Sikapi Pernyataan Wali Kota Surabaya Soal Curanmor, Ini Pesan Menohok Ketum Aliansi Madura Indonesia

Reporter : Yuris. T. Hidayat
Baihaki Akbar, dok pribadi for jatimupdate.id

Surabaya,JatimUPdate.id – Ketua Aliansi Madura Indonesia (AMI), Baihaki Akbar turut buka suara terkait pernyataan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi yang menyebut pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di wilayahnya bukan berasal dari Surabaya, tetapi dari luar kota.

Menurut Baihaki, pernyataan Eri bukan hanya tidak bijak, tapi juga terkesan cuci tangan atas persoalan keamanan yang menjadi tanggung jawab kepala daerah. Ia menilai, pengelolaan keamanan tidak seharusnya dilandasi asumsi-asumsi tanpa dasar data yang jelas.

Baca juga: Armuji Ditunjuk Plh Wali Kota Surabaya, Anas: Pastikan Roda Pemerintahan Tetap Berjalan

“Kalau selalu menyalahkan pihak lain, lalu di mana fungsi deteksi dini dan pengawasan? Ini bentuk kegagalan dalam mengelola kota secara komprehensif,” kata Baihaki dalam keterangannya, yang diterima, Jumat (25/4)

Ia mengingatkan, Surabaya adalah kota metropolitan yang terbuka. Karena itu, sudah semestinya pemerintah kota menyiapkan sistem keamanan yang mampu merespons mobilitas warga lintas sektor. Bukan justru menjadikan spekulasi sebagai tameng atas lemahnya pengawasan.

Baca juga: Pakar Unesa Sebut Surabaya Vaganza Punya Nilai Positif, Tapi Ingatkan Prinsip Kehati-hatian Fiskal

“Bukan mencari solusi, wali kota justru membangun narasi yang memecah belah. Seolah-olah penyebab kejahatan datang dari luar daerah,” ujarnya.

Baihaki juga mendesak Eri Cahyadi berhenti membuat pernyataan yang kontraproduktif. Ia menegaskan seorang pemimpin kota besar harus bertanggung jawab penuh terhadap apa pun yang terjadi di wilayahnya.

Baca juga: ‎Polres Pidie Ungkap Kasus Curanmor, Tiga Pelaku Ditangkap

“Jangan biasakan menyalahkan pihak luar. Itu tidak mencerminkan kepemimpinan yang dewasa,” demikian Baihaki Akbar. (*Roy)

Editor : Ibrahim

Politik Dan Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru