Kemiskinan Ekstrem Diklaim Nol Persen, Pansus Ingatkan Dinsos Jangan Ada Pemblokiran NIK 

Reporter : Ibrahim
Ajeng Wira Wati, dok Jatimupdate.id/roy

Surabaya,JatimUPdate.id - Wakil Ketua Pansus LKPJ Wali Kota Surabaya Ajeng Wira Wati, mengingatkan dinas sosial (Dinsos) tidak menonaktifkan nomor induk kependudukan (NIK) meskipun kemiskinan ekstrem diklaim nol persen dari 2023.7572 jiwa.

Pum penurunan angka keluarga miskin (Gamis) 116.620 jiwa. Pasalnya sebut ketua Fraksi Gerindra Surabaya itu, penonaktifan NIK tidak bisa dilakukan kendati tidak sesuai KTP domisili. 

Baca juga: Apresiasi Purabaya-Kenpark Lewat Tol, Eri Irawan Dukung Kembali Pakai Bus

"Kemiskinan ekstrem nol persen dari 2023.7572 jiwa. Gamis menurun dari 136.370 jiwa menjadi 116.620 jiwa. Dengan pengeluran 742rb per bulan. Kami mengingatkan dinsos tidak berdampak NIK yang dinonaktifkan akibat tidak sesuai alamat KTP dengan domisili." beber Ajeng, Kamis (10/4).

Ajeng menekankan, Pemkot dapat meningkatkan pra gamis sebanyak 278.589 jiwa melalui outreach real lapangan.

Selian itu, beber anggota Komisi D DPRD tersebut Pemkot juga mengefektifkan musyawarah kelurahan (Muskel) kembali.

"Pra gamis 278.589 jiwa tahun 2024, diharapkan benar-benar bisa meningkatkan kesejahteraan warga surabaya, dengan outreach yang real lapangan, kemudian muskel lebih diefektifkan kembali." tuturnya.

Baca juga: BPJS Nonaktif Tanpa Pemberitahuan, Warga Miskin Terancam Gagal Operasi

Ajeng mengingatkan, warga kota Pahlawan juga belum tereduksi tentang kategori gamis. Sehingga dengan muskel diyakini data kemiskinan akan sinkron.

"Masyarakat masih belum sepenuhnya teredukasi sepenuhnya secara benar ya. Yang masyarakat miskin terus seperti apa, yang tiba-tiba miskin tidak serta merta bisa dimasukkan ke data kemiskinan. Nah ini kan kegiatan untuk musyawarah kelurahan itu diaktifkan kembali supaya singkron antara RTRW dan juga kelurahan kemudian kepada dina sosial." beber Ajeng.

Maka dari itu, Ajeng menekankan, dinsos harus melakukan survei untuk ketepatan dan kecepatan data kemiskinan. 

Baca juga: DPRD Surabaya Soroti Dinamika Normalisasi Sungai Kalianak Tahap II

Pasalnya, sebut Ajeng banyak laporan anak putus sekolah, lansia tidak mendapatkan permakaman.

"Tapi yang jelas kita mengingatkan tingkat kesejahteraan ini di jatah 0% kemiskinan ekstrem yang turunnya dari tahun 2023 jadi 136.370 jiwa. Terus menjadi 116 kemiskinan gamis ya." demikian Ajeng Wira Wati. (Roy)

Editor : Miftahul Rachman

Politik Dan Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru