Bahlil Lahadalia Ungkap Peran Strategis Hilirisasi dalam Mendorong Investasi Nasional

Reporter : Shofa
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dalam acara Silaturahmi dan Buka Puasa Bersama KAHMI di Jakarta pada Rabu (12/3/2025)

Jakarta, JatimUPdate.id – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa hilirisasi adalah kunci dalam mendorong investasi nasional dan menciptakan lapangan pekerjaan. Hal ini ia sampaikan dalam acara Silaturahmi dan Buka Puasa Bersama Majelis Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MN KAHMI) di Rumah Dinas Menteri ESDM, Jakarta, pada Rabu (12/3/2025).

Menurut Bahlil, pertumbuhan ekonomi sangat bergantung pada investasi, yang saat ini berkontribusi sekitar 30% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Oleh karena itu, industrialisasi melalui hilirisasi menjadi langkah yang tidak bisa dihindari.

Baca juga: Bamsoet Dorong F- Partai Golkar Jadi Garda depan Penataan Sistem Partai Politik Perkuat Demokrasi dan Keadilan Sosial

"Ekonomi kita tidak bisa hanya bergantung pada konsumsi. Untuk menciptakan lapangan pekerjaan, kita harus mendorong investasi. Dan investasi itu harus berbasis industrialisasi dan hilirisasi," ujar Bahlil.

Ia mencontohkan keberhasilan hilirisasi nikel yang telah meningkatkan nilai ekspor Indonesia secara signifikan.

"Dulu kita hanya mengekspor bahan mentah. Tapi setelah hilirisasi, ekspor nikel kita sudah mencapai 40 miliar USD. Ini membuktikan bahwa hilirisasi mampu mengubah struktur ekonomi kita," tambahnya.

Namun, Bahlil mengingatkan bahwa hilirisasi tidak bisa dilakukan tanpa peran negara yang kuat dalam mengatur kebijakan dan regulasi. Ia menekankan pentingnya koordinasi antar-kementerian dan lembaga agar tidak terjadi tumpang tindih kebijakan.

Baca juga: Presiden Prabowo Tegaskan Kepastian Investasi, Akselerasi Hilirisasi, dan Jamin Stok Energi Nasional Aman

"Tidak ada satu pun negara yang berhasil melakukan industrialisasi tanpa keterlibatan negara secara aktif. Oleh karena itu, kita harus memastikan ada tata kelola yang jelas agar hilirisasi berjalan efektif," tegasnya.

Selain itu, Bahlil juga mengkritik ketimpangan dalam distribusi manfaat dari hilirisasi. Menurutnya, banyak keuntungan dari industri hilirisasi yang masih lebih banyak dinikmati oleh investor asing dibandingkan oleh masyarakat lokal.

"Hilirisasi harus adil. Jangan sampai hanya dinikmati oleh investor luar negeri sementara masyarakat kita hanya jadi penonton," ujarnya.

Baca juga: Getir Di Negara Merdeka

Sebagai bagian dari strategi besar pemerintah, Bahlil mengatakan bahwa ia telah mengusulkan pembentukan Satgas Hilirisasi untuk memastikan kebijakan ini berjalan secara terintegrasi dan berkelanjutan.

"Kita sudah buat roadmap hilirisasi untuk 26 komoditas, termasuk mineral, pertanian, dan perikanan. Ini adalah langkah besar agar Indonesia tidak lagi bergantung pada ekspor bahan mentah," jelasnya.

Dengan pendekatan yang lebih terstruktur dan melibatkan berbagai pihak, Bahlil optimistis bahwa hilirisasi akan membawa Indonesia menuju ekonomi yang lebih mandiri dan berdaya saing di tingkat global (*).

Editor : Redaksi

Politik Dan Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru