Semarang, JatimUPdate.id - Pengurus dan Kader Partai Persatuan Pembangunan ( PPP) menggelar Forum Halaqah Ulama di Pondok Pesantren Fadhlul Fadhlan, Semarang, Sabtu (3/05). Forum tersebut membahas berbagai langkah untuk mengembalikan PPP kembali ke Senayan. Peserta halaqah juga menyepakati untuk memilih ketua umum baru pada muktamar yang akan datang.
Hadir dalam Forum Halaqah Ulama tersebut Ketua Majelis Syariah KH M Mustofa Aqil Siroj, Ketua Majelis Pertimbangan Muhammad Romahurmuziy, Mejelis Kehormàtan KH Abdullah Ubab Maimoen, Ketua Mahkamah Partai Ade Irfan Pulungan, Wagub Jawa Tengah Gus Taj Yasin, Sekjen DPP M Arwani Thomafi. Selain itu hadir juga Ketua DPW Jawa Tengah, Ketua DPW Banten, Sekretaris DPW Jabar, Pengurus Jawa Timur dan lainnya.
Baca juga: Selamat Jalan KH. A. Chozin Chumaidy, Pejuang Demokrasi dan Kesejahteran Umat
Forum Halaqoh Ulama dan Kader Peduli PPP telah merumuskan dan menyepakati untuk memilih ketua umum baru dan sejumlah langkah strategis yang harus dijalankan untuk mengembalikan PPP ke parlemen. Ada lima hal yang direkomrndasikan peserta Forum Halaqah Ulama di antaranya meneguhkan dan menguatkan semangat perubahan internal, menjaga stabilitas organisasi, mengoptimalkan peran pejabat publik kader partai, serta membuka ruang bagi figur-figur potensial internal dan eksternal untuk bergabung dan memperkuat PPP.
"Rekomendasi Forum Halaqah Ulama dan Kader PPP akan menjadi panduan bagi pengurus dan kader dalam menyambut muktamar yang akan digelar bulan Agustus atau September mendatang," kata Sekjen DPP PPP M Arwani Thomafi di Pondok Pesantren Fadhlul Fadhlan, Semarang, Sabtu ( 3/05).
Lebih lanjut, Gus Arwani Thomafi menjelaskan peneguhan semangat perubahan internal akan menjadi spirit transformasi PPP untuk Indonesia. Karena itu, PPP perlu menghidupkan semangat perubahan dan transformasi internal sebagai bagian dari revitalisasi partai menuju cita-cita besar membangun Indonesia.
Selain itu Gus Arwani juga mengungkapkan untuk menjaga stabilitas dan soliditas internal partai. Karena itu perlu ditegaskan sikap menolak adanya pergantian pengurus di tingkat mana pun menjelang agenda-agenda strategis.
"Pergantian pengurus di saat krusial justru berpotensi mengganggu konsolidasi dan menghambat kerja-kerja politik partai. Fokus utama adalah memperkuat kinerja pengurus yang ada, bukan menggantikannya," ujarnya.
Saat ini semua pengurus dan kader partai yang menjadi pejabat publik dari PPP, baik yang duduk di eksekutif maupun legislatif, harus dioptimalkan kontribusinya untuk memperkuat partai.
"Salah satu langkah strategisnya membuat Nota Kesepahaman (MoU) antara pejabat publik dan pimpinan partai di semua tingkatan, yang berisi komitmen kerja nyata, sinergi program, serta tanggung jawab moral untuk membesarkan PPP," beber dia.
Forum Halaqah Ulama dan Kader Partai juga menyambut baik munculnya figur internal dan eksternal yang mampu menyelamatkan PPP menuju Senayan pada 2029.
Gus Arwani menyampaikan PPP harus bersikap terbuka dan menyambut kemunculan sejumlah nama potensial, baik dari internal maupun eksternal, yang diyakini mampu memperkuat elektabilitas partai menjelang Pemilu 2029.
"Mereka adalah sosok-sosok dengan rekam jejak baik dan kapabilitas mumpuni, yang dapat menjadi motor penggerak kebangkitan PPP. Kehadiran mereka perlu direspons melalui mekanisme penjaringan yang objektif, transparan, dan berbasis pada kebutuhan strategis partai," tegasnya.
Sementara itu Ketua DPW PPP Jawa Tengah Masruhan Samsurie mengatakan semangat perubahan telah menjadi spirit para kader dan pengrus partai.Pihaknya juga menegaskan kesiapannya Kota Semarang menjadi tuan rumah muktamar.
" Alhamdulillah Forum Halaqah Ulama dan Kader Partai menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis termasuk menyatakan kesiapan Kota Semarang sebagai tuan rumah muktamar," ujarnya.
(*)
Editor : Redaksi