Tel Aviv, JatimUPdate.id : Sebuah penemuan bersejarah yang bernilai arkeologi tinggi dan dinilai akan merubah peta arkeologi dunia. Penemuan ini berupa salah satu artefak paling luar biasa dalam sejarah arkeologi yaitu ditemukannya sebuah keranjang anyaman berusia sekitar 10.500 tahun, yang diyakini sebagai keranjang tertua di dunia.
Baca juga: LaNyalla Minta Rakyat Percayakan Upaya Presiden Prabowo
Keranjang ini ditemukan di sebuah gua di Gurun Yudea, Israel, dan berasal dari periode Pre-Pottery Neolithic (PPN)—masa sebelum masyarakat kuno mulai menggunakan tembikar.
Penemuan ini dinilai sangat penting karena dinilai memiliki teknologi pada tingkat pelestariannya. Hal ini bisa dilihat dari meskipun berusia sangat tua, keranjang ini tetap utuh berkat kondisi gua yang kering dan tertutup.
Kapasitas keranjang mencapai sekitar 92 liter, yang menunjukkan bahwa fungsinya kemungkinan besar berkaitan dengan penyimpanan bahan pangan atau hasil panen.
Baca juga: Dinasti Pasir Nan Memalukan
Melalui analisis serat dan pola tenunan, para peneliti bahkan bisa menyimpulkan bahwa keranjang ini dibuat oleh dua orang, dan salah satunya bertangan kiri—detail langka dan mengesankan dari teknologi serta organisasi kerja manusia purba.
Temuan ini bukan hanya bukti keterampilan tangan nenek moyang manusia, tapi juga menunjukkan tingkat kompleksitas sosial dan budaya yang sudah berkembang bahkan sebelum tembikar ditemukan. Keranjang ini memperluas pemahaman kita tentang cara hidup, ekonomi rumah tangga, dan hubungan manusia dengan lingkungan pada masa prasejarah.
Baca juga: Board of Peace dan Logika Gus Baha’
#AncientArtifacts
#PrehistoricDiscovery
#WorldsOldestBasket.
Dikutip dari berbagai sumber. (red/yh).
Editor : Yuris. T. Hidayat