perjuangan itu menambahkan untuk pembiayaan infrastruktur masih menunggu pencairan akhir tahun.
Baca juga: Perda Air Limbah Domestik Disahkan, DPRD Surabaya Tekankan Pengelolaan Sesuai Aturan
Namun, kata Eri pekerjaan pembangunan infrastruktur di kota Pahlawan terus dilakukan secara kontinyu.
"Cuma memang termin pembayarannya belum berjalan, termasuk dana kelurahan, untuk pembangunan fisik. Nah, sekarang realisasinya sekitar 60 persen," demikian Eri Irawan.
Pimpinan DPRD Surabaya, Arif Fathoni menyebut anggaran pembangunan infrastruktur di era kepemimpinan Wali Kota Eri Cahyadi mencapai Rp2,6 triliun untuk periode 2025-2027.
Baca juga: Abdul Ghoni: Santri Harus Kuasai Teknologi Tanpa Kehilangan Jati Diri
Fathoni mengakui, pembangunan infrastruktur tersebut belum banyak mendapat perhatian publik lantaran isu parkir, penertiban PKL, hingga inspeksi sidak Eri Cahyadi lebih sering mencuat.
"Anggaran pembangunan infrastruktur di masa wali kota ini tinggi. Total itu kan hampir dari mulai 2025 hingga 2027 itu kan Rp2,6 triliun," kata Fathoni. (Roy/Yh)
Editor : Yuris. T. Hidayat