Di Balik Halalbihalal KAHMI Jatim: 10 Pimpinan Daerah Duduk Satu Meja, Bahas Ketahanan di Tengah Gejolak Global

avatar Ponirin Mika
  • URL berhasil dicopy
Walikota Probolinggo memberikan sambutan pada acara Halal Bil Halal.
Walikota Probolinggo memberikan sambutan pada acara Halal Bil Halal.

 

Kota Probolinggo, JatimUpdate.id – Halalbihalal KAHMI Jawa Timur di Kota Probolinggo, Minggu (12/4/2026), tak sekadar menjadi ajang silaturahmi pasca-Lebaran.

Di balik suasana hangat tersebut, forum ini menjadi ruang konsolidasi strategis yang mempertemukan pimpinan daerah, legislator, dan jejaring alumni untuk membahas ketahanan daerah di tengah gejolak global.

Kegiatan yang digelar di Gedung Puri Manggala Bhakti, lingkungan Pemerintah Kota Probolinggo ini dihadiri sebanyak 10 pimpinan daerah dari berbagai kabupaten/kota di Jawa Timur.

Hadir pula Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, serta anggota DPR RI Ali Mufthi.

Selain itu, ratusan kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) turut meramaikan kegiatan, bersama unsur penyelenggara pemilu seperti Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) dari berbagai daerah.

Satukan Pimpinan Daerah dan Legislator

Momentum ini menjadi penting karena mempertemukan para pengambil kebijakan dalam satu forum.

Sejumlah pimpinan daerah yang hadir di antaranya Wali Kota Probolinggo Aminuddin, Bupati Situbondo Yusuf Rio Prabowo, Bupati Lumajang Indah Amperawati, Wali Kota Pasuruan Adi Wibowo, Bupati Probolinggo M. Haris Dwi R., Bupati Gresik Fandi Ahmad Yani, Bupati Jombang Warsubi, Wali Kota Mojokerto Rahmad Sidharta Adianto, serta Bupati Jember M. Fawait. Turut hadir sebagai pemandu diskusi Ketua PWI Jatim H. Lutfil Hakim.

Kehadiran mereka mempertegas posisi KAHMI sebagai jejaring strategis yang tidak hanya kuat secara sosial, tetapi juga memiliki pengaruh dalam arah kebijakan daerah.

Dorong Sinkronisasi Program Nasional

Wali Kota Probolinggo, Aminuddin, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa forum ini menjadi lebih dari sekadar tradisi tahunan.

Menurutnya, kegiatan ini menjadi ruang bertemunya gagasan lintas sektor sekaligus mendorong sinkronisasi program daerah dengan kebijakan nasional, termasuk agenda pembangunan yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.

“Silaturahmi ini bukan sekadar tradisi, tetapi juga menjadi titik temu gagasan. Kita berharap lahir solusi konkret bagi pembangunan daerah yang lebih maju dan sejahtera,” ujarnya.

85 Legislator KAHMI, Kekuatan Nyata di Daerah

Dalam forum tersebut juga terungkap besarnya kekuatan jaringan KAHMI di Jawa Timur. Tercatat, sebanyak 85 anggota DPRD kabupaten/kota merupakan alumni HMI.

Hal ini menunjukkan bahwa KAHMI memiliki posisi strategis dalam proses legislasi dan pengambilan kebijakan di tingkat daerah.

Selain itu, KAHMI Jatim juga tengah menyiapkan agenda Musyawarah Wilayah (Muswil) yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober 2026.

Dua daerah yang menjadi kandidat tuan rumah adalah Trenggalek dan Kabupaten Probolinggo.

Dialog Strategis Bahas Isu Global

Puncak kegiatan diisi dengan dialog interaktif bertema “Eksekutif dan Legislatif KAHMI Bicara: Ketahanan Daerah di Tengah Krisis Geopolitik Global” yang dipandu oleh H. Lutfil Hakim yang juga Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jatim.

Dalam dialog tersebut, para pimpinan daerah dan legislator membahas berbagai isu strategis, mulai dari dampak geopolitik global terhadap ekonomi lokal, ketahanan pangan, hingga stabilitas sosial.

Sejumlah gagasan mengemuka, seperti penguatan sektor UMKM, inovasi kebijakan daerah, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia sebagai kunci menghadapi ketidakpastian global.

Dari Silaturahmi Menuju Arah Kebijakan

Kegiatan ini menegaskan bahwa forum silaturahmi dapat berkembang menjadi ruang dialog yang produktif dan strategis.

Dengan jejaring yang kuat serta keterlibatan para pemangku kebijakan, KAHMI Jawa Timur diharapkan mampu terus berkontribusi dalam mendorong lahirnya kebijakan yang adaptif, responsif, dan berpihak pada kepentingan masyarakat. (pm/mmt)