Tak Semua Atlet Dilepas Bupati, BSR Dorong Disparpora dan KONI Aktif Koordinasi

Reporter : M Aris Effendi
Bupati Bondowoso saat melepas atlet dari salah satu cabang olahraga secara simbolis menjelang Kejurprov Jawa Timur 2025.

 

Bondowoso, JatimUPdate.id, – Keterlibatan atlet-atlet Bondowoso dalam Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Jawa Timur tahun ini menuai perhatian publik.

Baca juga: Uji Calon Kepsek Berbasis Kasus Nyata, Disdik Bondowoso Siapkan Solusi Krisis Kepemimpinan Sekolah

Salah satu pegiat cabang olahraga (cabor) menyuarakan kekecewaannya melalui media sosial karena merasa tidak mendapat perhatian dari pemerintah daerah. Keluhan itu kemudian turut diberitakan oleh media lokal dan memunculkan reaksi beragam.

Pegiat tersebut menyoroti tidak adanya pelepasan simbolis dari Bupati terhadap atlet dari cabor yang ia dampingi, sementara beberapa cabor lain seperti taekwondo dan balap motor sempat dilepas secara resmi.

Menanggapi hal ini, Sekretaris Barisan Santri Reborn (BSR) Bondowoso, Zaenul Hasan, S.IP, mengimbau agar polemik ini tidak semata-mata dibebankan kepada Bupati.

Ia menilai, koordinasi lintas sektor sangat dibutuhkan, khususnya dari Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disparpora) serta KONI Bondowoso sebagai lembaga yang menaungi kegiatan olahraga daerah.

“Yang seharusnya aktif mengoordinasikan pelepasan atlet dari semua cabang adalah Disparpora dan KONI. Mereka punya peran strategis, jangan sampai ada cabor yang merasa dianaktirikan,” kata Zaenul Hasan, Kamis (19/6/2025).

Baca juga: Kajari Bondowoso dari Lini Intelijen, David Palapa Duarsa Datang dengan Misi Pengamanan Aset dan Proyek Strategis

Ia menegaskan, jika koordinasi dilakukan secara tepat sejak awal, tidak mungkin Bupati menolak untuk melepas para atlet secara simbolis.

“Saya yakin Bupati pasti mau dan senang melepas atlet-atlet Bondowoso. Ini soal nama baik dan harga diri kabupaten kita,” ujarnya.

Zaenul juga menekankan bahwa KONI sebagai induk dari seluruh cabang olahraga memiliki kewajiban aktif dalam mengoordinasikan keberangkatan semua atlet yang bertanding di ajang seperti Kejurprov.

Baca juga: Menpora Apresiasi Kepemimpinan LaNyalla dan Dorong Prestasi serta Industri Olahraga

“Mereka semua berada di bawah naungan KONI, jadi tanggung jawab koordinasi teknis dan administratif ada di sana. Harusnya bisa dipetakan siapa saja yang ikut, dan dilaporkan ke Disparpora serta pemerintah daerah,” tegasnya.

Ia pun berharap ke depan sinergi antar-lembaga bisa diperkuat agar tidak terjadi lagi ketimpangan perhatian antar-cabor, terutama saat atlet membawa nama daerah di ajang provinsi maupun nasional.

“Kita dukung semua atlet tanpa pandang bulu. Dan pemerintah harus hadir secara adil. Ini semangat yang ingin kami dorong,” pungkasnya. (ries/yh)

Editor : Yuris. T. Hidayat

Politik Dan Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru