PMII Perjuangan Anggap SE Wali Kota Cuma "Lelucon", Eri Cahyadi Buka Suara 

Reporter : Ibrahim
PMII Perjuangan saat demonstrasi di depan Gedung DPRD Surabaya, mereka diterima Komisi B, Senin (24/3)

Surabaya,JatimUpdate.id - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi buka suara terkait tudingan PMII Perjuangan Unitomo SE Walikota hanya "lelucon" atau mencari simpati di bulan suci Ramadhan. Padahal berdasarkan temuan mereka, ada puluhan outlet yang menjual minuman alkohol (Mihol) selama puasa.

Eri meminta warga kota Pahlawan turut serta mengantisipasi peredaran Mihol di bulan suci Ramadan, sebab penertiban tidak bisa dilakukan sendirian oleh Pemkot.

Baca juga: Bazar Ramadan Wajib Izin Forkopimcam, Buleks: Kampung Diberi Kemudahan, Jalan Protokol Diawasi Ketat

"Kalau itu ya saya berharap semua warga ikut turun, batasnya saya ini berapa sama hanya dengan pencurian motor, kalau dikasih polisi dan awak dewe ga mungkin ngatasi," kata Eri di kawasan Yos Sudarso, Senin (24/3).

Ia menegaskan, jika masyarakat menemukan perderan Mihol segera dilaporkan, karena membangun kota Surabaya tidak bisa dilakukan oleh segelintir orang.

"Makanya saya berharap semuanya itu ikut, ikut turun Jadi kalau ada ini dilaporkan, dia datang ke lapangan itu penting Karena bangun Surabaya tidak bisa sendiri ya, pasti harus bersama-sama." tuturnya.

Baca juga: Sering Wakili Eri Cahyadi di Sidang Paripurna, Lilik Bantah Isu Disiapkan Jadi Calon Wali Kota 

Disinggung soal Satpol PP yang dianggap kurang sigap menanggapi laporan masyarakat, Eri malah mengajak bersama-bersama melakukan pengawasan, termasuk bagaimana menjaga keamanan selama Ramadan.

"Saya berharap ayo pengawasan dilakukan bersama, termasuk bagaimana menjaga keamanan selama Ramadan, bagaimana penjaga keamanan terkait pencurian motor, ya itu harus bersama-sama." demikian Eri Cahyadi.

Ketua PMII Pejuangan Unitomo, Noval Aqimuddin mengatakan, SE Walikota Surabaya sangat lemah dan hanya lelucon.

Baca juga: Kolaborasi Sandiaga & Eri di Ruang Tumbuh Bisnis Akademi, Hadirkan Pengusaha Sukses Berkualitas

Pasalnya, sebut Noval belum ada bukti konkret dan fungsi terkait sudara edaran itu, utamanya poin 3 dan 4.

"Berbicara poin 3 dan 4, RHU tutup dan outlet-outlet tidak boleh berjualan dan sebagainya. Itu masih membuka. Kalau yang kami temui, ada puluhan lebih dari 20." demikian Noval Aqimuddin. (Roy)

Editor : Miftahul Rachman

Politik Dan Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru