Bondowoso, JatimUPdate.id, – Pemerintah Kabupaten Bondowoso kembali menunjukkan komitmennya dalam mendampingi petani.
Melalui peresmian Klinik Pertanian di Kecamatan Grujugan, para petani kini memiliki tempat konsultasi langsung untuk menyelesaikan berbagai persoalan di lapangan.
Peresmian yang digelar di Balai Penyuluhan Congkrong, Kantor Kecamatan Grujugan, Rabu (2/7/2025), dihadiri tak kurang dari 215 peserta.
Para hadirin yang hadir itu berasal dari unsur kelompok tani, kepala desa, penyuluh, hingga jajaran pejabat daerah.
Klinik ini diresmikan langsung oleh Pj Sekretaris Daerah Bondowoso, Anisatul Hamidah, S.Ag., SH., M.Si., M.Kn., didampingi Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Hendri Widotono, S.Pt., M.P., serta Plh Camat Grujugan, Marcos Da Costa, S.Sos.
Turut hadir Ketua Komisi II DPRD Bondowoso, H. Tohari, Anggota Komisi IV DPRD, A. Mansur, SH., MH., Kapolsek, Danramil, seluruh kepala desa, dan ketua kelompok tani se-Kecamatan Grujugan.
Dalam sambutannya, Anisatul menyampaikan bahwa Klinik Pertanian merupakan bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam membantu petani menghadapi persoalan di lapangan.
“Kami ingin petani tidak lagi sendirian menghadapi anomali iklim, serangan hama, atau fluktuasi harga. Klinik ini menjadi ruang belajar, berkonsultasi, dan menyusun solusi bersama,” ujar Anisatul.
Klinik Pertanian akan menjadi jembatan langsung antara petani dan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), termasuk dalam proses koreksi Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) dan penanganan teknis pertanian.
Baca juga: BREAKINGNEWS: Jembatan Sukowiryo di Jalan Mastrip Bondowoso Ambrol Satu Sisi, Akses Dibatasi Ketat
Bila diperlukan, akan dikerahkan juga formulator pertanian untuk membantu solusi teknis yang lebih kompleks.
Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD, H. Tohari, menyebut program ini sebagai langkah strategis untuk membangkitkan sektor pertanian dan mempercepat regenerasi petani muda.
“Klinik ini terhubung langsung dengan kios pupuk bersubsidi. Petani bisa menyampaikan keluhan atau konsultasi teknis secara langsung kepada PPL, dan jika dibutuhkan, akan dibantu oleh para formulator,” jelasnya.
Plh Camat Grujugan, Marcos Da Costa, menambahkan bahwa peluncuran Klinik Pertanian ini menjadi bagian dari kegiatan Gebyar Muharram Kecamatan Grujuga.
Ia berharap kehadiran klinik ini menjadi solusi konkret bagi berbagai persoalan petani di tingkat desa.
Baca juga: Retribusi Administrasi Dihapus, Raperda Pajak Baru di Bondowoso Permudah Layanan Publik
“Kami optimis, dengan kerja sama antara petani, kios pupuk, dan kelompok tani, akan tercapai target ketahanan pangan sesuai visi misi Presiden RI,” katanya.
Kehadiran klinik ini juga mendapat sambutan hangat dari petani. Junaedi (45), petani asal Desa Taman, mengaku sangat terbantu.
“Biasanya kami bingung kalau ada hama atau pupuk langka. Sekarang bisa langsung konsultasi di klinik, nggak perlu jauh-jauh ke kantor dinas,” ungkapnya.
Program “Satu Kecamatan, Satu Klinik Pertanian” menjadi strategi jangka panjang Pemkab Bondowoso. Ke depan, program ini akan diperluas ke seluruh kecamatan, disertai transformasi digital sektor pertanian, akses asuransi tani, serta kemitraan dengan BUMN di sektor pangan dan distribusi.
Dengan hadirnya Klinik Pertanian di tengah masyarakat, Pemkab Bondowoso berharap petani tidak hanya sebagai produsen, tetapi juga menjadi pelaku utama dalam menjaga ketahanan pangan daerah dan nasional. (ries/yh)
Editor : Yuris. T. Hidayat