Nanik S. Deyang Resmi Pimpin BGN, Dari Dunia Jurnalistik ke Kursi Strategis Program Gizi Nasional

avatar Imam Hambali
  • URL berhasil dicopy
Nanik Sudaryati Deyang atau dikenal Nanik S. Deyang, Kepala BGN yang baru dan rencananya hari ini (Rabu, 03/06/2026) akan dilantik bersama dua wakil BGN yaitu  Agustina Arumsari dan Mayjend Trenggono.
Nanik Sudaryati Deyang atau dikenal Nanik S. Deyang, Kepala BGN yang baru dan rencananya hari ini (Rabu, 03/06/2026) akan dilantik bersama dua wakil BGN yaitu Agustina Arumsari dan Mayjend Trenggono.

 

Jakarta, JatimUPdate.id - Presiden Prabowo Subianto resmi menunjuk Nanik Sudaryati Deyang (Nanik S. Deyang) sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) menggantikan Dadan Hindayana.

Pengangkatan tersebut diumumkan langsung oleh Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, dalam konferensi pers di Istana Negara, Selasa (2/6/2026) malam.

Pergantian pucuk pimpinan BGN dilakukan setelah pemerintah menyelesaikan proses monitoring dan evaluasi terhadap kinerja lembaga yang menjadi ujung tombak pelaksanaan program gizi nasional.

Dalam keputusan yang sama, Presiden juga memberhentikan dua Wakil Kepala BGN, yakni Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya.

“Presiden memutuskan untuk mengangkat Saudari Nanik S. Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional yang baru,” kata Prasetyo Hadi.

Penunjukan Nanik menandai babak baru kepemimpinan di BGN.

Perempuan kelahiran Madiun, Jawa Timur, 3 Januari 1968 itu memiliki rekam jejak panjang di dunia jurnalistik sebelum menempati sejumlah posisi strategis di pemerintahan.

Karier profesionalnya dimulai sebagai wartawan di Tabloid Bangkit. Berbekal pengalaman di lapangan, Nanik kemudian berkembang menjadi figur penting di industri media nasional.

Berdasarkan Data Pers 2014, ia pernah menjabat sebagai Pemimpin Umum Majalah Femme, Direktur Utama Tabloid Info Kecantikan, serta komisaris di sejumlah media, di antaranya Info Kuliner, Peluang Usaha, dan The Politic.

Tak hanya dikenal sebagai jurnalis dan pengelola media, Nanik juga aktif mengikuti berbagai isu sosial, ekonomi, dan politik.

Keterlibatannya dalam sejumlah program pemberdayaan masyarakat dan pengentasan kemiskinan turut memperkuat kiprahnya di ruang publik.

Nama Nanik semakin dikenal luas setelah bergabung dalam tim pemenangan Prabowo Subianto pada Pemilihan Presiden 2019.

Saat itu, ia dipercaya menjadi Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Koalisi Adil Makmur untuk pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.

Setelah Prabowo memenangkan Pilpres 2024, Nanik mendapat kepercayaan masuk dalam jajaran pemerintahan.

Berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 145/P Tahun 2024, ia dilantik sebagai Wakil Kepala I Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) untuk periode 2024–2029.

Kariernya terus menanjak. Pada Juni 2025, Nanik dipercaya menjadi Komisaris Independen PT Pertamina (Persero).

Beberapa bulan berselang, tepatnya pada 17 September 2025, ia ditunjuk sebagai Wakil Kepala BGN dan sekaligus meninggalkan posisinya di BP Taskin.

Selama menjabat sebagai Wakil Kepala BGN, Nanik terlibat aktif dalam berbagai program peningkatan kualitas gizi masyarakat.

Pengalaman tersebut dinilai menjadi salah satu modal penting yang mendorong Presiden Prabowo mempercayakan kepemimpinan BGN kepadanya.

Dalam restrukturisasi organisasi kali ini, Presiden juga menunjuk Agustina Arumsari dan Mayor Jenderal TNI Trenggono sebagai Wakil Kepala BGN yang baru.

Keduanya akan mendampingi Nanik menjalankan berbagai program strategis pemerintah di bidang gizi dan pembangunan sumber daya manusia.

Prasetyo Hadi menjelaskan, pergantian pimpinan BGN merupakan hasil evaluasi yang dilakukan pemerintah selama hampir satu setengah tahun terakhir.

Langkah tersebut diharapkan mampu memperkuat efektivitas lembaga dalam menjalankan program-program peningkatan gizi yang menjadi salah satu agenda prioritas nasional.

Dengan penunjukan ini, Nanik S. Deyang resmi menjadi perempuan pertama yang memimpin Badan Gizi Nasional.

Tantangan besar kini menantinya, mulai dari memastikan keberlanjutan program gizi nasional hingga mempercepat upaya peningkatan kualitas kesehatan masyarakat demi menciptakan generasi Indonesia yang lebih sehat, kuat, dan berdaya saing.(diolah dari sejumlah sumber/ih/yh)