Pemkab Bondowoso dan BAZNAS Salurkan 1.000 Seragam Gratis, Ringankan Beban Warga Jelang Tahun Ajaran Baru

avatar M Aris Effendi
  • URL berhasil dicopy
Bupati Bondowoso Abd. Hamid Wahid serahkan bantuan secara simbolis kepada penerima manfaat dalam kegiatan Festival Muharram 1448 H di Pendopo Raden Bagus Asra Bondowoso, Rabu (17/6/2026).
Bupati Bondowoso Abd. Hamid Wahid serahkan bantuan secara simbolis kepada penerima manfaat dalam kegiatan Festival Muharram 1448 H di Pendopo Raden Bagus Asra Bondowoso, Rabu (17/6/2026).

 

Bondowoso, JatimUPdate.id, – Pemerintah Kabupaten Bondowoso terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung akses pendidikan bagi masyarakat.

Menjelang tahun ajaran baru 2026/2027, Pemkab Bondowoso bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Bondowoso menyalurkan 1.000 paket seragam sekolah gratis kepada siswa baru tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang tersebar di 23 kecamatan.

Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Bupati Bondowoso, Abd. Hamid Wahid, dalam rangkaian Festival Muharram 1448 Hijriah bertajuk "Bersama BAZNAS Pendidikan Berkah" yang digelar di Pendopo Raden Bagus Asra Bondowoso, Rabu (17/6/2026).

Program tersebut merupakan hasil sinergi antara Pemkab Bondowoso, BAZNAS, dan Dinas Pendidikan sebagai upaya meringankan beban masyarakat sekaligus memastikan anak-anak tetap memiliki semangat untuk mengenyam pendidikan pada tahun ajaran baru.

Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid mengatakan, pendidikan merupakan investasi penting bagi masa depan daerah.

Karena itu, pemerintah daerah terus berupaya menghadirkan berbagai program yang dapat mendukung kebutuhan pendidikan masyarakat, terutama bagi keluarga yang membutuhkan.

Menurutnya, bantuan seragam sekolah bukan hanya sebatas bantuan perlengkapan belajar, tetapi juga bentuk kepedulian bersama dalam menyiapkan generasi penerus yang berkualitas dan berdaya saing.

"Seragam gratis ini diharapkan dapat menumbuhkan semangat baru bagi anak-anak kita dalam menempuh pendidikan. Belajarlah dengan tekun, disiplin, dan penuh tanggung jawab. Jadikan bantuan ini sebagai penyemangat untuk meraih masa depan yang lebih baik," ujar Hamid.

Ia menambahkan, pendidikan yang baik membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah daerah dan BAZNAS menjadi langkah konkret dalam menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat melalui pengelolaan dana zakat yang tepat sasaran.

Selain bantuan seragam sekolah, pada kesempatan yang sama juga dilakukan penyaluran sejumlah program sosial lainnya, termasuk bantuan perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) bagi warga kurang mampu.

Hamid juga mengajak Aparatur Sipil Negara (ASN), pelaku usaha, dan masyarakat yang telah memenuhi ketentuan untuk menunaikan zakat, infak, maupun sedekah melalui BAZNAS.

Menurutnya, zakat memiliki peran strategis dalam membantu pemerintah mengatasi berbagai persoalan sosial dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Semakin besar dana zakat yang dihimpun dan dikelola secara profesional, maka semakin luas pula manfaat yang dapat dirasakan masyarakat. Karena itu akuntabilitas dan transparansi harus terus diperkuat agar kepercayaan masyarakat semakin meningkat," tegasnya.

Sementara itu, Ketua BAZNAS Bondowoso, Akhmadi, menjelaskan bahwa bantuan seragam sekolah diberikan kepada siswa baru SD dan SMP berdasarkan data yang dihimpun Dinas Pendidikan Kabupaten Bondowoso.

Data tersebut kemudian diverifikasi melalui sekolah masing-masing untuk memastikan bantuan diterima oleh siswa yang benar-benar berhak.

"Penerima bantuan telah ditetapkan berdasarkan data dari Dinas Pendidikan dan diverifikasi melalui sekolah. Penyalurannya menggunakan sistem by name by address agar tepat sasaran," jelas Akhmadi.

Ia mengatakan, sebanyak 1.000 paket seragam sekolah akan didistribusikan secara merata kepada penerima manfaat di seluruh kecamatan di Bondowoso.

Menurut Akhmadi, program tersebut merupakan salah satu bentuk pemanfaatan dana zakat untuk mendukung sektor pendidikan sekaligus membantu meringankan beban ekonomi keluarga menjelang tahun ajaran baru.

Di sisi lain, penghimpunan zakat profesi ASN di Bondowoso juga menunjukkan tren positif setelah terbitnya instruksi Bupati terkait optimalisasi pembayaran zakat melalui BAZNAS.

"Alhamdulillah, setelah adanya instruksi Bupati, penghimpunan zakat mengalami peningkatan. Saat ini zakat profesi ASN yang masuk ke BAZNAS mencapai sekitar Rp100 juta per bulan," ungkapnya.

Peningkatan tersebut, lanjut Ahmadi, menjadi indikator semakin tingginya kesadaran ASN untuk menunaikan kewajiban zakat melalui lembaga resmi yang dikelola secara profesional dan transparan.

Melalui sinergi antara Pemkab Bondowoso dan BAZNAS, program bantuan pendidikan dan sosial diharapkan terus berkembang sehingga semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaat nyata dari dana zakat yang dihimpun. (ries/yh)