Kawasan Madyopuro Bisa Jadi Pusat Ekonomi Berbasis Budaya

Reporter : Deki Umamun Rois
Dahlan Iskan tengah menjadi narasumber dalam acara Sarasehan Madyopuro yang berlangsung di Terminal Madyopuro, Kedungkandang, Kota Malang pada Selasa (8/4/2025).

 

Malang, JatimUPdate.id : Dahlan Iskan, mantan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), menegaskan pentingnya kawasan Madyopuro sebagai pusat perekonomian berbasis budaya dan wisata kuliner halal yang cashless.

Baca juga: DPRD Malang Kaji Penataan Reklame Baru, Arahan Presiden Jadi Momentum Penataan

Dalam pandangannya, kekuatan utama kawasan ini terletak pada hutan kota yang rindang, yang berada di sekitar Terminal Madyopuro dan Velodrome.

Dalam acara Sarasehan Madyopuro yang berlangsung di Terminal Madyopuro, Kedungkandang, Kota Malang pada Selasa (8/4/2025), Dahlan Iskan menyampaikan keyakinannya bahwa kawasan ini dapat berkembang pesat dalam sepuluh tahun mendatang.

Ia menekankan bahwa lokasi yang strategis—berada di antara kota dan bandara serta dilalui jalan tol—akan menjadikan Madyopuro sebagai pusat pertumbuhan ekonomi.

"Saya memprediksi bahwa transformasi kawasan ini akan terlihat dalam waktu sepuluh tahun ke depan, dengan harapan agar masyarakat Madyopuro dapat mewujudkan cita-cita mereka." ucap Dahlan Iskan.

Ia juga mengingatkan agar keindahan hutan kota dipertahankan dan diperbaiki agar tidak terkesan kumuh.

"Kawasan ini betul-betul akan menjadi tambang emas," tegasnya.

Dahlan mengungkapkan keprihatinan tentang potensi kerusakan yang mungkin terjadi akibat pembangunan.

Ia menyarankan agar proyek-proyek baru, seperti pasar seni, dilakukan tanpa menebang pohon-pohon yang ada.

Baca juga: Pelatihan Jaya Melati 1: Mencetak Kader Hizbul Wathan Berkualitas

Dahlan Iskan menekankan bahwa semua fasilitas yang dibangun harus memenuhi standar kualitas tinggi, dengan fokus pada kebersihan dan keindahan.

Dahlan menegaskan bahwa pembangunan di Madyopuro harus dilakukan secara berkelanjutan, tanpa mengorbankan hutan kota.

Lebih jauh Dahlan Iskan mengusulkan agar kawasan tersebut menjadi pusat bisnis yang luas, dengan banyak rumah makan dan hotel berbintang, namun tetap menjaga kelestarian lingkungan.

Sementara itu, Prof. KH. Mohammad Bisri, mantan Rektor Universitas Brawijaya dan salah satu pembicara di acara tersebut, turut mendukung visi Dahlan.

Prof Bisri menyatakan bahwa rencana menjadikan Madyopuro sebagai kawasan perekonomian berbasis budaya dan wisata kuliner halal bukanlah sekadar mimpi.

Baca juga: Pemkot Malang Siapkan Kebijakan Ramadan, Penataan Sentra Takjil dan Pengawasan Ketat Hiburan Malam

"Teknologi yang akan dipakai untuk mendesain kawasan ini sudah siap. Yang diperlukan adalah niat dan dukungan dari masyarakat," ujarnya.

Kedua tokoh tersebut sepakat bahwa pembangunan kawasan Madyopuro harus dilakukan dengan bijak, menghindari gedung-gedung tinggi yang dapat mengganggu ekosistem hutan kota.

Mereka berkomitmen untuk menjaga kawasan ini agar tetap menjadi tempat yang indah dan berkelanjutan, serta menghindari potensi masalah baru seperti banjir.

Dengan kolaborasi masyarakat dan dukungan dari berbagai pihak, Madyopuro diharapkan dapat menjadi destinasi wisata kuliner halal yang berkelas dunia di masa depan. (dek/yh)

Editor : Yuris. T. Hidayat

Politik Dan Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru