Surabaya,JatimUPdate.id – Ketua Aliansi Wartawan Surabaya (AWS), Kiki Kurniawan, menyoroti pernyataan Wali Kota Eri Cahyadi terkait maraknya pencurian motor di Kota Pahlawan.
Menurut Kiki, ucapan Eri yang menyebut pelaku curanmor berasal dari luar kota sangat tendensius dan berpotensi memecah belah hubungan antardaerah.
Baca juga: Menguji Nyali Hukum di Balik "Tameng" SK Jadul PKL Surabaya
“Bisa jadi publik menduga ini diarahkan ke daerah tetangga. Ini bisa menimbulkan kesan menyudutkan,” kata Kiki, Senin (21/4).
Eri diingatkan Surabaya merupakan kota dengan penduduk yang majemuk. Beragam karakter dan latar belakang ada di dalamnya.
Maka dari itu, lanjut Kiki, tidak bisa serta merta menuding pelaku kejahatan berasal dari luar Surabaya tanpa dasar yang kuat.
Baca juga: Wali Kota Eri Sebut PKL Kedungdoro dan Genteng Kantongi SK, Klaim Tak Langgar Perda
“Harusnya yang dibenahi itu internal dulu. Kalau memang ada datanya, ya baru bisa disampaikan secara tepat,” tegasnya.
Kecuali tambah Kiki, pihak kepolisian sudah menyajikan data secara rinci tentang asal-usul para pelaku curanmor.
“Kalau memang mayoritas dari luar kota, sampaikan dengan data. Jangan Wali Kota hanya berdasarkan asumsi,” ucapnya.
Baca juga: Di Balik Riuh Konten Sidak, Merawat Sistem vs Panggung Politik 2029
Kiki menekankan pentingnya Eri Cahyadi menjaga komunikasi publik yang akurat dan tidak menimbulkan kesan diskriminatif.
“Apalagi ini soal kriminalitas. Harus hati-hati dalam menyampaikan, agar tidak memicu kesalahpahaman antarwilayah,” demikian Kiki Kurniawan. (Roy)
Editor : Yuris. T. Hidayat