Tiga Bupati di Tapal Kuda Jatim Kompak Desak Pemerintah Percepat Operasional Tol Prosiwangi

avatar M Aris Effendi
  • URL berhasil dicopy
Gerbang Tol Paiton menjadi salah satu akses strategis pada ruas Jalan Tol Probolinggo–Situbondo–Banyuwangi (Prosiwangi).
Gerbang Tol Paiton menjadi salah satu akses strategis pada ruas Jalan Tol Probolinggo–Situbondo–Banyuwangi (Prosiwangi).

 

Bondowoso, JatimUPdate.id, – Tiga kepala daerah di kawasan Tapal Kuda kompak mengusulkan percepatan operasional Jalan Tol Probolinggo–Situbondo–Banyuwangi (Prosiwangi).

Melalui surat resmi yang ditujukan kepada pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, mereka mendorong agar sejumlah ruas tol yang telah siap segera difungsikan guna mengurai kemacetan di jalur Pantura, memperlancar distribusi logistik, sekaligus memperkuat konektivitas dan pertumbuhan ekonomi kawasan.

Langkah tersebut dilakukan secara terpisah oleh Bupati Situbondo, Bupati Bondowoso, dan Bupati Probolinggo dengan menyesuaikan kebutuhan wilayah masing-masing.

Meski memiliki latar belakang berbeda, ketiganya sama-sama menilai percepatan operasional Tol Prosiwangi menjadi kebutuhan mendesak.

Situbondo Usulkan Exit Tol Suboh Dibuka Juli 2026

Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo mengirimkan surat bernomor 500.11/186/431.312/2026 kepada Menteri Perhubungan RI yang berisi usulan agar Interchange (Exit Tol) Suboh dapat segera dibuka dan dioperasikan pada Juli 2026.

Dalam surat tersebut dijelaskan bahwa pembukaan Exit Tol Suboh akan memperlancar akses masyarakat, pelaku usaha, serta distribusi barang dan jasa menuju Kecamatan Suboh, Besuki, Banyuglugur, Mlandingan, dan wilayah sekitarnya.

Selain meningkatkan aksesibilitas, keberadaan exit tol juga dinilai mampu mempercepat pertumbuhan sektor perdagangan, industri, pertanian, perikanan, pariwisata, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Pembukaan akses tersebut juga diharapkan dapat menekan biaya logistik, memperpendek waktu tempuh, serta memperkuat pemerataan pembangunan di wilayah Situbondo bagian barat.

Usulan itu disebut selaras dengan arah pembangunan Kabupaten Situbondo menuju "Situbondo Naik Kelas", yakni meningkatkan daya saing daerah, pertumbuhan ekonomi yang inklusif, dan pemerataan pembangunan.

Bondowoso Minta Tol Difungsikan Selama Perbaikan Jalur Pantura

Sementara itu, Bupati Bondowoso Abd. Hamid Wahid mengajukan permohonan kepada Menteri Pekerjaan Umum agar ruas Tol Prosiwangi dapat difungsikan sementara sebagai jalur alternatif selama berlangsungnya pekerjaan perbaikan infrastruktur di jalur Pantura.

Permohonan tersebut disampaikan menyusul perbaikan jembatan di Desa Sumberanyar, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, serta pekerjaan perbaikan gorong-gorong di ruas Tampora–Kalianget, Kecamatan Banyuglugur, Kabupaten Situbondo, yang mengakibatkan antrean panjang kendaraan dan menghambat arus distribusi barang maupun mobilitas masyarakat.

Dalam suratnya, Pemkab Bondowoso menilai pembukaan fungsional sementara ruas tol diperlukan sebagai bagian dari rekayasa lalu lintas untuk menjaga kelancaran distribusi logistik sekaligus meningkatkan keselamatan pengguna jalan selama pekerjaan berlangsung.

Probolinggo Dorong Operasional Ruas Gending–Paiton

Sebelumnya, Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris juga telah menyampaikan surat kepada Gubernur Jawa Timur guna meminta dukungan percepatan operasional Jalan Tol Prosiwangi Ruas Gending–Paiton (Paket 1 dan 2) yang konstruksinya telah selesai.

Dalam surat tersebut dijelaskan bahwa Kecamatan Paiton merupakan salah satu pusat pertumbuhan ekonomi strategis di Kabupaten Probolinggo karena menjadi lokasi Objek Vital Nasional (Obvitnas) PLTU Paiton sekaligus jalur utama logistik Jawa–Bali.

Operasional ruas tol tersebut diyakini mampu memangkas waktu distribusi logistik, menekan biaya transportasi, meningkatkan investasi, serta memperkuat konektivitas kawasan Probolinggo bagian timur.

Selain itu, ruas arteri Gending–Paiton selama ini dikenal sebagai salah satu titik rawan kecelakaan (black spot) di jalur Pantura Jawa Timur akibat bercampurnya kendaraan berat dengan sepeda motor dan angkutan umum.

Dengan beroperasinya jalan tol, beban lalu lintas di jalan nasional diharapkan berkurang sehingga keselamatan pengguna jalan dapat meningkat.

Tunjukkan Sinergi Daerah

Kesamaan langkah yang ditempuh ketiga kepala daerah tersebut menunjukkan adanya sinergi pemerintah daerah di kawasan Tapal Kuda dalam mendorong percepatan operasional Jalan Tol Prosiwangi.

Masing-masing daerah membawa kepentingan berbeda, mulai dari peningkatan aksesibilitas masyarakat, kelancaran distribusi logistik, pengurangan kemacetan di jalur Pantura, hingga peningkatan keselamatan lalu lintas dan pertumbuhan ekonomi.

Namun seluruh usulan bermuara pada satu harapan, yakni agar ruas-ruas Tol Prosiwangi yang telah siap dapat segera difungsikan sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih cepat oleh masyarakat dan dunia usaha di wilayah timur Jawa Timur. (ries/yh)