Pergantian Kepala BGN Jadi Momentum Benahi Tata Kelola Program Makan Bergizi Gratis
Jakarta, JatimUPdate.id, – Pergantian kepemimpinan di Badan Gizi Nasional (BGN) dinilai menjadi momentum penting untuk memperkuat tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG), salah satu program prioritas pemerintah yang menjangkau jutaan penerima manfaat di berbagai daerah.
Direktur Kebijakan Pembangunan Manusia, Kependudukan, dan Kebudayaan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Rudi Arifiyanto, menilai penunjukan Nanik S. Deyang sebagai Kepala BGN membuka peluang penguatan aspek transparansi, akuntabilitas, dan komunikasi publik yang selama ini menjadi perhatian dalam pelaksanaan program berskala nasional tersebut.
Menurut Rudi, tantangan yang dihadapi BGN tidak hanya berkaitan dengan distribusi dan pelaksanaan program di lapangan, tetapi juga bagaimana membangun kepercayaan publik melalui penyampaian informasi yang terbuka dan mudah dipahami masyarakat.
“BGN membutuhkan figur yang mampu menjembatani komunikasi antara lembaga, masyarakat, serta berbagai pihak yang melakukan pengawasan. Dalam konteks itu, saya melihat Ibu Nanik memiliki kompetensi yang kuat,” ujar Rudi dalam keterangannya, Rabu (3/6/2026).
Rudi menilai pengalaman Nanik di bidang komunikasi publik dan investigasi menjadi modal penting dalam memperkuat hubungan antara BGN dengan publik.
Kemampuan tersebut dinilai relevan untuk memastikan setiap kebijakan dan pelaksanaan program dapat dikomunikasikan secara jelas, sekaligus membuka ruang pengawasan yang konstruktif.
Ia menegaskan, transparansi merupakan elemen krusial dalam keberhasilan program nasional, terutama yang menggunakan anggaran besar dan menyasar kelompok masyarakat luas seperti Program Makan Bergizi Gratis.
“Dengan keterbukaan informasi yang baik, potensi kesalahpahaman dapat diminimalkan. Di sisi lain, dukungan publik terhadap program juga akan semakin kuat karena masyarakat memahami tujuan, mekanisme, dan capaian yang dihasilkan,” katanya.
Selain memperkuat komunikasi publik, pergantian kepemimpinan di BGN juga diharapkan membawa perbaikan pada tata kelola internal lembaga.
Menurut Rudi, sistem yang terintegrasi dan mekanisme kerja yang solid akan berpengaruh langsung terhadap efektivitas pelaksanaan program di daerah.
Ia meyakini, penguatan tata kelola internal yang dibarengi transparansi publik akan membuat Program Makan Bergizi Gratis berjalan lebih tepat sasaran, efisien, serta mampu memberikan dampak sosial dan ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.
“Harapannya, kepemimpinan baru ini dapat semakin memperkuat kepercayaan publik sekaligus memastikan program-program BGN berjalan secara efektif, transparan, dan akuntabel,” ujar Rudi.
Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu agenda strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pemenuhan gizi bagi peserta didik dan kelompok sasaran lainnya. Karena cakupan dan skalanya yang besar, keberhasilan program ini dinilai sangat bergantung pada tata kelola yang kuat, pengawasan yang efektif, serta komunikasi publik yang terbuka. (ries/yh)
Editor : Yuris. T. Hidayat