Gresik, Jatim update.id – Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) Kelompok 1 memulai Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Sawo, Kecamatan Dukun, Kabupaten Gresik. Kegiatan yang dimulai sejak 14 Januari 2025 ini mengusung tema "Diversifikasi Produk Hasil Pertanian untuk Meningkatkan Kesejahteraan Ekonomi Lokal".
Kepala Desa Sawo menyambut kedatangan mahasiswa KKN dengan harapan besar. Ia menegaskan pentingnya kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat untuk menyukseskan program yang telah direncanakan.
Baca juga: Socialpreneur Celebration, Puncak Karsa Penutupan KKN-T 2025 Unira Malang
Ketua kelompok, Hilmi Aditya, menyatakan komitmen mahasiswa untuk membantu memajukan ekonomi desa dengan memanfaatkan ilmu yang dimiliki.
Salah satu program unggulan yang dijalankan pembuatan Pupuk Organik Cair (POC). Program ini melibatkan ibu-ibu PKK untuk mengolah limbah organik seperti sampah dapur menjadi pupuk yang ramah lingkungan.
"Selain sosialisasi, praktik langsung juga dilakukan agar masyarakat bisa memanfaatkan teknik ini secara mandiri." katanya Minggu, (26/1)
Manfaat yang diharapkan dari program ini meliputi peningkatan kesuburan tanah, efisiensi biaya, serta kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan limbah.
Inovasi Lain untuk Desa Sawo
Baca juga: Penutupan KKN Universitas Billfath Lamongan: Kontribusi Nyata Mahasiswa di Masyarakat
Selain POC, mahasiswa KKN juga menjalankan sejumlah program lain:
1. Dashat (Dapur Sehat Anti Stunting): Memberikan edukasi kepada ibu balita untuk mencegah stunting melalui inovasi menu makanan.
2. Cerdas Bersama Gizi Sehat: Mengajarkan siswa SD pentingnya makanan bergizi dan pencegahan anemia.
Baca juga: Resin Recycle Project KKN UMG, Edukasi Kreatif untuk Generasi Muda
3. Pemanfaatan Sampah Plastik: Anak-anak dilatih mengolah sampah plastik menjadi rak ecobrik yang bernilai guna.
4. Gemar Menabung: Mengedukasi anak-anak tentang pentingnya pengelolaan uang sejak dini.
Beragam program kerja ini diharapkan mampu memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat Desa Sawo, utamanya dalam bidang ekonomi dan kesehatan. Kolaborasi antara mahasiswa, perangkat desa, dan warga dinilai menjadi kunci keberhasilan pembangunan desa. (anang firdaus/yh)
Editor : Yuris. T. Hidayat