Surabaya, JatimUPdate.id - Partai Gerindra berpotensi menggulung PDIP Surabaya pada Pemilu 2029 buntut panasnya konflik internal partai yang berujung pencopotan Adi Sutarwijono sebagai ketua umum. Sayangnya, partai besutan Presiden Prabowo Subianto itu seolah tidak melihat celah tersebut.
Padahal, Gerindra sudah punya modal, pada Pemilu 2024 berhasil menambah tiga kursi di DPRD Surabaya, sehingga potensi menggulung PDIP pada Pemilu 2029 sangatlah besar.
Baca juga: Armuji Bantah PAW Ketua DPRD Surabaya Mengerucut Tiga Nama: “Jare Sopo?”
Namun, ketika disinggung Surabaya tak lagi jadi kandang Banteng dan menjadi kandang Garuda pada Pemilu 2029, Sekretaris DPC Partai Gerindra Surabaya Bahtiyar Rifai malah bilang no comment
"Kalau itu saya no comment karena masalah konflik partai, semua partai berpotensi (menang di pemilu 2029)," kata Bahtiyar kepada JatimUPdate.id Minggu (11/5).
Bahtiyar menjelaskan, panasnya konflik internal PDIP Surabaya yang berujung pencopotan Adi Sutarwijono tidak ada kaitannya dengan Gerindra.
Baca juga: Bantah Bukan Karena Lalai, Bahtiyar Atribut Gerindra di Surabaya Dicopot Hari Ini
"Kalau konflik (PDIP) tidak ada urusannya." tegas Bahtiyar
Pimpinan DPRD Surabaya itu memaparkan, sejak Partai dideklarasikan, semboyannya: Gerindra menang Prabowo Subianto Presiden.
Baca juga: Aroma 2029 di Surabaya: Armuji, Kandang Banteng, dan Manuver Dini Kekuasaan
Maka dari itu, ia menegaskan panasnya konflik internal PDIP Surabaya yang berbuntut pencopotan Adi Sutarwijono tidak ada sangkut pautnya dengan Gerindra.
"Yang jelas, dari dulu sejak Partai Gerindra didirikan, semboyannya adalah Gerindra menang, Prabowo Presiden, ya sudah itu aja. Gak ada hubungan dengan konflik partai lain, gak ada." demikian Bahtiyar Rifai. Roy)
Editor : Yuris. T. Hidayat