Bondowoso, JatimUPdate.id, – Musim kemarau baru saja di ambang pintu, tapi ancamannya sudah terasa di Bondowoso.
Baca juga: Retribusi Administrasi Dihapus, Raperda Pajak Baru di Bondowoso Permudah Layanan Publik
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat memperkirakan kebutuhan anggaran untuk distribusi air bersih tahun ini mencapai Rp 500 juta.
Dana itu disiapkan untuk mengantisipasi krisis air dari akhir April hingga Agustus 2025. Setiap bulannya, BPBD memprediksi akan membutuhkan antara Rp 75 juta hingga Rp 100 juta untuk menyuplai air bersih ke wilayah terdampak kekeringan.
"Awalnya anggaran yang tersedia hanya cukup untuk satu bulan. Tapi setelah ada arahan dari Bupati, sekarang anggaran distribusi ditambah untuk dua bulan," ungkap Kalaksa BPBD Bondowoso, Sigit Purnomo, usai apel Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional (HKBN) di MTs Negeri 1 Bondowoso, Sabtu (26/4/2025).
Kekeringan bukan hal baru bagi Bondowoso. Tahun lalu, sembilan kecamatan tersebar dalam 15 desa mengalami krisis air.
Baca juga: Bupati Bondowoso Resmi Buka Festival Ramadhan 2026, Dorong Ekonomi Rakyat dan Pelestarian Budaya
Daerah itu di antaranya Kecamatan Maesan (Desa Sumber Anyar), Pakem (Desa Gading Sari dan Patemon), hingga Wringin (Desa Wringin).
Pemetaan tahun ini menunjukkan pola yang sama. Sigit menegaskan, pihaknya sudah menyiapkan langkah antisipasi, termasuk pengajuan pengeboran sumur baru untuk memperkuat ketersediaan air.
"Kami juga terus berkoordinasi dengan pemerintah provinsi dan BNPB. Alhamdulillah, ada sinyal positif untuk tambahan bantuan," kata dia.
Baca juga: Disdik Bondowoso Atur Jam Belajar Ramadan 2026 Mulai 07.30 WIB
Tak hanya soal kekeringan, BPBD juga bersiap menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang seringkali mengintai saat kemarau panjang. Karena itu, kesiapan peralatan hingga sinergi lintas instansi terus diperkuat.
"Kita tidak boleh lengah. Semua harus siap menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi kering," tegas Sigit.
Dengan segala upaya ini, Bondowoso berharap bisa melewati musim kemarau 2025 tanpa krisis air berkepanjangan. (ries/yh)
Editor : Yuris. T. Hidayat